<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138</id><updated>2012-01-19T19:38:44.545-08:00</updated><category term='broken book'/><category term='adventure'/><category term='catatan harian'/><category term='Laporan Perjalanan'/><category term='Catan Harian'/><category term='feature'/><category term='Politik'/><category term='puisi'/><category term='BUKU'/><category term='hati-hati dengan hatimu'/><category term='Kisah'/><title type='text'>Merawa HenTakun</title><subtitle type='html'>--Menulis untuk hidup--</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>53</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-703940949459283225</id><published>2012-01-19T18:53:00.000-08:00</published><updated>2012-01-19T19:15:45.446-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUKU'/><title type='text'>Menyelami  Islam Dari Buku Platti</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-fSBRwkGc_2Q/TxjcCdlFaFI/AAAAAAAAAXk/d3f5LVXCN2g/s1600/islam%2Bkawan%2Batau%2Blawan.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 221px; height: 165px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-fSBRwkGc_2Q/TxjcCdlFaFI/AAAAAAAAAXk/d3f5LVXCN2g/s320/islam%2Bkawan%2Batau%2Blawan.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699547263295383634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Buku yang pernah di bedah di UIN Syarif Hidayatulah Jakarta, Fakultas Usuluddin dan Filsafat, bersama Prof. DR. Komaruddin Hidayat dan Muhammad Ridwan Lubis dari Pusat Litbang kehidupan beragama di Indonesia, Prof. DR. M. Iksan Tanggok, Direktur Pusat Kajian Kawasan Asia Timur,dan penulisnya sendiri Platti dari Ordo Paradominikan ini, judulnya terkesan sugestif (atau bagi beberapa pihak provokatif) diterjemahkan dari bahasa Inggrisnya yaitu Islam: Friend or Foe? Judul bahasa Inggris (teman atau musuh). Namun, judul di atas harus dilihat dalam latar belakang buku ini ditulis. Pertama-tama Platti tidak menulis buku ini untuk pembaca Barat yang tidak mengerti Islam yang karena gempuran media mempunyai persepsi yang salah tentang Islam. Suka atau tidak suka Barat masih mempunyai Islamphobia karena pemberitaan yang tidak seimbang tentang Islam. Peristiwa (9/11) atas runtuhnya menara World Trade Center (WTC) membuat banyak pihak Barat shock atas dimensi kekerasan yang dilakukan kelompok kecil mengatasnamakan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan tentang Islam&lt;br /&gt;Kurangnya pengetahuan yang mendalam tentang Islam plus kehadiran kegiatan kelompok minoritas radikal membuat wajah Islam dipertanyakan di Barat. Platti yang telah bergaul dengan orang muslim selama 40 tahun dan bertempat tinggal baik di Eropa dan Kairo selama 40 tahun plus studinya yang mendalam tentang Islam mencoba untuk menjawab bagi orang Eropa, bagaimana wajah Islam sebenarnya menurut versi atau studi Platti. Tentu jawaban Platti positif tentang Islam: Islam bukan musuh! Kalau membaca secara teliti buku Platti orang akan mendapatkan kesan bahwa tiga agama monoteis (Islam, Kristen dan Yahudi) sebenarnya mempunyai konektivitas satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kami boleh katakan lebih dalam ketiga agama itu mempunyai akar semitik yang kuat yang di dalam perkembangan sejarah bak hulu sungai yang satu (baca: akar semitik) akhirnya mempunyai anak sungainya masing-masing,” terang Islamolog UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Johanes Robini OP, terkait isi buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini, Platti mau menjawab pembacanya di Barat: daripada sebagai musuh, Islam sebenarnya sangat dekat dengan tradisi Kristen dan Yahudi sehingga Barat tidak perlu melihat Islam secara salah dan bahkan melihat Islam sebagai musuh. Islam itu “sepupu” tradisi Kristen-Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robini menjelaskan, hal lain positif yang dilihat dari Platti adalah ia menempatkan Islam sebagai agama yang menjawab manusia soal keselamatan. Bagi dia pada akhirnya Islam mempunyai tawaran keselamatan kepada umat manusia. Ini tentu hal yang luar biasa karena dikatakan oleh seorang imam Katolik yang kalau tidak terbuka pikirannya tidak akan mengatakan demikian. Bagi Platti Islam mempunyai tawaran spiritual. Justru di sinilah bagi pihak Islam harus kembali ke “fitrah” yang intinya Islam adalah sebuah agama: Islam pada akhirnya adalah perjumpaan dengan Tuhan yang menawarkan keselamatan. Di sinilah Platti dalam analisanya mengatakan pada akhirnya adalah bahaya atau “bermain api” kalau agama diletakkan dalam tataran politik atau digunakan untuk propaganda politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan yang sangat hangat mengenai jihad (hal; 91-109) dianalisis Platti dengan bantuan tokoh-tokoh Muslim yang otoritatif (Al-Bouti, Tariq Ramadan, Mohammed Talbi) bahkan bukan hanya diskusi di jaman modern melainkan diskusi klasik abad pertengahan. Ini juga kekuatan buku Platti: analisis historis yang kayak arena pengetahuan beliau mengenai dunia Islam bahkan klasik sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca Indonesia pada akhirnya bisa menikmati buku ini yang harus diletakkan dalam konteks dunia Barat yang tidak mengenal Islam bahkan sudah sekuler dan kadangkala tanpa pengetahuan yang mendalam membuat sebuah penilaian yang akibatnya bisa fatal sehingga “image” islam dimengerti secara salah. Platti sebagai imam Katolik tentunya karena keyakinannya akan dimensi spiritual Islam yang bisa memberikan kontribusi yang luar biasa pada perkembangan dunia manusia perlu angkat bicara supaya Islam jangan salah dimengerti banyak pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kenyataan pahit harus dialami manusia pada akhir abad XX dan awal XXI yaitu semakin gencarnya gerakan fundamentalisme yang meski hanya sekelompok kecil namun selalu menjadi masalah buat semua orang mengenai otentisitas agama-agama. Pesan Platti sederhana: otentisitas agama adalah jawaban semua agama untuk membuktikkan bahwa agama itu asli dan punya tawaran yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kita di Kalbar kedatangan Platti nantinya bersama direktur IDEO (Dominican Institute of Oriental Studies) Jean Jacques Perennes OP sangat mempunyai makna. Keduanya adalah imam Katolik tetapi hidup lebih dari 20 tahun di dunia Islam. Pengetahuan mereka akan Islam juga pergaulan mereka dengan saudara-saudari Muslim tentunya merupakan saksi hidup bahwa setiap perjumpaan yang jujur akan mengubah seseorang, “Mereka adalah saksi hidup bahwa fanatisme bukan jawaban di jaman kita dan semua orang bisa menjadi orang yang terbuka kepada sesama dengan syarat: keterbukaan hati sebagai dasar yang tidak lain adalah kejujuran dan pengetahuan yang cukup dalam akan yang lain,” tukas Robini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Platti OP, Emilio, Islam, Kawan atau Lawan? Jakarta: CRID &amp;amp; PUKKAT UIN, 2010 (xviii+320 halaman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah diterbitkan di Borneo Tribune&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-703940949459283225?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/703940949459283225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=703940949459283225' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/703940949459283225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/703940949459283225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2012/01/menyelami-islam-dari-buku-platti.html' title='Menyelami  Islam Dari Buku Platti'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-fSBRwkGc_2Q/TxjcCdlFaFI/AAAAAAAAAXk/d3f5LVXCN2g/s72-c/islam%2Bkawan%2Batau%2Blawan.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-8757850692200326261</id><published>2012-01-15T19:10:00.000-08:00</published><updated>2012-01-15T19:40:35.713-08:00</updated><title type='text'>Belajar Dari Konflik Tegalrejo</title><content type='html'>Bohong besar kalau kita merdeka, kita sebenarnya masih hidup di alam penjajah. Konflik kepemilikan tanah (Agraria)yang belakangan terjadi, memilukan. Mirip dengan sistem yang dilakukan Penjajahan Belanda. Dulu Belanda merampas tanah rakyat pendekatan terhadap pemimpin lokal. Bagi kerajaan atau pemimpin yang tamak dengan upeti, tidak terjadi perlawanan, bahkan kekuasaan kerajaan dibiarkan diobok-obok Belanda, banyak simbol kerajaan dikolaborasikan dengan Belanda, rakyat dibiarkan bekerja dan menjadi kuli ditanah sendiri,mirip dengan sekarang kan?, .Namun tidak sedikit yang menolak, sehingga pecah perlawanan terhadap Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena perampasan tanah&lt;br /&gt;Rakyat yang selama ini tenang 'diganggu' pemilik modal (Kapitalis)yang ingin mengeruk kekayaan alam dengan merampas tanah rakyat untuk kepentingan pribadi. Kaum Kapitalis banyak yang menggunakan moncong senjata aparat penegak hukum untuk menakuti rakyat, dengan alasan keamanan investasi, namun moncong-moncong tersebut memuntahkan pelurunya, yang ironisnya dibeli dengan uang rakyat. Banyak kasus terjadi,penghujung 2011 dan awal 2012 seakan perang antara penjajah dan rakyat kembali pecah, korban penembakan berjatuhan.Fenomena perkebunan dan pertambangan yang merangsek semakin mengepung kenyamanan hidup masyarakat, tidak sedikit,tanah mereka di rampas hanya untuk kepentingan pemilik modal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari Konflik Diponegoro&lt;br /&gt;Bagi Indonesia, Diponegoro Pahlawan. Belanda menganggap Diponegoro itu pemberontak,karena melawan kebijakan mereka. Diponegoro tidak mau tunduk lantaran masih memikirkan kesejahteraan rakyatnya, menghormati adat istiadat leluhurnya. Namun Belanda yang terlanjur doyan dengan ramuan penghangat badan, ingin setiap jengkal tanah di Indonesia ditanami bumbu-bumbu. Tidak mempedulikan kalau itu kuburan, atau ada tanaman lain milik rakyat. Diponegoro tetap pada pendiriannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Diponegoro berawal ketika pihak Belanda memasang patok di tanah milik Diponegoro di desa Tegalrejo. Saat itu, beliau memang sudah muak dengan kelakuan Belanda yang tidak menghargai adat istiadat setempat dan sangat mengeksploitasi rakyat dengan pembebanan pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Diponegoro yang menentang Belanda secara terbuka, mendapat simpati dan dukungan rakyat. Atas saran Pangeran Mangkubumi, pamannya, Diponegoro menyingkir dari Tegalrejo, dan membuat markas di sebuah goa yang bernama Goa Selarong. Saat itu, Diponegoro menyatakan bahwa perlawanannya adalah perang sabil, perlawanan menghadapi kaum kafir. Semangat “perang sabil” yang dikobarkan Diponegoro membawa pengaruh luas hingga ke wilayah Pacitan dan Kedu. Salah seorang tokoh agama di Surakarta, Kyai Maja, ikut bergabung dengan pasukan Diponegoro di Goa Selarong.&lt;br /&gt;Selama perang ini kerugian pihak Belanda tidak kurang dari 15.000 tentara dan 20 juta gulden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai cara terus diupayakan Belanda untuk menangkap Diponegoro. Bahkan sayembara pun dipergunaan. Hadiah 50.000 Gulden diberikan kepada siapa saja yang bisa menangkap Diponegoro. Sampai akhirnya Diponegoro ditangkap pada 1830. Kemudian dibuang ke luar Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan sekarang pun tidak berubah, bagi siapa yang melawan kebijakan pemilik modal akan 'dibuang' nyawanya, atau paling tidak diancam penjara, sehingga tidak sedikit yang mencari aman. Anehnya pemimpin daerahpun seakan tidak berkutik, melihat ulah kaum kapitalis yang menindas rakyat dengan merampas tanahnya. Ayo, amankan tanah masing-masing, penjajahan masih banyak di sekitar kita, jangan beri tanahmu kalau tak mau miskin dan melarat dikemudian hari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-8757850692200326261?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/8757850692200326261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=8757850692200326261' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/8757850692200326261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/8757850692200326261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2012/01/belajar-dari-konflik-tegalrejo.html' title='Belajar Dari Konflik Tegalrejo'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-8466199432936768546</id><published>2012-01-09T21:04:00.000-08:00</published><updated>2012-01-09T22:03:27.498-08:00</updated><title type='text'>HAMPIR TIGA BULAN AKU TERBARING...</title><content type='html'>"Pulanglah...." ujar Ibuku setengah berteriak lewat telpon genggam, "belum Bu, lihat kondisi akhir-akhir ini udah lumayan bagus, udah bisa makan bubur" jawabku. Memang kondisiku sejak resign dari tempat kerja cenderung menurun, tensi darahku labil, hampir 90 hari aku merasakan sakit yang tak jelas, panas tinggi namun tensi normal.Pernah merasakan dingin seperti masuk kotak pendingin, namun berkeringat sebesar biji Jagung. Tak tahu apa gerangan penyakit menyerang. Aku merenung setiap perkataan dan perbuatan ketika bekerja, hubungan dengan kerabat, orang dan sebagainya, rasanya tak ada yang membuat orang lain sakit hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak terbaring, aku lebih banyak nonton televisi, membaca koran dan menunggui istri yang bekerja, untunglah masih bisa masak,dan melakukan pekerjaan rumah lainnya, "Sudahlah yang penting bisa sedikit menggerakan otot-otot," gumamku. Menurut orang tuaku, walau sakit seberat apapun, Aku tetap memaksakan diri bekerja, samp[ai benar-benar tidak mampu bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit Siklus&lt;br /&gt;Sejak 1992, sakit tak pernah Aku alami lagi. Namun akhir 2011, merupakan ujian terberat setelah aku menikah, istriku tidak kaget, karena sudah aku ceritakan perihal kondisi badanku. Dia sangat siap, walau sekali-sekali aku melihat kejenuhan di raut mukanya, bekerja sampai malam, kalau pulang menunggui suami sakit. Sungguh pekerjaan yang tidak mengenakan. Pekerjaan yang tidak pernah dicita-citakiannya sejak kecil. Namun menurutnya inilah ujian awal pernikahan kita, "Maafkan abang, lalu sakit begini,", " Tak apa abang istirahat yang cukup, dan minum obat teratur biar cepat sembuh, jangan pikirkan pekerjaan," ujarnya lirih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengandung&lt;br /&gt;Ditengah sakit mendera, suatu pagi aaku terbangun karena istriku pagi-pagi sekali ke kamar mandi, sebuah kebiasaan yang jarang dilakukannya, setidaknya setelah menikah. Kami sering bermalas-malasan di tempat tidur sambil bercanda dan menyusun rencana hidup, kalau bangun pagi, bertukar cerita mimpi malam dan mengungkapkan impian. "Bang, positif...!," ujarnya sambil menunjukan alas tes manual padaku yang masih berselimut. Syukurlah gumamku dalm hati, ternyata kerja kerasku selama ini membuahkan hasil. Berarti sembilan bulan ke depan aku tak boleh sakit apalagi sampai terbaring seperti ini. Senyum merekah dalam hatiku, seolah ingin sembuh waktu itu, namun tidak berdaya, aku tetap saja merasakan dingin dan pusing serta mual. Untuk memastikan, kami ke Bidan di kampung itu, dan hasilnya benar-benar positif, istriku diberi secarik kertas dari bekas bungkusan susu, sementara buku KMS belum ada. Kami pulang, dalam balutan jaket, hatiku tersenyum, ya tersenyum saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merry Christmas Lemas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari menjelang Natal, kami memutuskan pulang ke Kembayan, kampung istriku. Aku lebih dulu diantar kerabat yang kasihan melihat kondisiku semakin memburuk. Badanku turun 15 kilogram. Kumisku tak terawat apalagi rambut dan aroma badan, benar-benar gembel. Aku memaksakan untuk mandi agar aroma di dalam Mobil tidak terlalu menyengat. Jam 12.00 aku diantar ke tempat mertua, di sana masakan dan minuman hangat serta minyak urut siap, namun makanan tak satupun aku sentuh, aku muntah lagi dan terbaring hingga malam menjemput. Ibu mertua memasakan bubur namun sekin sendok dimakan begitu juga keluar, sepertinmya siklus lancar, lalu ke Puskesmas, tukang urut dan sebagainya dilakukan, ketika istriku menyusul liburan. 24 Malam kami menikmati natal, aku sempat mengantar istri ke salon, lagi-lagi ibu dikampung menelpon dan minta Aku pulang untuk berobat, Aku oke-kan selesai Natal, karena aku ingin melewati liburan natal bersama istri tercinta, ini moment pertama setelah pernikahan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku membelikan Kemeja bermerek lengan panjang, harganya lumayan, karena merek terkenal. Kemeja kesukaanku. Dia membeli gaun mini kesukaanku, yang setiap kejakarta aku belikan. Kali ini Krem warnanya dia beli bersama kemejaku. Kami ingin memakainya bersama hari Kelahiran Yesus Kristus. Aku senang, dalam sakit mendera aku tersenyum dan mengecup kening istriku di kamar, "terima kasih sayang'" tak terasa bulir bening keluar dari sudut mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam tanggal 25 aku ke Gereja bersamanya, menggunakan batik Pink dia senang, tersenyumdan memelukku, namun suasana hatiku tidaktenang karena balutan penyakit, aku selalu keringat dingin, namun berusaha tidak membuatnya kecewa, "Paling tidak malam ini," gumamku. Aku berusaha duduk didekatnya, kami duduk didekat pintu masuk, Perayaan Natal berjubel. Ukuran gerejayang tak sebanding membuat umat, termasuk aku tidak nyaman. Harusnya natal digereja baru persis di depan rumah, namun gereja yang dibangun mirip gereja-gereja di Eropa tersebut belum selesai, sehingga Gereja sementara yang hanya menampung 100 orang digunakan. Aku tidak konsentrasi, aku keluar gereja dan duduk di teras Puskesmas yang kebetulan berhadapan. banyak yang menyalami dan menegurku, menanyakan kondisi serta kabar, karena kami menikah Gereja di Kembayan, orang-orang di situ banyak mengenaliku, karena wajah sedikit unik, pucat tanpaekspresi, apalagi kalau bukan Demam tak tentu rudu, namun kupaksakan tersenyum biar mereka tak kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah komuni aku putuskan ajak istriku pulang, biar tidak terlalu malam, aku (*maaf)muntah lagi tiba di rumah, kembali ke tempat tidur kupikir menjadi pilihan tepat. Pagi, ingin aku sembahyang karena istriku sudah bangun, dia sudah di depan kaca, mengajakku sembahyang, aku bangun dan mandi, menggigil yang aku rasakan, bulu-buluku merinding. Aku paksakan memakai baju kemeja yang dibelinya, kusemprot minyak wangi, kupasang sepatu, kami ke gereja, Gaun Krem membuatnya semakin cantik walau sedang hamil. Sampai di ruang tamui aku teduduk, aku mau pingsan, mukaku dingin, badanku meriang aku terduduk di kursi tamu, istriku trerlihat kecewa, "Yang, kita pakai di rumah saja ini pakaian, abang tidak kuat," Sangat berat hatinya untuk mengiayakan namun apa mau dikata, aku tidak bisa bangun, Aku minum air putih dan mencoba bangun menuju ruang TV di lantai atas, dan terbaring di sana. Selamat Natal 2011 gumamku, mimpipun menjemput, demam kembali menyerangku, panas tinggi, sehingga kompres keningku selalu kering dan berkali-kali dibasahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berobat&lt;br /&gt;Tiga hari setelah perayaan Natal, aku pulang kami menyewa Mobil, karena istriku tidak boleh banyak bergerak, perutnya semakin membesar, dia juga sekali-sekali mual. Kami kembali ke Pusat Damai, aku langsung ke Kangking, Ketapang. Empat jam jaraknya, membuat kondisiku semakin memburuk, aku tak bisa tersenyum, bahkan pandanganku kabur, kepalaku berdenyut, leherku seperti ada yang memukuli, telapak kakiku seperti menginjak bongkahan es, ah kenapa badan ini. Aku berusaha, ke kampung, naik motor hujan sampailah di Kangking tanah kelahiranku. Ibu dan bapak serta kerabat yang harap-harap cemas tersenyum kecut melihat kondisiku, yang sudah pucat pasi, segera Ibu memasak bubur, bapak mencari ramuan. Tak kuhiraukan pesta pernikahan di Rumah sebelah, yang juga kegaduhan karena kedua mempelai pingsan setelah pemberkatan, hampir satu hari mereka bergelut dengan kecemasan, kedua mempelai tidak sadar, hingga tengah malam kudengar alunan musik dangdut menggema pertanda keduanya sudah sadar, mungkin lagi 'belacek'. Aku tak bisa tidur, dingin menyelimuti, mebngalahi ketebalan selimutku. Bapak dan Ibu serta keluarga tidur bersamaku,malam itu mimpi buruk dan ketakutan menyelimutiku. Ketakutan akan kematian, ketakutan akan penghakiman di akhirat karena aku tak mampu melawan penyakit, aku gampang menyerah, aku tidak kuat menghadapi hidup, kalah dari orang cacat, orang buta, orang miskin. Aku mulai ingat akan Tuhan, dan berdoa, "Tuhan kalau boleh, beri aku kesempatan untuk hidup kembali aku akan membahagiakan istri anak dan keluarga ku, serta memujiMU," Rosario hadiah pernikjahan tidak pernah hilang di tanganku. Istriku selalu aku ingatkan agar membawa benda tersebut kemanapun pergi termasuk ke alam mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim buah, membuat seleraku bangkit, bubur yang dimasak selalu ku lahap, orang kampung silih berganti memberi dorongan, ada yang memberi ramuan, dan aku seduh dengan air panah di dalam buluh, kuminum setiap hari tiga kali, dua sampai tiga hari selera makanku bertambah, buah-buah aku lahap, namun mungkin selamanya aku akan bersahabat dengan Kunyit, Serai dan Cabe, bumbu yang selama ini aku musuhi, tak bisa ku santap lagi. Selamat datang 2012.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-8466199432936768546?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/8466199432936768546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=8466199432936768546' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/8466199432936768546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/8466199432936768546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2012/01/hampir-tiga-bulan-aku-terbaring.html' title='HAMPIR TIGA BULAN AKU TERBARING...'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-2170535004512778086</id><published>2011-06-12T01:07:00.000-07:00</published><updated>2011-06-12T01:23:37.985-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hati-hati dengan hatimu'/><title type='text'>Demi Kau dan Sibuah Hati (Tak) Terpaksa Aku Harus Begini...</title><content type='html'>Tangan ku tak lincah lagi, oretan pena yang tak lagi lentur, setelah sekian lama meninggalkan dunia tulis-menulis. Setiap saat hasrat muncul, menulis yang terlihat dan dirasakan, ingin mengoret pena namun selalu saja iba tak kuasa. Masalah perut yang membuat aku menjadi begini, seolah tidak mau lagi kata idealisme, hiruk-pikuknya kota, glanmournya para penguasa, nikmatnya setiap sudut warung kopi.&lt;br /&gt;Aku tak bisa hidup dengan idealisme, omong kosong, anak istriku mau makan apa?, gumam ku suatu ketika, profesi ini sangat mulia, indah dan disukai rakyat dibenci orang berdosa, takut saja aibnya terbongkar di publik. Namun lebih dari itu, kehidupan hanya satu kali, nasib diri sendiri ditentukan tangan sendiri, pena memang bisa merubah nasib, namun manusia selalu menghalanginya. Nasib…ah…hanya kata yang membuatku muak dengan idealism semu, yang dibalut kemunafikan, kotor namun terlihat tak bercela. Puih….!&lt;br /&gt;Asa ku berubah ketika mataku terbelalak melihat kawan-kawan yang sudah jauh melangkah, mengendarai nasib, bukan dikendarai nasib. Sampai akhirnya aku putuskan untuk merubah jalur, berkendara dengan sedikit kemunafikan, merusak, menipu entah apapun nama yang disematkan bagiku, tak peduli. Saat ini aku hanya ingin keluargaku tak kencang dengan hidupmengkritik, tak kenyang hanya hidup dengan mencela, jadilah pelaku hidup, meski dicaci maki, tak hanya mulut dan tangan yang bicara tapi hati dan perbuatan adalah aksi nyata untuk berbagi kebahagiaan, bukan kebahagiaan semu lho. Bisa juga disebut mengikuti jejak tikus-tikus negeri yang mencuri uang di brankas negari kemudian menikmatinya di belahan dunia lain, Singgepor (Singapura), Malay, London bahkan Amerikano,Spanyola, Baliano (Bali bah eh).&lt;br /&gt;Menguasai ilmu jurnalistik berarti menguasai dunia, namun penguasa para jurnalis secara nyata menguasai dunia, bisa keliling dunia bahkan membeli sebagian dunia. Lihat saja, lobinya sampai mendirikan partaipun bisa. Disini sebenarnya hati nurani semakin hilang, saat tujuan sudah dibalut kepentingan, saat idealism sudah beralih ke kepentingan perut, ya… serakah jadinya.&lt;br /&gt;Jika situasi seperti ini, mari kita sama-sama munafik, sama-sama menjual diri, sama-sama merusak tatanan negeri yang kita ukir lewat moncong peluru para pahlawan. Sudahlah terlalu banyak ngawur saya menulis…ini hanya kegusaran hati melihat pekerjaan menumpuk, bingung mau marah dengan siapa…? Selamat bermain dengan idealisme..jangan marah, namanya juga omong kosong, hargai hidup berusahalah selagi bisa. Betul…?!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-2170535004512778086?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/2170535004512778086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=2170535004512778086' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/2170535004512778086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/2170535004512778086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2011/06/demi-kau-dan-sibuah-hati-tak-terpaksa.html' title='Demi Kau dan Sibuah Hati (Tak) Terpaksa Aku Harus Begini...'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-3356437571541895795</id><published>2010-11-30T02:05:00.000-08:00</published><updated>2010-11-30T02:08:53.670-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='feature'/><title type='text'>Seminar Guru di Menjalin Dari Kekurangan Lokal Sampai Studi Banding</title><content type='html'>Hentakun&lt;br /&gt;Borneo Tribune, Menjalin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala keluh kesah ratusan guru tertumpah pada pemimpin mereka, karena ke mana lagi pahlawan tanpa tanda jasa itu mengadu.&lt;br /&gt;Dalam seminar pendidikan bertajuk ‘Memahami peran strategis guru dalam mewujudkan guru profesional bermartabat dan sejahtera’, yang dilangsungkan di Aula Gereja Katolik Paroki Menjalin Kabupaten Landak, Kamis, (25/11), rbuan guru dipersilakan bertanya mengenai apa saja terhadap pembicara, yang diantaranya Bupati Landak, Adrianus Asia Sidot.&lt;br /&gt;“Anggota DPR boleh studi banding, mengapa kami tidak boleh, kami juga ingin melihat langsung bagaimana rasanya naik Kereta Api sehingga kami bisa menjelaskan ke peserta didik apa dan bagaimana Kereta Api, begitu juga Pesawat Terbang, atau kendaraan yang tidak ada di Kalbar, karena selama ini kami menjelaskan hal tersebut juga hanya mengandai-andai,” terang Damianus (45) Guru SD Sepahat Kecamatan Menjalin.&lt;br /&gt;Ada juga permintaan perwakilan Guru Kecamatan Kuala Behe, agar guru-guru yang dari luar tidak diberi kemudahan pindah sebelum masa pengabdian sepuluh tahun, karena akan merepotkan guru asal setempat dalam mengatur penjadwalan pembelajaran&lt;br /&gt;Selain itu, keluhan terhadap ruang kelas yang kurang sehingga satu kelas mencapai 60 siswa, hal tersebut menyulitkan guru untuk menyampaikan materi pembelajaran. Beberapa keluhan lain semua ditumpahkan&lt;br /&gt;Tak pelak lagi, Bupati ketika itu mesti menyandang tugas ganda, disatu sisi menjawab pertanyaan ilmiah dalam konteks sebagai narasubner, di sisi lain menjawab keluhan guru-guru. Praktis saja solusi bisa mereka temukan, segala pertanyaan dan keluhan tuntas terjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Komitmen&lt;br /&gt;Keinginan untuk menjadi Kabupaten terdepan dalam hal kemajuan menjadi sebuah komitmen. Sejak menjadi Kabupaten tahun 1999 Landak yang beribukota di Ngabang mulai berbenah. Kabupaten yang dijuluki kota Intan itu, sejak kepemiminan H. Agus Salim sebagai Bupati, Kemudian Cornelis yang kini menjadi Gubernur Kalbar, menunjukan kemajuan pesat.&lt;br /&gt;Bupati Landak, Adrianus Asia Sidot, menuturkan, awal berdirinya kabupaten Landak 10 tahun lalu, begitu tertinggal, artinya begitu sedikit yang yang  anggaran dari Pemerintah Kabupaten Pontianak yang menjadi kabupaten induk.&lt;br /&gt;Infrastruktur memprihatinkan, sarana prasarana pendidikan, irigasi, pertanian semuanya perlu pembenahan, “Ketika Saya menjadi Kepala Dinas pendidikan, rumah sekolah banyak yang roboh karena kondisi yang rusak, sehingga ketika mejadi Kabupaten sendiri, Pemkab Landak kewalahan membangun dan memprioritaskan sarana dan prasarana mana yang mesti didahulukan karena keterbatasan,” terang Adrianus.&lt;br /&gt;Menjadikan sumber daya manusia (SDM) Landak yang Cerdas adalah cita-cita Adrianus, menurutnya jika manusia cerdas maka pembangunan pun akan lebih baik. Ketika Cornelis menjadi Bupati periode pertama, pembangunan infrastruktur mulai dirintis, termasuk sarana prasarana pendidikan dan pembangunan lainnya, nuansa artistik di setiap bangunan pemerintah menjadi ciri khas tersendiri, gedung DPRD dan kantor Bupati yang dirancang mirip Rumah Betang Suku Dayak.&lt;br /&gt;Rintisan tersebut dilanjutkan periode Adrianus Asia Sidot, program utama pembangunan yang diprioritaskan bidang pendidikan. Doktor lulusan Universitas Padjajaran Bandung itu, komitmen mencerdaskan sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Landak, karena menurut Dia, SDM modal utama. Tahun 2000, ketika dirinya menjabat Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Induk, telah memprioritaskan pendidikan, karena melalui pendidikan suatu daerah bisa maju.&lt;br /&gt;“Saat itu ada sejumlah 387 SD yang 70 persen kondisinya  rusak berat malah ada bangunan roboh. Saya berfikir, bagaimana memobilitas dana untuk memperbaiki gedung sekolah itu?” tutur ayah tiga anak itu.&lt;br /&gt;Laki-laki penggemar off road itu secara perlahan membangun sarana dan prasarana pendidikan ketika sudah menjadi Bupati, sehingga 2009, seluruh sekolah yang rusak diperbaiki, jumlahnya bertambah menjadi  422 unit.&lt;br /&gt;Tidak hanya Sekolah Dasar yang mesti diperhatikan, pendidikan anak usia dini juga perlu disentuh, saat itu hanya ada 1 (satu) Taman Kanak-Kanak (TK) di Ngabang, saat ini sudah berkembang ada 1 TK Pembina di setiap kecamatan. Selain juga dibangun SMP (Sekolah Menengah Pertama) yang pada saat itu hanya ada 20 SMP Negeri  dan Swasta, sehingga tidak menjangkau pedalaman.&lt;br /&gt;Kini, kata suami Bernadeta itu, di seluruh ibukota kecamatan diupayakan ada 2 SMP Negeri. Bahkan hingga desa-desa terjauh diupayakan pembangunan SMP Negeri. Begitu juga dengan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), tahun 2000, hanya ada 5 SMA Negeri di Kabupaten Landak, sekarang sudah ada 20 SMA dan 4 SMK Negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan Mendesak&lt;br /&gt;Selain infrastruktur pendidikan yang diperbaiki yang perlu ditingkatkan juga adalah kualitas guru. Untuk tenaga pengajar, diutamakan  lulusan Strata satu. Guru-guru SD yang belum SI ditingkatkan pendidikannya menjadi SI, baik melalui in job training (pendidikan guru dalam jabatan) dan in house training (tugas belajar).&lt;br /&gt;Agaknya, Adrianus, sudah mengantisipasi pensiunan massal guru-guru Inpres tahun 1970-an, sehingga pembukaan formasi calon pegawai negeri sipil tahun ini tenaga kependidikan sebanyak 110 orang dan tenaga kesehatan 65 orang. Cara lain untuk persiapan  dengan memberikan beasiswa kepada guru-guru untuk tugas belajar ke universitas-universitas berkualitas, seperti Universitas Pendidikan Indonesia-Bandung,  Universitas Kristen Satya Wacana -Salatiga, Uiversitas Negeri Yogyakarta-Yogyakarta. Saat ini jumlah penerima beasiswa 800 orang.&lt;br /&gt;Selain guru-guru, ada juga pelajar dengan pilihan ilmu kedokteran dan pertanian.  Beasiswa ini menelan anggaran sebesar Rp.12 Miliar setiap tahunnya. Untuk membiayai ini, Pemkab mengalokasikan dana pendidikan hingga 30 persen dari total APBD. Untuk menghindari kegagalan program beasiswa ini karena gugurnya peserta di tengah studi, maka Pemkab akan memperketat proses seleksi penerimaan, walau tetap memprioritaskan guru-guru.&lt;br /&gt;Meningkatkan mutu sekolah menjadi hal mutlak di Landak, maka, kata Adrianus, Pemkab berupaya mengarahkan agar terciptanya daya saing antar sekolah, “ Dengan menciptakan kompetisi antar sekolah dimana ditekankan ciri khas unggulan sekolah,” ujar Adrianus. Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa sekolah tidak mutlak hanya menekankan pada  prestasi akademik saja. Tetapi juga aspek lain unggulan sekolah, misalnya seni dan olahraga. Semua ini bisa tercapai jika sekolah juga sedikit mandiri dengan memobilisasi dana dari siswa. Walau agak sulit untuk diaplikasikan pada sekolah-sekolah di pedalaman dimana pendapatan masyarakat nya masih rendah, namun secara bertahap mulai dikembangkan.&lt;br /&gt;Saat ditanyakan soal arah pendidikan di Kab.Landak dimasa depan, Adrianus mengatakan bahwa, pendidikan terutama lanjutan atas akan fokus pada membangun  SMK (sekolah Menengah Kejuruan). Terutama berbasis pertanian dan tidak terlalu variatif dalam jurusan yang tersedia  sehingga SMK tersebut efisien dan fokus pada kesiapan keterampilan lulusannya, “Saat ini, saya minta guru-guru memperkuat SMK,” jelas Adrianus.  Agar efisien dalam anggaran, SMK disediakan sesuai arah pembangunan Kabupaten Landak, misal SMK jurusan pertambangan, pertanian atau otomotif sesuai merk mesin yang ada di pasaran.&lt;br /&gt;Untuk pendidikan tinggi, Kab.Landak sedang berupaya membangun politeknik-politeknik yang lulusannya akan berguna di Kab.Landak, semisal Politeknik Pengembangan air minum (kimia terapan) atau perrtanian, perkebunan dan otomotif.&lt;br /&gt;Keluh kesah kaum umar Bakri itu, hanya ingin agar cita-cita bersama menjadikan Landak terdepan dalam pengembangan mutu SDM terwujud.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-3356437571541895795?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/3356437571541895795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=3356437571541895795' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/3356437571541895795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/3356437571541895795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2010/11/seminar-guru-di-menjalin-dari.html' title='Seminar Guru di Menjalin Dari Kekurangan Lokal Sampai Studi Banding'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-5114715462963723965</id><published>2010-11-30T01:59:00.000-08:00</published><updated>2010-11-30T02:02:38.508-08:00</updated><title type='text'>Frederika: Profesi Guru Itu Mulia</title><content type='html'>Hentakun&lt;br /&gt;Borneo Tribune, Menjalin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moment peringatan Hari Guru di Menjalin menjadi kenangan tersendiri bagi Frederika Cornelis.&lt;br /&gt;"Saya hadir di sini karena saya juga guru, jadi saya sangat menghargai profesi ini karena sangat mulia," terang Frederika Cornelis yang juga mantan guru yang kini menjabat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, ketika menghadiri upacara peringatan Hari Guru se Kabupaten Landak di Kecamatan Menjalin, Kamis (25/11), Frederika juga mengenakan batik khas PGRI, putih berukir coklat.&lt;br /&gt;Bertindak sebagai inspektur Upacara Bupati Landak Adrianus Asia Sidot. Ribuan guru memenuhi lapangan bola Pastoran Paroki Menjalin tersebut.&lt;br /&gt;Era modern ini, menurut Frederika, guru mestilah meningkatkan kualitas menjadi guru yang bersertifikasi, dan menjaga loyalitas dalam melaksanakan tugas.&lt;br /&gt;Dia berharap tidak ada guru yang pindah atau mengeluh ketika bertugas di daerah terpencil atau di daerah terjauh dari pusat kota, karena pekerjaan guru itu mulia mencerdaskan kehidupan bangsa, maju mundurnya generasi sebuah daerah tergantung bagaimana peran para guru.&lt;br /&gt;Namun demikian, dia mengharapkan pemerintah dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah untuk lebih teliti dalam menempatkan guru dalam penugasan, apalagi dalam waktu yang lama, terutama guru perempuan atau suami istri yang seprofesi guru, "Agar jangan sampai baru setahun bertugas lalu minta pindah, jadinya tidak efektif," terang Frederika.&lt;br /&gt;Ibu dua anak itu tidak menampik jika ada guru yang mencari penghasilan tambahan, namun dia berharap jangan sampai melalaikan tugas utama sebagai pendidik, apalagi sekarang guru itu profesi. "Kita berharap jangan ketika jam mengajar lalu mengojek," tukas Frederika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana Introspeksi&lt;br /&gt;Sementara itu, Bupati Landak Adrianus Asia Sidot meminta momentum Hari Guru dijadikan para guru sarana intropeksi diri untuk perbaikan sumbangan pendidikan bangsa.&lt;br /&gt;"Jadikan momentum ini sebagai introspeksi. Mudah-mudahan guru mampu dan terus memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” kata Adrianus.&lt;br /&gt;Menurut Adrianus, ada tiga hal yang penting dalam momentum Hari Guru dan HUT PGRI, yakni pertama merupakan momentum yang tepat untuk merenungkan atau merefleksi diri terhadap perjalanan langkah panjang yang telah dilalui.&lt;br /&gt;Kedua, bersama refleksi tersebut adalah upaya untuk introspeksi atas langkah-langkah yang selama ini telah dilakukan.&lt;br /&gt;Ketiga, sebagai upaya untuk menatap masa depan yang lebih baik atau cita-cita luhur seperti saat digagasnya nilai-nilai yang kini dijadikan tonggak peringatan hari guru nasional.&lt;br /&gt;"Dengan peringatan ini, kami mengharapkan dukungan aktif seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan mengoptimalkan peran guru sesuai dengan tema peringatan tahun ini adalah memacu peran strategis guru dalam mewujudkan guru yang profesional, bermartabat dan sejahtera," tegas Adrianus.(Antara)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-5114715462963723965?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/5114715462963723965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=5114715462963723965' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/5114715462963723965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/5114715462963723965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2010/11/frederika-profesi-guru-itu-mulia.html' title='Frederika: Profesi Guru Itu Mulia'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-4030321987679731279</id><published>2010-09-01T02:29:00.000-07:00</published><updated>2010-09-01T02:54:48.719-07:00</updated><title type='text'>Tulisan kawan Dari Bonn</title><content type='html'>Ditulis: Gero Simone, Bonn University Germany&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda tertembak oleh seorang eks polisi“, Hentakun menerima pesan singkat atau SMS hari itu. Hentakun adalah wartawan Borneo Tribune di Pontianak, setiap hari ia mencari story yang menarik.&lt;br /&gt;Saat itu ia berada di kantor Gubernur. Setelah membaca SMS HP-nya di masukkan kembali ke saku celananya, karena masih mengikuti pertemuan tentang HIV/AIDS di ruang Wakil Gubernur.&lt;br /&gt;Kerja wartawan seperti itu rumah tangga yang pagi-pagi pergi ke pasar membeli bahan-bahan kebutuhan dapur untuk keperluan menyiapkan makanan. Begitu pun bahan-b&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/TH4iXBg6mlI/AAAAAAAAAWo/bUuzck8d3lg/s1600/IMG00085-20100812-1350.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 230px; height: 173px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/TH4iXBg6mlI/AAAAAAAAAWo/bUuzck8d3lg/s320/IMG00085-20100812-1350.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511880772886895186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ahan berita atau story di dapur Borneo Tribune merupakan liputan wartawan yang sehari-harinya bertugas di lapangan. Mereka berangkat awal dan pulang ke kantor siap dengan bahan berita yang penting untuk dituliskan.&lt;br /&gt;Sekira jam lima pagi sambil Hentakun pergi jogging, dia memikirkan tema yang mana bagus untuk ditulis. Hari ini Hentakun berdiri di tengah-tengah wartawan lain di ruang rapat Wakil Gubernur. Dengan bloknot dan HP untuk merekam dia mewawancarai Christiandy Sanjaya. Raut wajah Hentakun sangat serius. Dia mesti mengejar waktu karena Wakil Gubernur mempunyai jadwal padat.&lt;br /&gt;„Meski demikian yang terpenting untuk wartawan“, kata Hentakun, „adalah sopan dan hormat. Sebab bila asas pergaulan tidak diperhatikan, maka narasumber tidak mau menjawab pertanyaan saya lagi.“&lt;br /&gt;Sehari sampai tiga janji dipegangnya. Oleh jaring-jaring teman wartawannya dia selalu diberitahukan. Karena itu penting sekali merawat kontak-kontak. „Lagipula perlu fleksibel, profesional dan disiplin“, Hentakun menambah, „Rupanya watak wartawan beragam sekali.“&lt;br /&gt;Kira-kira jam lima sore kantor Borneo Tribune sudah terlihat ramai. Satu persatu wartawan tiba di kantor dan mulai menyiapkan bahan beritanya. Biasanya, sebelum seseorang mengetik sesuatu ke dalam komputer atau laptopnya, mereka membaca beberapa koran dulu, melihat apa yang ditulis oleh persaingan dari media lain.&lt;br /&gt;Hawad Sriyanto menetapkan untuk tema-tema ekonomi. Pula dia mempelajari beberapa koran seperti Kompas atau Majalah Tempo sebelum dia start dengan menulis. Setelah membaca, sejenak Sriyanto mendiskusikan tulisan di koran tersebut. Mereka bisa mengangkat angle lain yang belum ditulis di koran itu yang bisa disampaikan ke pembaca.&lt;br /&gt;Tadi pagi dia pergi ke pasar untuk mencari informasi dari sumber pertama. „Saya sering ke sini karena penjual merasa perubahan ekonomi, seperti kenaikan harga kebutuhan pokok paling cepat,“ kata Sriyanto.&lt;br /&gt;Sekarang semua bahan-bahan sudah diurus dan tahap masak akan mulai. Segala papan tombol jari di kantor berpijar. Setiap wartawan menulis tiga sampai empat berita sehari. Penting bawah penulis mempunyai keahlian jurnalistik. Seorang wartawan harus mengetahui bermacam-macam tulisan seperti strike news, feature atau comment.&lt;br /&gt;Khususnya pada tema-tema ekonomi mesti menjelaskan hubungan kompleks untuk pembaca supaya dimengerti. „Saya lebih senang bila bisa menyelesaikan masalah atau memberikan solusi untuk orang-orang. Itu menyejukkan hati saya,“ kata Sriyanto.&lt;br /&gt;Seperti itu &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/TH4hXb7hTHI/AAAAAAAAAWg/8FW00soU66U/s1600/hormat+bendera-foto+Hentakun.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 137px; height: 274px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/TH4hXb7hTHI/AAAAAAAAAWg/8FW00soU66U/s320/hormat+bendera-foto+Hentakun.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511879680466177138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;banyak berita baru lahir dari pena-pena 30 wartawan yang bekerja untuk Borneo Tribune disebar utuh di Kalbar. Berita yang diisi dengan peristiwa hari itu. Tetapi karena jumlah halaman terbatas tidak semua berita bisa masuk koran.&lt;br /&gt;Mana saja berita yang layak masuk menurut Andry, yang sudah bekerja sejak Borneo Tribune didirikan tahun 2007. Sebelum menjadi wartawan, dia adalah aktivis mahasiswa dan sering melakukan demonstrasi. Barangkali sesuai perjuangannya, maka dia ditunjuk sebagai redaktur pelaksana.&lt;br /&gt;„Sekarang saya berpikir baginya menulis lebih baik dari triakan seribu orang. Karena itu saya memulai sebagai wartawan di Borneo Tribune,“ kata Andry.&lt;br /&gt;Hari ini dia yang memperbaiki dan membumbui berita lagi. Selain editing dia pula memilih tulisan mana yang masuk ke halaman tertentu. Borneo Tribune terbit dengan 16 halaman.&lt;br /&gt;Andry mengaku bahwa dia merasa seperti wartawan setiap kali dia keluar rumahnya: „Saya cuman bisa bersantai dan adalah ayah di tengah-tengah keluarga saya.“ Karena tanggung jawab redaksi ada di pundaknya.&lt;br /&gt;„Saya sangat senang bekerja untuk Borneo Tribune karena saya dapat mengekspresikan diri saya. Kami juga bebas disini. Saya bisa menulis atau mengritik yang kumau. Akhirnya kritis penting sekali untuk mengubah segala kekurangan,“ kata Andry.&lt;br /&gt;Bila sebuah koran yang hanya ada tulisan saja akan bosan sekali. Maka disini foto-foto merupakan komponen hakiki di Borneo Tribune. Biasanya wartawan sendiri yang memotret langsung di tempat liputan.&lt;br /&gt;Disamping mengandalkan fotograper seperti Ulla Asri. Dia pergi setiap hari untuk mencari tema-tema yang menarik. „Sekarang Ramadan. Jadi sekarang tidak banyak acara dan saya sendiri perlu menjadi kreatif,“ katanya.&lt;br /&gt;Tahap berikutnya menyatukan tulisan dan foto-foto. Malam semakin larut, setelah melakukan editing, Andry menunggu layout bekerja. Pekerjaannya membuat berita-berita berselera. Setiap layouter menanggani tiga sampai empat halaman dalam satu edisi.&lt;br /&gt;Umumnya para layouter belajar secara autodidak. Fakun yang paling berpengalaman. Sudah hampir 20 tahun dia bekerja sebagai layouter. Dia bergabung sejak awal di Borneo Tribune. Fakun yang mendesai lengkap rupa Borneo Tribune.&lt;br /&gt;Simbol koran ini pula idenya. „Burung itu khas untuk Kalimantan (Borneo) dan melambangkan kesetiaan dan kegagahan,“ katanya.&lt;br /&gt;Bagaimana penyiapan sampai ke tangan pembaca? Proses terakhir adalah pencetakan dan pengiriman. Di lantai bawah ada mesin cetak koran dengan ukuran besar sekali.&lt;br /&gt;Jam 11 malam koran mulai dicetak. Sebelum dicetak, setiap halaman dipasang di plat. Tiap malam raksasa itu bisa melahap 11,3 kilometer kertas. Itu kira-kira 80 kilometer per minggu, rute dari Pontianak ke Mempawah.&lt;br /&gt;Pada jam satu malam akhirnya edisi baru sudah siap edar. Berita Hentakun tentang HIV/AIDS muncul sebagai tema top di halam depan. Lebih dari setengah hari yang lalu waktu dia mewawancarai Wakli Gubernur.&lt;br /&gt;Hentakun tidak mengetahui semua itu. Dia pulas di tempat tidurnya. Karena empat jam lagi dia akan membangun dan memikirkan tentang apa yang disajikan kepada pembacanya. Begitulah seterusnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-4030321987679731279?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/4030321987679731279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=4030321987679731279' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/4030321987679731279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/4030321987679731279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2010/09/tulisan-kawan-dari-bonn.html' title='Tulisan kawan Dari Bonn'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/TH4iXBg6mlI/AAAAAAAAAWo/bUuzck8d3lg/s72-c/IMG00085-20100812-1350.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-2784686794090728875</id><published>2010-08-19T03:51:00.001-07:00</published><updated>2010-08-19T04:11:26.448-07:00</updated><title type='text'>Nasihat Seorang Calon Apoteker</title><content type='html'>Hentakun  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Borneo Tribune, Pontianak&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“…Entah apakah benar aku sudah bertindak bijaksana atau Panna? Mencoba mempertimbangkan baik buruknya suatu tindakan. Atau mungkin aku sudah mewujudkan cinta kasih atau Metta? Mencoba menyelamatkan nyawa si bayi. Aku terus melamun sambil memikirkan tindakan yang telah kulakukan. Bahkan tiba-tiba aku teringat kutipan bait suatu sutta: sebagaimana seorang ibu menyelamatkan putra tunggalnya. Hahaha, sepertinya sudah ngawur. Aku menertawakan diri sendiri karena terlalu mengaitkan ini itu. Sepertinya aku harus banyak bertanya ke Bhante Mon. Aku tersenyum sendiri membayangkan kemungkinan ekspresi Mon atas sedikitnya pengetahuan Dhamma-ku…” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam agama Bu&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/TG0NsW_XG4I/AAAAAAAAAWY/8PYJJADVRdI/s1600/DSC06935.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 306px; height: 230px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/TG0NsW_XG4I/AAAAAAAAAWY/8PYJJADVRdI/s320/DSC06935.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507072975080725378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dha, Panna (dibaca pannya) artinya kebijaksanaan, Metta artinya cinta kasih.Penggalan cerita pendek (Cerpen), di atas, berjudul, ‘Sebuah Cerita Dari Apotik’, mendapat Award Pesta Perak Dharma Suci tingkat nasional, ditulis Vita Felicia, gadis kelahiran Pontianak 21 Desember 1988, adalah kakak kandung pelukis Internasional asal Kalbar, Bryan Jevoncia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Vita, begitu Dia dipanggil, adalah sarjana farmasi yang sekarang kuliah profesi apoteker di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Universitas itu adalah universitas Katolik milik Ordo Serikat Yesuit. Dituturkan Vita, ide cerpen ini muncul dari kuliah tentang penyalahgunaan obat dan pengalaman nyata. Jelas seperti dalam penggalan cerpen, yang menceritakan seorang laki-laki membeli obat maag dengan alasan untuk anaknya yang sakit, kemudian giliran seorang perempuan juga, yang membeli obat maag dengan merek Cytotec, namun si ‘Aku’ dalam cerpen itu tidak mau memberikan lantaran curiga kalau obat maag yang dibeli bukan untuk mengobati maag namun untuk aborsi. Cytotec adalah merk dagang obat yang mengandung zat aktif misoprostol dengan indikasi maag, namun dapat menyebabkan keguguran pada wanita hamil. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Terpanggil untuk menyelamatkan janin setidaknya untuk beberapa waktu, Si ‘Aku’ memberikan obat merek lain dengan khasiat sama yakni Sotatic. Obat tersebut adalah merk dagang obat yang mengandung zat aktif metoklopramid, dengan indikasi untuk mual dan muntah, aman bagi wanita hamil, namun wanita dan pria tersebut menolaknya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam Cerpen tersebut juga diceritakan tentang seorang wanita yang membeli kondom bersama seorang pria. Secara tersirat, Cerpen ini menceritakan keadaan yang sebenarnya, sebuah kritik sosial tajam terhadap prilaku manusia masa kini terutama di kota besar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Godaan Duniawi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Dari cerpen itu, saya ingin, bila apoteker yang membaca, mereka akan sadar. Bila orang awam yang baca, mereka bisa melihat sosok apoteker sebenarnya. Oh, apoteker yang bener tuh gitu toh,” harap Vita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yogyakarta adalah kota pelajar, namun kota yang terkenal dengan gudegnya itu ibarat pisau bermata dua, pengaruh negatif dan positif hampir tidak ada bedanya, datang silih berganti, siapa saja yang menuntut ilmu di sana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika tak tahan dengan ‘godaan duniawi’ niscaya bukan ijasah yang didapat namun ijabsah alias berkeluarga yang diakibatkan hamil diluar nikah. Mahasiswa asal Kalbar yang menuntut ilmu di Yogyakarta beberapa yang mengalami nasib seperti itu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tahun 2002, Koordinator penelitian soal keperawanan mahasiswi yang studi di Yogyakarta, Iip Wijayanto, meminta maaf terhadap masyarakat, terutama kaum perempuan Yogya, berkaitan dengan dipublikasikannya penelitian 97,05 persendari 1.660 mahasiswi yang kuliah di Yogyakarta sudah tidak perawan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Walau akhirnya berbagai tekanan muncul kepada Iip dan riset dianggap tidak valid membuat Iip berfikir ulang untuk mempertahankan hasil penelitian yang ‘menampar’ kehidupan sosial kota pendidikan itu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pasca riset menghebohkan itu di Kalimantan Barat, banyak keluhan dan kekuatiran orang tua terhadap anak-anaknya yang kuliah di Yogyakarta, bahkan beberapa orang tua mengurungkan niat menyekolahkan anaknya di kota pelajar tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Penelitian yang dilakukan hampir tiga tahun itu akhirnya direvisi, bahkan penelitian ulang terhadap penelitian, dengan lebih melibatkan pakar-pakar yang berkompeten di dalam persoalan itu. Disatu sisi Iip mengaku, dari 98 responden yang pernah melakukan aborsi, kesemuanya karena tekanan laki-laki yang menghamilinya. Lanjut Iip, hubungan seksual yang dilakukan seluruh responden, sebagian besar diawali oleh inisiatif laki-laki pasangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lembaga tempat Iip bekerja, Study Cinta dan Kemanusiaan Pusat Bisnis Humaniora (LCS&amp;amp;K PUSBIH), juga sampai melakukan penelitian pembanding terhadap kesimpulan penelitian Iip. Sebuah tamparan keras terhadap kota yang memiliki semboyan berhati nyaman tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Vita sendiri melalui cerpen ingin berpesan kepada calon apoteker bahwasanya ilmu pengetahuan tidak selalu menjadi musuh moral, menurut Dia, ini bercermin pada realita, di Yogyakarta mungkin berbeda dengan Pontianak. Di sana (Yogyakarta) banyak anak muda dengan beragam tingkah laku, dari yg kalem sampai yang hancur sekali juga ada. Seks bebas dan hamil di luar nikah adalah hal biasa ditemukan di kota itu. Tidak jarang juga ditemukan dalam satu kos-kosan pacaran sudah seperti suami istri, hidup bersama. Sehingga, obat aborsi bisa didapatkan dengan mudah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Pak Gus yang Tamak&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam cerpen itu menggambarkan, seorang tokoh antagonis bernama Pak Gus yang cenderung mengutamakan bisnis mengesampingkan etika moral. Fungsi sebenarnya dari Apoteker, menurut Vita dikalahkan oleh kepentingan bisnis, “Apotek fungsinya sudah seperti supermarket, pilih, ambil, bayar, tidak ada upaya pencegahan,” tegas anak kedua dari empat bersaudara itu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Vita menuturkan, saat ini buktinya dokter lebih dipercaya masy daripada apoteker, karena apoteker sendiri yang merusak profesi mereka. Kesannya sekedar jual beli obat karena mereka punya wewenang, “Dari cerpen itu, mau saya tunjukkan kalau masih ada apoteker-apoteker muda yang jujur, setia dengan sumpah profesi,” kata Vita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari Cerpen itu, Vita berharap ada apoteker membaca, sehingga sadar akan profesinya. Bila awam membaca, mereka bisa melihat sosok apoteker sebenarnya. Sebagai perbandingannya, kata Vita, di Amerika Serikat, pernah ada survey terhadap profesi apakah yg kata-katanya paling dipercaya. Ternyata Survey membuktikan kalau yang pertama apoteker. kedua, pendeta. terakhir sales mobil. Sedangkan di Indonesia, apoteker masih dibawah baying-bayang dokter. masyarakat lebih percaya dokter. malah ada dokter yg langsung member obat, tanpa ke apotek.&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-2784686794090728875?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/2784686794090728875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=2784686794090728875' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/2784686794090728875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/2784686794090728875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2010/08/nasihat-seorang-calon-apoteker.html' title='Nasihat Seorang Calon Apoteker'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/TG0NsW_XG4I/AAAAAAAAAWY/8PYJJADVRdI/s72-c/DSC06935.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-5322960144548225805</id><published>2010-08-10T19:43:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T19:57:05.505-07:00</updated><title type='text'>mobile update</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/TGIRgQ8u50I/AAAAAAAAAWQ/MecthUlVvpo/s1600/%3D%3Futf-8%3FB%3FSU1HMDAwMTYtMjAxMDA4MDMtMTQwNi5qcGc%3D%3F%3D-725506"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/TGIRgQ8u50I/AAAAAAAAAWQ/MecthUlVvpo/s320/%3D%3Futf-8%3FB%3FSU1HMDAwMTYtMjAxMDA4MDMtMTQwNi5qcGc%3D%3F%3D-725506"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503980940603352898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Salam semua. Selamat berpuasa bagi rekan Muslim. Semoga bulan ini penuh berkah. Doa bagi Kalbar tercinta, agar senantiasa damai tentram. Salam semua.&lt;br&gt;&lt;br&gt;hentakun pontianak kalimantan barat&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-5322960144548225805?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/5322960144548225805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=5322960144548225805' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/5322960144548225805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/5322960144548225805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2010/08/mobile-update.html' title='mobile update'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/TGIRgQ8u50I/AAAAAAAAAWQ/MecthUlVvpo/s72-c/%3D%3Futf-8%3FB%3FSU1HMDAwMTYtMjAxMDA4MDMtMTQwNi5qcGc%3D%3F%3D-725506' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-6108427430880579933</id><published>2010-07-16T07:11:00.001-07:00</published><updated>2010-07-16T07:31:11.209-07:00</updated><title type='text'>Masyarakat Desa Merawa Melestarikan Pohon Durian dengan Kearifan Lokal</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Durian bagi masyarakat Dusun Kangking, adalah penopang perekonomian sehingga masyarakat sendiri melarang pembabatan pohon durian meski tidak ada larangan pemerintah&lt;/span&gt;“&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Durian itu salah satu mata pencaharian kami, jika musimnya seperti ini rejeki buat menambah keuangan keluarga,” ujar F. Nariyanto (43), penduduk Dusun Kangking Desa Merawa Simpang Hulu yang ditemui di bawah pohon durian, Minggu (19/7) pekan lalu.&lt;br /&gt;Laki-laki yang akrab sapa Nari yang menjabat sebagai bendahara Desa Merawa itu bersama putra bungsunya Dudung mencari buah durian. Di Desa Merawa terdapat sekitar 200 pohon durian yang masih bisa berbuah, dan sekitar tujuh puluh batang di Dusun Kangking yang musim buahnya bulan Juli dan Februari setiap tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nariyanto penduduk asli dan tinggal di Dusun Kangking Desa Merawa Kecamatan Simpang Hulu Kabupaten Ketapang. Menurut data laporan penduduk Desa Merawa, Dusun Kangking mayoritas penduduknya suku Dayak Kua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/TEBruu0I4mI/AAAAAAAAAV0/scZAPEVssmc/s1600/Pondok+untuk+menjaga+Durian+kampong+kalam-hentakun.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/TEBruu0I4mI/AAAAAAAAAV0/scZAPEVssmc/s320/Pondok+untuk+menjaga+Durian+kampong+kalam-hentakun.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494509995976876642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;lan, memiliki 75 kepala keluarga, semuanya hidup bertani, sebagaimana orang Dayak yang tinggal di perkampungan dan sudah hidup turun temurun, hasil hutan merupakan urat nadi perekonomian dan filosofi mereka. Filosopi hidup karena tanda-tanda alam masih diyakini, sehingga bila hutan dibabat menurut Nari rakyat Merawa umumnya tidak bisa hidup. “Kalau hutan kami dibabat, kami mau cari makan ke mana, ini sudah dekat dengan pegunungan Merawa sebagai hutan lindung kami dan tak boleh diganggu, hutan itu nafas kehidupan kami,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Nari mengungkapkan, beberapa kali Desa Merawa didatangi perusahaan perkebunan untuk membuat tapal batas pembagian lokasi perkebunan, namun ditolak mentah-mentah warga setempat, sehingga pihak perusahaan pulang tanpa hasil, begitu juga rencana program perkebunan albasia, ditolak masyarakat. Laurensius Ajun Kepala Desa Merawa ditemui di Kediamanya di Dusun Giet Desa Merawa mengatakan, lebih memilih karet jika ada program pemerintah untuk membantu pembangunan ekonomi desanya,”masyarakat di desa kami lebih memilih karet, karena itu yang sudah membumi, kalau komoditas perkebunan lain masyarakat terus-terang saja menolak kami tidak mau seperti daerah lain yang menderita dan kehilangan air bersih,” ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;Data menyebutkan di Desa Merawa, perkebunan karet paling dominan, dan sudah dimasyarakatkan pula beberapa hektar kebun kakau bantuan credit union (CU) setempat dalam bentuk kredit lunak ke penduduk. Ekosistemnya masih seimbang, warga bebas menikmati air sungai yang tidak tercemar limbah apapun, karena selain menikmati hasil alam, segala jenis kegiatan seperti PETI, perkebunan, tidak diperbolehkan masuk ke desa tersebut. “Di desa lain silahkan kalau di desa kami PETI dan perkebunan mohon maaf,” tegas Ajun. &lt;br /&gt;Selain dua komoditi tersebut, hasil hutan lainnya seperti durian jelas juga sebagai komoditi unggulan musiman yang sangat membantu menunjang perekonomian keluarga, meskipun SKAU sudah diterbitkan pemerintah, bukan berarti serta merta pohon durian bisa ditebang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Menurut Nari, di Desa Merawa untuk memperkuat kelestarian hutan maka dibuat Perdes yang melarang penebangan durian, menuba sungai, berladang rimba, apalagi merusak ekosistem tumbuhan yang ada di gunung Merawa, sehingga masyarakat memanfaatkan lahan tidur persawahan yang memiliki luas sekitar seribu hektar di desa Merawa. Selain Perdes, hukum adat Dayak juga masih kuat mengatur pola kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;Catan (37) penduduk Dusun Kangking lainnya mengatakan, menebang durian sama saja mengurangi mata pencaharian mereka, Catan tidak malu seandainya disebut kuno atau kolot yang penting alam tetap lestari dan masyarakat tidak susah mencari makan. “Pemerintah pasti tahu bagaimana kehidupan masyarakat pedalaman Kalbar yang bergantung pada hasil hutan, kami yakin tidak akan semena-mena,” ujarnya polos.&lt;br /&gt;Empe (42) warga Kangking yang rajin mencari durian mengungkapkan, dengan harga karet yang anjlok seperti ini, durian bisa menjadi pilihan, harga perbuah lima sampai 10 ribu rupiah, tergantung besar kecilnya bahkan sampai lima bel&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;as ribu. “Masyarakat rata-rata mendapat 80 buah perhari dikalikan saja,” jelas Empe.&lt;br /&gt;Peluang  Agrowisata&lt;br /&gt;Sekretaris Masyarakat Perhutanan Indonesia Kalbar, Gusti Hardiansyah di Pontianak (24/7) mengakui memang durian tidak dilarang ditebang setelah dikeluarkan SKAU, namun jika kearifan lokal kuat dan masyarakat setempat menghendaki agar durian tidak ditebang, sebaiknya pemerintah atau perusahaan menghormatinya, supaya tidak terkesan rakus.&lt;br /&gt;“Durian boleh saja ditebang, namun untuk kepentingan buah jangan ditebang seperti halnya pohon kayu madu (tapang) dan tengkawang meski boleh sesuai SK Menhut namun hak masyarakat adat seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) nomor 1 tahun 2009 tentang pengakuan negara terhadap hak adat harus tetap dihargai,” jelasnya.&lt;br /&gt;Untuk kepentingan perusahaan menurut Dosen Fakultas Kehutanan Untan itu, durian dikategorikan sebagai kayu papan tengah kelas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/TEBruxbgQaI/AAAAAAAAAV8/S8hFRc5vVwI/s1600/ngobik+diatn+by+hentakun.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/TEBruxbgQaI/AAAAAAAAAV8/S8hFRc5vVwI/s320/ngobik+diatn+by+hentakun.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494509996678857122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;II-III, untuk kelas I seperti ulin, bengkirai sehingga untuk kayu kelas satu yang dibutuhkan perusahaan untuk industri seperti plywood, sedangkan kayu durian itu alternatif.&lt;br /&gt;Ia juga mengakui, durian di Kalbar sudah dibudidayakan sejak zaman nenek moyang di tembawang, misalnya di Batang Tarang Sanggau, Sukadana KKU. Namun menurutnya di Kalbar sebaran pohon durian hanya sekitar lima persen namun peluang agrowisata besar walaupun terkesan langka. Di Singkawang misalnya di arah Karimunting ada durian yang berpotensi untuk agrowisata.&lt;br /&gt;Mengenai perkembangan durian agar menghasilkan berbagai rasa, kandidat Doktor IPB Bogor tersebut mengakui riset perguruan tinggi belum maksimal sehingga varietas durian dengan berbagai rasa belum ada di Kalbar, seperti durian rasa mentega, keju, asam dan sebagainya. Sama halnya seperti kayu lain misalnya meranti karena hasil penelitian, sebelumnya bisa ditembang setelah umur lima puluh tahun sekarang bisa 25 tahun sudah dapat ditebang.&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalbar Kamaruzzaman ditemui di Balai Petitih Kantor Gubernur sehari sebelumnya mengharapkan, agar pemerintah mencegah penebangan terhadap komoditas buah-buahan seperti durian, langsat dan sebagainya, karena dalam program visit Kalbar 2010, agrowisata juga termasuk dalam agenda akbar pertama di Kalbar tersebut.&lt;br /&gt;“Penebangan durian harus dicegah karena durian untuk konservasi yang mendukung ekonomi kerakyatan jika tetap menebang ya diberi sanksi dong durian itukan komoditas yang bisa juga menarik wisatawan,” tegasnya.&lt;br /&gt;Menghilangkan Identitas&lt;br /&gt;Deputi Direktur Walhi Kalbar, Blasius Hendi Candra, menjelaskan durian sebagai komoditas hutan hujan tropis harus dilindungi, menghilangkan durian bearti menghilangkan identitas.&lt;br /&gt;Hendi kuatir penebangan terhadap komoditas hutan lokal ini sebagai bentuk penghilangan identitas masyarakat lokal di Kalbar, “Semua tahu kalau durian itu sebagai salah satu nadi perekonomian masyarakat kampung kenapa harus dimusnahkan hanya untuk kepentingan sesaat sementara durian itu ada sudah turun-temurun sangat disayangkan kalau pemerintah tidak segera mengambil sikap tegas,” ujarnya kesal.&lt;br /&gt;Hendi berharap pemerintah tegas dalam mengambil tindakan terhadap siapa saja yang merusak ekosistem masyarakat lokal di Kalbar, “langkah pemerintah kalau berani buat perda mengenai penghargaan terhadap masyarakat lokal agar pemerintah punya komitmen nyata menghargai kearifan masyarakat lokal, durian itukan kearifan lokal turun temurun di Kalbar kenapa harus dibabat juga,” ujar Hendi setengah bertanya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-6108427430880579933?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/6108427430880579933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=6108427430880579933' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/6108427430880579933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/6108427430880579933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2010/07/masyarakat-desa-merawa-melestarikan.html' title='Masyarakat Desa Merawa Melestarikan Pohon Durian dengan Kearifan Lokal'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/TEBruu0I4mI/AAAAAAAAAV0/scZAPEVssmc/s72-c/Pondok+untuk+menjaga+Durian+kampong+kalam-hentakun.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-2030756083921669994</id><published>2010-04-27T05:13:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T05:38:17.169-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Pelajaran Berharga Buat Anak Durhaka</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Disms, ditelpon berulang kali di minta pulang, saya tetap ngotot untuk bekerja-bekerja dan bekerja. Sok sibuk…!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai dari kantor, menuju parkiran, terlintas di benak, sosok perempuan berumur berwajah serius dengan tatapan kosong terus mengayun parang menebas belukar, untuk ladang, ya untuk ladang, menghidupkan saya, memberi makan saya ketika pulang, agar tidak dianggap pemalas yang selalu mengharap beras pemerintah, “Kita bisa bekerja kita bisa tanam padi dan hasilkan beras sendiri,” kata Bapak suatu ketika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, memacu motor di jalanan, terus melamun sepanjang jalan, “Besok saya mesti pulang” gumam dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu sakit, kamu harus pulang, beliau dua hari tak sadarkan diri” demikian bunyi pesan pendek dari selular nun jauh di kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin rasanya malam segera berlalu, biar pagi menjemput dan saya memacu kendaraan ke kampung halaman untuk menemui perempuan paro baya yang tergolek lemas di atas tikar Bidai ruang tengah Rumah papan ku.&lt;br /&gt;Tidak ada yang menjaga, Bapak ke kota untuk suatu urusan, memakan beberapa hari, kembali. &lt;br /&gt;Saya, oh, saya sok sibuk, saya selalu mengutamakan diri sendiri, saya egois, menempatkan pekerjaan di atas segala-galanya, tapi tidak ada hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap ini, tentu banyak yang protes, banyak, bahkan setahun terakhir sejak saya bekerja, protes dari berbagai penjuru, datang menyesak telinga, “Apa sih?”, gumam ku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai permintaan, malam berlalu, cepat rasanya. Namun, pagi harus servis pacuan biar nyaman sampai tujuan, seperti sebuah doa, “Ha…gir depan belakang, rantai, mesti diganti baru top…!”, suara hati berbisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam, sebelum tidur saya menelpon seseorang memohon doa Tuhan (kalau memang ada) maha adil, Romo Robini (Pater Rob) dengan iklas hati akan membuat misa kesembuhan ibu saya, “Siapa namanya?”, “Yuliana Sarania, Romo,” jawab saya di tengah pekatnya malam, gerbang biara berbunyi ditiup angin, bergoyang-goyang, “Haciissss, maaf saya tidak bisa kena angin malam terlalu lama, besok saya akan pimpin misa untuk kesembuhan Ibu kamu, dan sebaiknya kamu pulang, jenguk ibu mu,” kata dia lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai meng-oke-kan perkataan dia, saya kembali memacu kawan yang selalu menggendong saya ke mana-mana, ke rumah dan tidur, tanpa mimpi apapun, “Tuhan jika engkau tidak mengabulkan aku dalam kerajaanmu, namun kabulkan kesembuhan untuk ibu ku, aku tahu Tuhan sakit hati karena aku belum sepenuhnya menganggap Tuhan ada,” kembali suara hatiku berbisik..eloy...eloy…”Tuhan maha tahu maha pengampun, meski saya bertingkah seperti Thomas,” tidur pun menjemput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi, panasnya Pontianak tak menyurutkan bangun, berfikir cepat sampai, jangan singgah-singgah. Kendaraan di pacu, cepat melesat, 1,55 menit sampai Tayan, nyeberang, 180 menit sampai di Balai Berkuak, 30 menit sampai di Kampung, Perempuan paro baya tergolek lemas, “Ibu mu tak sadarkan diri dua hari,” kata seorang bibi, “Sakit apa dia?,” tanya saya, “Badannya sakit semua, sendi-sendinya juga sakit, semua badan sakit, ada luka di badannya belum sembuh,” kata bibi yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu-ibu di dapur sibuk, ada yang masak bubur, memberi babi, ayam peliharaan makan, dan sebagainya, termasuk membersihkan rumah. Saya mendekati ibu, dengan kakai yang masih berlumpur tentu juga berkeringat. Aku merasakan keningnya, panas, yang saya dengar hanya suara rintihan sakit, hati ku luluh, kenapa saya begitu durhaka?, tega meninggalkan ibu sakit seperti ini?, andai saya menunda kepulangan, tak tahu apa yang terjadi?. &lt;br /&gt;Its, okay, ini pelajaran berharga, saya mesti, segera bertindak, untuk kesembuhan, saya kembali ke Balai Berkuak, dan membeli obat-obat yang harus di minumnya. Jamu, makanan dan multivitamin. Tak peduli jalan berlumpur dan malam menjemput kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah sudah tidak ada apa-apa, hanya ada beras, sejak sakit, tidak ada yang memasak, apalagi anaknya jauh, selera makan orang tua hilang. Segera kembali, membawa obat yang di perlukan, di rumah, bubur ayam sudah matang, kemudian ibu diminta makan sedikit, setelah itu minum obat, dan tidur lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang tengah malam, “Hen, kenapa tidur tak pakai selimut?,” suara itu begitu akrab di telinga, ketika mata di buka, “Oh, Ibuku sudah sadar, namun lelah di mata dan hatinya menjalani hidup hari-hari penuh beban tak mungkin hilang sekejap,”, “Iya, Ibu tidur saja, istirahatlah, saya sehat kok tidak apa-apa, tidurlah,” kata ku sambil menyelimuti dia, aku lihat kaki ku masih penuh lumpur. Kakinya ku tutup doble selimut, bantal ku taruh di kiri-kanan, tentu saja di kepala ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kembali memejamkan mata, hingga esok menjemput, “Ibu cepat sembuh, anakmu yang durhaka ini kembali akan bekerja, untuk ibu, ya, untuk ibu,” gumamku…            &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-2030756083921669994?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/2030756083921669994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=2030756083921669994' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/2030756083921669994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/2030756083921669994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2010/04/pelajaran-berharga-buat-anak-durhaka.html' title='Pelajaran Berharga Buat Anak Durhaka'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-3935254660197320125</id><published>2010-04-27T05:07:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T05:12:21.037-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='feature'/><title type='text'>Andreas Tinjau, Berjuang Di Tengah Keterbatasan</title><content type='html'>Di bekas rumah sakit Misi Katolik, komplek Pastoran Sejiram, Kecamatan Seberuang, Kapuas Hulu, Kalbar, di salah satu sudut ruangan, tergantung beberapa tas kecil dan sampul madah bakti berhiaskan motif tenun ikat Sintang.&lt;br /&gt;Di atas meja, terdapat beberapa buah resleting yang sudah dipotong terukur, benang jahit dan gulungan kain tenun. Empat mesin jahit manual peninggalan Pastor Belanda puluhan tahun lalu, masih layak di pergunakan.&lt;br /&gt;“Mesinnya &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/S9bUN-v1mEI/AAAAAAAAAVk/Q7JkQV-NjZc/s1600/Andreas+Tianjau+by+Hentakun.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 211px; height: 158px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/S9bUN-v1mEI/AAAAAAAAAVk/Q7JkQV-NjZc/s320/Andreas+Tianjau+by+Hentakun.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464788534507706434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;diputar pakai tangan, ini peninggalan pastor misi dulu, masih bagus,” terang Andreas Tinjau (40) sambil memutar mesin jahit Butterfly.&lt;br /&gt;Anak kelima dari enam bersaudara kelahiran Kelakau Desa Tanjung Keliling, Kecamatan Seberuang Kapuas Hulu itu, sejak 1998, merintis usaha kerajinan kecil. Membuat sampul madah bakti (buku nyanyian umat Katolik, red) pesanan Keuskupan Sintang dan tas jinjing untuk ibu-ibu.&lt;br /&gt;Di bekas rumah sakit yang kini menjadi gedung tua nan sunyi itu, Andreas Tinjau tinggal bersama keponakannya, Riswani (26). Riswani-lah yang memasak untuk mereka berdua, dan membantu membeli bahan baku pembuat sampul madah bakti serta tas jinjing, ke Sintang bahkan ke Putussibau Ibukota Kabupaten Kapuas Hulu.&lt;br /&gt;Bahan baku sampul madah bakti biasanya sudah di dropping dari Sintang, tinggal Andreas di bantu tiga karyawannya, membuat sesuai desain pesanan. Per-sampul dihargai Rp 22.000. Tas Rp 175.000.&lt;br /&gt;“Tas sulit lakunya, karena tidak ada yang memasarkan, paling kalau ada pengunjung, mereka membeli langsung ke sini,” terang Andreas.&lt;br /&gt;Tas buatan Andreas tidak kalah bagusnya dengan tas ibu-ibu buatan umumnya. Design masa kini. Tas made in Sejiram ini, dibalut motif tenun ikat khas Dayak Sintang, proses pembuatannya pun sangat hati-hati agar tidak mengecewakan pelanggan, kualitas bahannya juga dari bahan tas umumnya, ada yang dari sintetis dan kulit. Satu hari bisa memproduksi lima sampai sepuluh tas.&lt;br /&gt;Menurut Andreas, Keuskupan Sintang, sejak tahun 1998 sudah tidak memesan sampul madah bakti ke Jawa lagi, sebab dirinya-lah yang memenuhi keperluan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat putus asa&lt;br /&gt;Meski hidup dengan keterbatasan fisik, Andreas Tinjau, tidak menyerah. Untuk memotivasi dirinya, ada pesan tertulis di ruang kerja berukuran 5x4 meter itu. Tergantung di bawah dua sertifikat dari Dinas Perindustrian dan Perdaangan Kabupaten Kapuas Hulu. ‘Penyandang cacad tidak membutuhkan belas kasihan melainkan sebuah kesempatan’.&lt;br /&gt;Stiker tersebut dibuat kelompok studi dan pengkajian penyandang cacad Indonesia (KSPPCI) yang beralamat di Surakarta Jawa Tengah. “Saya sempat putus harapan, namun kita harus berfikir kembali, kita jangan terus bersedih,” katanya sambil menatap ke dua kakinya.&lt;br /&gt;Dalam keputusasaan itu, Pastor Budi Priatna dari Ordo Oblat Maria Immaculata (OMI) (almarhum) yang bertugas di Paroki Sejiram, membawa Andreas Tinjau ke Yoyakarta, untuk belajar di Yakum (Panti Cacad), sejak 1995-1997.&lt;br /&gt;Jatuh dari pohon rambutan 20 tahun lalu, membuat, kedua kakinya cacad permanen, sehingga untuk berjalan harus mengunakan kursi roda. Kondisi demikian membuat almarhum Pastor Budi yang asli Cilacap Jawa Tengah, membawa Andreas ke Yogyakarta untuk belajar keterampilan, seperti membuat tas dan kerajinan industri rumah tangga lainnya.&lt;br /&gt;Sehingga sejak kembali ke Kalbar, 1998, Andreas merintis usaha kecil untuk menopang hidup. Sempat menampung tiga karyawan, namun karena bahan baku kurang dan sulit untuk memberi honor, Andreas terpaksa merumahkan sementara karyawannya, “Nanti kalau ada pesanan lagi baru saya panggil,” terang dia.&lt;br /&gt;Andreas Tinjau, tangannya tetap kuat mencengkram pemutar kursi roda yang setia mengantarkan ke mana pun pergi, seperti juga memutar roll mesin jahit tetap ia lakukan, untuk hidup, tanpa harus bergantung dengan orang lain.&lt;br /&gt;Tekadnya untuk tetap meneruskan pekerjaan ini walau keuntungan hanya cukup buat makan, tidak lagi membuatnya putus harapan. Andreas seperti dia tuturkan, ingin juga sukses, sifatnya yang pantang menyerah seolah menunjukan ke masyarakat bahwa orang dengan kekurangan fisik juga bisa berkarya, tanpa harus menadahkan tangan ke setiap pengendara di perempatan jalan di kota-kota besar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-3935254660197320125?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/3935254660197320125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=3935254660197320125' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/3935254660197320125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/3935254660197320125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2010/04/andreas-tinjau-berjuang-di-tengah.html' title='Andreas Tinjau, Berjuang Di Tengah Keterbatasan'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/S9bUN-v1mEI/AAAAAAAAAVk/Q7JkQV-NjZc/s72-c/Andreas+Tianjau+by+Hentakun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-4883550793539922882</id><published>2010-01-20T01:38:00.000-08:00</published><updated>2010-01-20T01:47:51.103-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laporan Perjalanan'/><title type='text'>Potret Kehidupan Rumah Betang Melapi I Patamuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/S1bQOhExdxI/AAAAAAAAAVc/wKaI_je3AeQ/s1600-h/pegang+kepala+hasil+kayauan-+FOTO+hentakun.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 257px; height: 187px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/S1bQOhExdxI/AAAAAAAAAVc/wKaI_je3AeQ/s320/pegang+kepala+hasil+kayauan-+FOTO+hentakun.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428755348656846610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNoSpacing" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ada yang berbeda, ketika kami menginjakaan kaki di rumah Betang masyarakat Dayak (23/8), beberapa anak menghampiri dan bersalaman. Kami dipersilakan masuk Rumah Betang tertua di Kapuas Hulu tersebut. Untuk menuju ke sana, perlu waktu 15 menit dari kota Putussibau, setelah itu menggunakan long boat 2 PK untuk meneyeberangi sungai Kapuas, baru sampai ke Rumah Betang Melapi I Patamuan, yang letaknya di tepi sungai Kapuas, &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dusun Melapi Patamuan Desa Melapi kecamatan Kedamin Putussibau Utara kabupaten Kapuas Hulu&lt;span style=""&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sambutan terhadap kami hangat, udara hutan sejuk diselingi tiupan angin sepoi siang itu membuai pikiran damainya hidup di tempat seperti ini, bebas dari hiruk pikuk kendaraan lalu lalang, macet, asap dan udara tak bersih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hasil hutan terlihat mewah, pohon aren hampir sama dengan ketinggian rumah sekitar 20 meter, bila waktunya panen untuk diambil gulanya, pemilik yang tinggal di rumah khas masyarakat Dayak tersebut tinggal keluar dan berdiri di teras untuk memanen gula aren. Hal sama terjadi dengan pohon buah-buahan, tidak ada yang berani menganggu keseimbangan ekosistem di kehidupan masyarakat Dayak hulu sungai Kapuas itu, ”Disini sistemnya kalau panen buah atau aren ya semua warga Rumah Betang ini dapat, sifat komunal masih berlaku, satu orang potong babi semua dapat,” terang Joni Van An. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jonny Van An adalah Sarjana Sejarah lulusan Perguruan Tinggi Sanata Dharma Yogyakarta, sering menulis mengenai sejarah masyarakat Dayak Taman kapuas Hulu, saat ini sudah menjadi guru PNS di Kapuas Hulu, ia lahir di Rumah Betang tersebut 25 tahun lalu, tempat tinggal keluarga Jonny di bilik paling ujung, di sana juga masih disimpan sebuah kepala manusia hasil ngayau jaman dulu, usianya sudah puluhan tahun, warna hitam karena asap dapur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keluar dari bilik Jonny, saya melihat sebuah foto hitam putih tergantung di dinding, ”Itu foto pejuang Perintis Kemerdekaan RI, nama beliau juga di abadikan di tugu 11 digulis Bundaran Untan,” terang Jonny. J&lt;/span&gt;eranding Abdurrahman Sawang (1904-1987), salah satu pejuang perintis kemerdekaan dan pada tahun 1927 dibuang Belanda ke Boven Digul, dengan hukuman seumur hidup karena melawan Belanda, tetapi berhasil melarikan diri dari Papua ke Queenlands Australia, kemudian melanjutkan pergerakan di Kalimantan Barat. &lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Toleransi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Masuka Ramon Muda, (59) yang di tugaskan menjaga Cagar Budaya kabupaten Kapuas Hulu itu, menjelaskan, kehidupan di rumah betang ini dengan sistem kekerabatan kental sampai sekarang, k&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;etika di kunjungi menggelar tradisi Buang Pantang atau Dibuling. Menyusul kematian salah seorang warga setempat, akibat kecelakaan lalu-lintas di Kabupaten Bengkayang 12 hari lalu. Selama 9 hari sejak dikebumikan, kerabat dan masyarakat setempat tidak diperkenankan melakukan beberapa hal, sebagai bentuk penghormatan terhadap orang yang telah meninggal dunia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Masuka Ramon Muda yang juga kerabat Almarhum mengatakan` saat ini warga desa Melapi tengah melakukan tradisi berpantang, setelah salah satu anggota keluarga atas nama Michael Aurelius atau Dodot (28) meninggal 10 Agustus lalu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Selama berpantang` masyarakat tidak diperkenankan mengenakan busana yang bagus serta memakai perhiasan terbuat dari emas maupun perak, selama 9 hari yang ditetapkan. Namun larangan ini berlaku pada lokasi atau tempat tertentu, sesuai kesepakatan seperti di rumah kediaman atau di rumah betang,” terang Jonny. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Masuka mengungkapkan, jika ada salah satu keluarga terbukti melanggar pantangan. Maka dikenakan sanksi adat berupa membayar adat sebesar 22 buah, yang jika diuangkan nilainya sekitar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;22 ribu rupiah. Kendati nilainya relatif kecil, namun jika tidak dipenuhi maka hal itu merupakan suatu perbuatan tercela, dan dapat dikucilkan dalam pergaulan dan lingkungan di masyarakat. Setelah berpantang selama 9 hari, maka seluruh anggota keluarga berkumpul kembali di rumah betang, untuk menggelar ritual buang pantang dan akhir prosesi ritual ditutup dengan pemukulan Gong oleh pemuka adat, ”Tradisi Buang Pantang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;warisan leluhur, yang terus terpelihara hingga kini di keluarga etnis Dayak Taman Kapuas dari generasi ke generasi,” terang Masuka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Ritual lain seperti Mamandong, naik padi masih dilaksanakan setiap tahun, namun beberapa tradisi Dayak Taman sudah dikolaborasikan dengan agama Katolik seperti Mamantikang, Paindara dan Kalaman, yang dilaksanakan setiap tahun semua kolaborasi dengan ritual Katolik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menolak Perbudakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut Masuka, pendiri Rumah Betang ini banyak yang sudah meninggal, yang masih ada tinggal beberapa, diantaranya Daili dan Masuka Janting. Sponsor pendirian Rumah Betang adalah Riang warga Kedamin anak Sawang Ama Sundin dan Pisa yang juga orang tua Jeranding, ”Itu sponsornya yang mengajak,” terang Masuka. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rumah Betang tersebut didirikan tahun 1942 tapi mereka mencari tiang sejak tahun 1940, kayu tebelian (ulin), di hutan di Atung bagian hulu sungai Kapuas. Ini rumah Betang di Kapuas Hulu tertua. tahun 1945 betang ini di diami, sudah tiga kali di rehab, atapnya pertama kali di rehab, atas bantuan subsidi desa jaman orde baru, rumah ini 43 pintu t&lt;/span&gt;erdiri dari 81 kepala keluarga dan 432 jiwa dari suku Dayak Taman.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Tokoh pendiri lainyang juga berasal dari betang ini, F.C. Palaunsuka, yang dikenal sebagai salah satu pendiri Harian Kompas bersama I.J. Kasimo, Frans Seda, Jakob Oetama, dan Auwjong Peng Koen (PK Ojong). Ada juga tokoh Massardi Kaphat, sedangkan pemilik rumah betang ini menurut masuka adalah Balle Polokayu yang merupakan nenek moyang Masyarakat Rumah Betang Melapi I Patamuan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di kanan masuk rumah Betang terdapat Tooras (semacam pantak) dari ulin digunakan untuk upacara menolak perbudakan. Jonny menjelaskan, Toras tersebut ketika didirikan persembahan menggunakan kepala manusia hasil kayauan, namun sejak &lt;/span&gt;perjanjian Tumbang Anoy, tradisi tersebut dihilangkan, sehingga untuk persembahan upacara Mamandung menggunakan hewan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Menurut Masuka, dulu upacara Mamandung menggunakan kepala budak belian, hal tersebut tidak disukai nenek moyang mereka, “Setiap ada mamandung pasti ada budak belian yang di korbankan, nenek moyang kami tak suka kami mengedepankan prinsip persamaan hak, kita hidup bersama kenapa harus mengorbankan orang tak berdosa, mereka juga manusia jadi nenek kami tidak mau,” kata Masuka. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Mamandung berarti mengorbankan, jadi budak belian itu dipandung atau di korbankan untuk persembahan, sehingga dilakukan gawai oleh nenek moyang Dayak Taman menggantikan Mamandong dengan binatang, bisa Kerbau, Sapi, Kambing dan Babi. Sehingga untuk menolak perbudakan tersebut didirikanlah Toras sejak 200-300 tahun lalu, “kami menganggap toras tersebut toras keramat melambangkan penghapusan ulun panekam (perbudakan) oleh nenek moyang Sariamas balle Polokayu dan tonggak awal dimulainya Raa suku Dayak Taman yang menggunakan hewan korban sekaligus penegakan HAM pada suku Dayak Taman,” jelas Masuka. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Budak jaman dahulu di Kalangan Dayak Taman, adalah pekerja (buruh kasar), melaksanakan pekerjaan sehari-hari, budak bisa dari orang luar yang ditangkap kemudian dipelihara jadi budak. Sehingga di bangunlah Toras sebagai pembela hak asasi manusia, pemersatu adat dan social budaya, lambang moral cinta kasih dan kesetiakawanan, pembawa damai hidup berdampingan serta lambang kekaryaan dan patriontis, “Toras tersebut juga menjadi pedoman hidup siapa saja yang tingal di Rumah Betang khususnya suku Dayak,” terang Jonny. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menjelang sore, kami beranjak dari tempat bersejarah tersebut, anak-anak tak menyurutkan kegembiraan, di Sungai Kapuas seolah alam tak lagi bisa berpisah dengan hidup mereka, di tengah suara Kijang Menderu, hatiku berbisik, tradisi luhur ini bisa bertahan, sementara jaman terus menggerus?.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-4883550793539922882?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/4883550793539922882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=4883550793539922882' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/4883550793539922882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/4883550793539922882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2010/01/potret-kehidupan-rumah-betang-melapi-i.html' title='Potret Kehidupan Rumah Betang Melapi I Patamuan'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/S1bQOhExdxI/AAAAAAAAAVc/wKaI_je3AeQ/s72-c/pegang+kepala+hasil+kayauan-+FOTO+hentakun.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-4683381162546887079</id><published>2009-12-01T02:09:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T02:40:40.310-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='feature'/><title type='text'>Patter Scott Admire interreligious relations of Pontianak</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SxTvISpxYMI/AAAAAAAAAVQ/azNwgMs24XY/s1600/Scott+by+Hentakun+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410211978103840962" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 246px; CURSOR: hand; HEIGHT: 255px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SxTvISpxYMI/AAAAAAAAAVQ/azNwgMs24XY/s320/Scott+by+Hentakun+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;He walked in Jungkat market. He was amazed that the people in those markets can work well together, a stranger like himself who see anything not to be an odd and even received hospitably. Portrait is mentioned Assistant General Dominican Order, Scott Edward Peter Steinkerchner, OP who claimed to admire the interreligious relations in Pontianak, the harmonious and peaceful. In the Dominican Order monastery Pontianak, Monday (30/11) Professor of comparative religion that expresses his admiration with the peace in Pontianak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Men with a characteristic curved mustache was admitted also interreligious relations (Islamic-Christian) in West Kalimantan are not as reported by the foreign good to say no, it was just the opposite can work together well, using the veil and who did not would not be a problem. "Everything went peacefully," said Scott.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scott is a Lecturer of Theology in the United States and Macau are admitted also that unlike in Pontianak in Cairo (Egypt). In Pontianak, the veiled woman, dressed in jeans is a unique phenomenon, indicating pluralism flourished here. He then told about other factors that demonstrate when Pontianak safe and peaceful, when he saw a demonstration on Bundaran UNTAN refused kondomisasi Sunday (29/11) took place safe and orderly, unlike overseas demonstration that tends to show anarchism. "The security here can smile," said Scott. But peace is not enough, according to Scott, local governments should also promote togetherness, for peace and pluralism are taught from an early age through education.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Education should not be exclusive, but rather had to be together and so the knowledge of the universal religious differences make the students understand and can address what a difference. On the one hand, the exclusive religious schools also play an important role to distance children from the knowledge of pluralism. "If it had to a religious school there is an emphasis on students' multicultural understanding, so that the good relations existing can take place," said Scott. He pointed out in Pakistan, the school founded the Dominican Order, quality, and religion is not a barrier boundary, because the students are taught to not discriminate, even though the Catholic schools of other religions should be taught as a science, because only with understanding then that person will be able to appreciate one another.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog Interreligious&lt;br /&gt;dialogue was not done to identify or find the equation, but to increasingly recognize the difference interreligious, thus creating more respect religion. "The difference is the fact, but that's what enables us to serve each other and live in harmony," said Scott. West Kalimantan differ according to which many of Macau's casino, or Nepal are always short of electricity and telephone. West Kalimantan fertile soil, difficult to be categorized poor, could throw the seed to grow. "The funny thing is there are still many who live below the poverty line," said him.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-4683381162546887079?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/4683381162546887079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=4683381162546887079' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/4683381162546887079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/4683381162546887079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2009/12/patter-scott-admire-interreligious.html' title='Patter Scott Admire interreligious relations of Pontianak'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SxTvISpxYMI/AAAAAAAAAVQ/azNwgMs24XY/s72-c/Scott+by+Hentakun+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-5884147964126791332</id><published>2009-04-15T06:47:00.000-07:00</published><updated>2009-04-15T06:57:47.098-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adventure'/><title type='text'>Jalan Kaki Demi Ketemu Gubernur</title><content type='html'>Hentakun&lt;br /&gt;Borneo Tribune, Pontianak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dusun Sungai Bansi, merupakan salah satu dusun di wilayah Desa Merawa, Simpang Hulu, Ketapang. Daerah tersebut merupakan pegunungan. Karenanya, masyarakat hidup dari berladang. Kehidupan itu, layaknya pola kehidupan masyarakat Dayak, pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menamam padi, masyarakat Sungai Bansi &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SeXmXpK1nJI/AAAAAAAAAUk/36cGJbkWU-U/s1600-h/02-Potret+Masyarakat+Pedalaman.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324915428298169490" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 219px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SeXmXpK1nJI/AAAAAAAAAUk/36cGJbkWU-U/s320/02-Potret+Masyarakat+Pedalaman.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;menanam sayuran di ladang. Sambil menunggu panen, dan sayuran yang di tanam akan tumbuh lebih cepat dari umur padi. Sayuran mereka petik dan dijual ke desa lain. Seperti ke Balai Berkuak, ibukota Kecamatan Simpang Hulu, Balai Semandang dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak Sungai Bansi ke Balai Berkuak dan Balai Semandang, sekitar 60 kilometer. Jalannya? Alamak, untuk ukuran perempuan, mirip dalam puisi Hartoyo Andangjaya yang berjudul Perempuan-perempuan Perkasa.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dilakukan Yanti, Domit, Lin dan Plangont, warga desa Sungai Bansi Desa Merawa, Kamis (26/3). Mereka berjualan sayur ke desa lain. Biasanya meeka berangkat pada 05.00 pagi, atau menjelang ayam berkokok pagi hari. Namun, ketika mendengar kabar Gubernur Kalbar mau berkunjung ke Balai Semandang, mereka sudah memetik sayur dua hari sebelumnya. Terutama buah waluh dan mentimun, untuk dijual ke Balai Semandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Siapa tahu, Pak Cornelis mau beli. Kan, dia banyak duitnya,” kata Lin polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis sayur lain, seperti terung dan kacang panjang, mereka petik sehari sebelum berangkat. ”Ladang kami jauh dari rumah. Makanya, diambil dua hari sebelumnya,” kata Yanti kepada saya pagi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Plangont, jarak ladang ke rumah mereka di Sungai Bansi, kalau ditempuh jalan kaki pulang pergi selama satu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis (26/3), mereka berangkat ke Balai Semandang. Tujuannya, ingin bertemu Gubernur Kalbar. Sayuran yang mereka bawa, tidak disinggahkan dimanapun, seperti biasanya. Setelah pukul 14.00, mereka tiba di Balai Semandang. Keempatnya langsung menuju rumah Matheus Juli, tepat Gubernur dan rombongan menginap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matheus Juli langsung mengarahkan keempatnya yang masih bermandi keringat ke dapur. Tidak berapa lama, Frederika Cornelis keluar menyambangi mereka. ”Ini ibu gubernur kita,” kata Juli.&lt;br /&gt;Mereka langsung menyalami. Ada yang mencium tangan. Ada suasana haru. Bagaimana tidak? Demi bertemu pemimpinnya, mereka harus jalan kaki sedemikian jauh. 60 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjelaskan ke Ny. Frederika, mengenai asal-usul mereka. Mereka darimana, bagaimana mereka berangkat, dan bagaimana memperoleh sayur, hingga bisa sampai bertemu dengan pemimpin yang ingin mereka lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frederika mengerti. Ia segera memborong semua sayuran, dan membawanya hingga ke Pontianak. Setelah sayur habis diborong, para perempuan perkasa itu, kembali ke daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kegigihan mereka, saya teringat bait-bait puisi Hartoyo Andangjaya berjudul Perempuan-perempuan Perkasa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota. Mereka: cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa.”&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-5884147964126791332?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/5884147964126791332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=5884147964126791332' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/5884147964126791332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/5884147964126791332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2009/04/jalan-kaki-demi-ketemu-gubernur.html' title='Jalan Kaki Demi Ketemu Gubernur'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SeXmXpK1nJI/AAAAAAAAAUk/36cGJbkWU-U/s72-c/02-Potret+Masyarakat+Pedalaman.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-4248683971552537576</id><published>2009-04-15T06:33:00.001-07:00</published><updated>2009-04-15T06:43:15.402-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adventure'/><title type='text'>Infrastruktur Jalan Masih Jadi Kendala</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SeXjF4XpPWI/AAAAAAAAAUc/JS3JT5AMw-I/s1600-h/Land+scap.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324911824605887842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 335px; CURSOR: hand; HEIGHT: 248px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SeXjF4XpPWI/AAAAAAAAAUc/JS3JT5AMw-I/s320/Land+scap.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hentakun&lt;br /&gt;Borneo Tribune, Pontianak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuaca panas, dua orang dengan badan penuh lumpur berlari mencari perlindungan di tepi jalan Trans Kalimantan di dusun Blonseh, Kecamatan Simpang Hulu. Mereka kepanasan setelah sekian lama dibawah truk Colt Diesel PS 120 yang mereka perbaiki karena mengalami kerusakan pada tranmisi.&lt;br /&gt;Di dalam truk yang dibawa Sion (32) dan di temani Daud (27) tersebut penuh muatan karet yang dibawa dari desa Semandang Hulu untuk dijual ke Pontianak, Jarak tempuh Semandang Hulu-Pontianak normalnya delapan jam. Namun saat jalan Trans Kalimantan sebagai penghubung satu-satunya rusak parah waktu itu bisa menjadi seminggu.&lt;br /&gt;Selain di Blonseh, mereka mereka akan menemukan titik jalan rusak seperti di kilometer 13, dan desa Kuala Labai serta beberapa titik lain yang cukup menyulitkan truk jenis Colt Diesel lewat.&lt;br /&gt;”Seminggu baru sampai di Tayan,” kata Daud.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jalan ini semestinya hanya bisa dilewati kendaraan roda empat yang double gardan. Sion sang supir mengaku biasa menginap di jalan kalau Truk amblas, apalagi kalau sampai rusak.&lt;br /&gt;”Kami harus berjalan kaki atau naik ojek ke Tayan atau Pontianak untuk membeli alat Truk,” kata Sion.&lt;br /&gt;Martha (36), pengusaha karet asal Semandang Hulu mengeluhkan kondisi jalan Trans Kalimantan ruas Tayan-Simpang Hulu rusak, karena sulit mendistribusikan barang-barang sembako ke daerah pedalaman di Simpang Hulu dari Pontianak, jika pun bisa harganya sudah pasti dua kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang jalan Trans Kalimantan mencapai 2900 km yang menghubungkan dua provinsi, yaitu Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Gubernur Kalbar, Cornelis menargetkan pembangunan jalan Trans Kalimantan ini selesai 2010. Pada kunjungan kerjanya ke pedalaman Kalbar mulai dari Balai Semandang, Sandai sampai ke Perbatasan Kalteng, Maret lalu, gubernur Kalbar menemukan fenomena kehidupan masyarakat yang terkadang menyesakkan dada. Mulai dari kurang bersahabatnya infrastruktur jalan sehingga menyulitkan akses dari satu daerah ke daerah lain, sampai masalah pendidikan. “Sedih saya melihat keadaan ini,” kata Gubernur di sela-sela kunjungan kerjanya.&lt;br /&gt;Waktu itu, Ia meninjau langsung pengerjaan Jalan Trans Kalimantan poros Selatan (Tayan-perbatasan Kalteng). Gubernur melihat langsung fenomena kemiskinan dan keterbelakangan masyarakat pedalaman Kalbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah kemiskinan&lt;br /&gt;Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang- RKPD), Provinsi Kalbar 2010, di Pontianak, awal April kemarin, gubernur menyebutkan, angka penduduk miskin turun bertahap, periode Maret 2007 prosentase penduduk miskin perkotaan mencapai 11,45 persen, periode Maret 2008 9,98 persen. Prosentase penduduk miskin pedesaan periode Maret 2007 13,47 persen, maret 2008, 11,49 persen. Secara keseluruhan penurunan penduduk miskin selama kurun waktu setahun pembangunan telah dapat menurunkan angka kemiskinan perkotaan 1,47 persen dan pedesaan 1,98 persen. Untuk membenah ini, Pemerintah Provinsi akan meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data dari Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BPPN, yang dipaparkan pada pembukaan Musrenbang Provinsi Kalbar 2009, April 2009, menyebutkan angka Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kalbar, 2007, 67,5, peringkat ke-29 nasional. Menanggapi hal itu Gubernur Kalbar menargetkan 2009 diharapkan menjadi 72,6dan 2010 ditargetkan mencapai 73,9. “Ini pekerjaan rumah kita semua,” ujar Gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai upaya nyata peningkatan IPM Kalbar, salah satunya ketika kunjungan kerja di Subah, Sambas, Rabu (1/4) Gubernur berpesan kepada masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya, serta selalu menjaga kesehatan.&lt;br /&gt;“Kita memiliki dana pendidikan sebesar satu triliun dan dana BOS, serta Jamkesmas, jadi tidak ada alasan untuk tidak menyekolahkan anaknya, dan tidak ada alasan masyarakat untuk tidak berobat” ungkap Cornelis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulyadi, Camat Subah, mengakui saat ini yang menjadi kendala mendasar, minimnya sarana dan prasarana infastruktur jalan, dan jembatan yang menghubungkan akses antar kecamatan. Kecamatan Subah merupakan hasil dari pemekaran kecamatan Sambas pada 2001 lalu. Jumlah penduduk Subah saat ini 19 ribu jiwa terdiri dari 11 desa dan 34 dusun, Kecamatan yang baru berumur 8 tahun juga baru memiliki 1 SMA, 6 SMP, dan 25 SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staff Ahli Gubernur bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Ngatman, menjelaskan, untuk membantu peningkatan IPM, Pemprov meneruskan program wajib belajar sembilan tahun yang saat ini berhasil, sehingga target kalbar bebas buta aksara tercapai, Ngatman mengharapkan keterlibatan elemen organisasi seperti PKK, LSM, Dharma Wanita dan instansi pendidikan seperti Perguruan Tinggi, seperti Universitas Tangjungpura, Universitas Muhammadyah Pontianak dan perguruan tinggi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, untuk meningkatkan IPM, seperti disampaikan Gubernur, kecerdasan sumber daya manusia, derajat kesehatan masyarakat ditingkatkan, untuk menangani ini diperlukan peningkatkan kapasitas sumber daya aparatur, manajemen pemerintahan dan pelayanan publik lebih baik. ”Mencapai sasaran tersebut kita fokus pada program dan kegiatan yang mempunyai daya ungkit (leverage) tinggi untuk meningkatkan Human Development Indeks (HDI) dan perlu sinergi pembiayaan pemerintah, swasta dan masyarakat,” terang Gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan keterangan pertanggung jawaban Gubernur Kalbar, tahun 2008 di depan rapat istimewa DPRD, akhir Maret lalu. Menjelaskan, sektor pendidikan secara perlahan menunjukan peningkatan meski belum signifikan. Presentase kelulusan UN SPM/MTs 2008 73,62 persen atau meningkat 0,56 persen. Di tingkat SMA/MA turun 2,16 persen bahkan SMK, menurun tajam 11,80 persen, sehingga kedepan diupayakan perbaikan. Pencapaian Angka Partisipasi Kasar (APK) Kalbar jenjang pendidikan SD/MI/Palet A 113,39 persen, melebihi target nasional 110,0 persen. Jenjang SMP/MTs/Paket B, 83, 73 persen melebihi tingkat nasional 81,9 persen. Jenjang SMA/SMK/MA/Paket C, 46,80 persen, lebih rendah dari tingkat nsional, 56, 7 persen. ”Angka Partisipsi murni (APM) Kalbar, 2008 menunjukan peningkatan tetapi dibawah APM nasional,” kata Cornelis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan IPM, dengan meningkatkan kecerdasan sumber daya manusia, dalam kurun 2008 guru strata satu (SI) 14.100 (24,15 persen) dari 58.375 guru. Sedangkan guru yang sudah disertifikasi 4.920 (34,89 persen) dari jumlah yang dapat disertifikasi. Sebagai sarana penunjang kegiatan belajar mengajar, ada 30.108 ruang kelas dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK, kondisi baik 18.326 ruang atau 60,87 persen, rusak berat 4.421 atau 14,64 persen, rusak sedang 3.839 persen, rusak ringan 3.483 atau 11,57 persen. ”Ini pun harus terus di benahi,” tegas Gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala Infrastruktur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika meninjau perbaikan jalan Trans Kalimantan ruas Tayan- Kalimantan Tengah, Maret lalu, Gubernur mengatakan, muara dari ketertinggalan dan kemiskinan masyarakat Kalbar salah satunya belum layaknya infrastruktur penghubung daerah satu ke daerah lain. Kenapa kalau mau ke Kalimantan tengah, harus naik pesawat ke Jakarta dulu? padahal Kalbar-Kalteng satu pulau kalau ditempuh perjalanan darat lebih ekonomis.&lt;br /&gt;Masalah ini pula yang ”menggelitik” empat gubernur di Kalimantan (Kalbar, Kalteng, Kalsel dan Kaltim) sehingga dibentuklah Forum Kerjasama Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan (FKRP2RK), Gubernur Kalbar menjadi koordinator forum tersebut menggantikan Gubernur Kalteng, Agustinus Teras Narang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika serah terima Koordinator FKRP2RK di Pontianak (2/3), Agustinus Teras Narang mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan Trans Kalimantan menjadi perhatian utama empat pemimpin Kalimantan, agar ke depan akses transportasi penghubung antar wilayah mudah, ”Kita tidak perlu ke Jawa lagi kalau mau ke provinsi lain di Kalimantan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nada sama semakin nyaring diteriakan di pusat, ketika Gubernur Cornelis menjadi koordinator periode (2009-2010), apalagi di Kalbar, masalah infrastruktur menjadi kendala utama akses pembangunan. Sejak dibangun, ruas jalan provinsi seperti ruas jalan Provinsi penghubung Bengkayang-Sambas yang melewati Subah belum diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Kalbar saat kunjungan kerja ke Subah, Rabu (1/4) juga mengeluhkan keadaan jalan tersebut. ”Kalau kita melewati jalan tersebut bikin demam,” ujar Gubernur serius. Ia akan memperbaiki jalan raya Subah pada Tahun 2010 yang dianggarkan dalam APBD. Lanjutnya, untuk APBD tahun ini, Gubernur menyampaikan langsung ke masyarakat Subah, kalau anggaran sudah ketuk palu. ”Jalan Subah-Sambas dianggarkan di APBD 2010. Saya minta masyarakat Kecamatan Subah bersabar” kata Gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infrastruktur di Kalbar memang masih menjadi pekerjaan rumah besar pemimpin daerah ini. Ruas jalan Tayan-batas Kalteng masih akan menelan biaya banyak. Sebagai realisasi dari komitmen pemerintah Provinsi Kalbar menembus keterisolasian pedalaman, poros jalan Tayan-Kalteng sudah dikerjakan.&lt;br /&gt;Menurut data Satuan Kerja Non Vertikal tertentu Pembangunan Jalan dan Jembatan Kalimantan Barat Dinas PU Kalbar. Untuk paket pembangunan jalan Tayan-Teraju-Batas Balai Berkuak, 40,00 km dikerjakan PT Waskita Karya, dengan dana ADB dan RMP, Rp 122.037.185.000,00,-. Paket pembangunan jalan Balai Berkuak-Aur Kuning (1) oleh PT. Brantas Abiraya-PT. Pensasi Karya Prima, dana APBN Rp. 86.575.094.000.00,-. Paket pembangunan jalan Balai Berkuak-Aur Kuning (2), 32,50 km, oleh PT TCP dan PT Strada Multiperkasa menelan biaya APBN Rp 85.538.631.000,00,-. Paket pembangunan jalan Aur Kuning-Sandai (10 km) dari APBN Rp 71.810.655.000,-. Paket pembangunan jalan Sandai-Nanga Tayap, 15 km dengan APBN Rp. 40.789.444.000.00,- oleh PT. Adhi Karya (Persero) tbk. Paket pembangunan jalan Nanga Tayap-Batas Kalteng (10 km, dari APBN Rp 73.926.039.000,00,- oleh PT. Daya Mulya Turangga.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-4248683971552537576?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/4248683971552537576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=4248683971552537576' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/4248683971552537576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/4248683971552537576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2009/04/infrastruktur-jalan-masih-jadi-kendala.html' title='Infrastruktur Jalan Masih Jadi Kendala'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SeXjF4XpPWI/AAAAAAAAAUc/JS3JT5AMw-I/s72-c/Land+scap.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-2460215174593144644</id><published>2009-03-18T02:53:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T03:48:21.188-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><title type='text'>Matheas...</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/ScDMMPuhm0I/AAAAAAAAAUU/QwlhxKdg950/s1600-h/DSC06515.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314472071049354050" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 149px; CURSOR: hand; HEIGHT: 204px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/ScDMMPuhm0I/AAAAAAAAAUU/QwlhxKdg950/s320/DSC06515.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari istimewa nan melelah. Begituah hari-hari saya lewati di garis batas Khatulistiwa. Ketika saya mendatangi senja sore itu di Siantan, saya bersama Mathias Waldmayer, kami berdua berfoto bersama, karena suatu saat kami pasti berpisah, Dia Pulang ke Jerman.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, saya bercerita tentang Indonesia, dia bercerita tentang Jerman, saya belajar bicara Inggris, bagi saya bahasa itu gampang-gampang susah. gampangnya karena tinggal di singkat dari bahasa Indonesia, misalnya bola dalam bahasa inggris ball, lampu jadi lamp. Jadi kalau kita bicara dengan orang eropa mau minta kerja gampang, tinggal ngomong, "Tab tu sa min ker," artinya Tabek tuan saya minta kerja. Gampangkan?. Tapi kalau diapakan sama bule' jangan marah ya itu memang standar bahasa jamannya Anglo Saxonnya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan kami, saya tanpa malu minta satu dollar dari Matheas, bukan untuk deposito, kalau mau dibilang ngemis boleh juga, tapi bagi saya itu untuk kenang-kenangan. Saya ingin mendapatkan uang dollar dari orang Jerman yang kuliah di Bonn University itu, untuk kenag-kenangan kami, karena saya tahu suatu saat kami pasti berpisah dan entah kapan ketemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya orangnya penyuka keabadian, dalam persahabatan pun mesti ada kenang-kenangan dan kenangan biar saling ingat sepanjang hayat. Sama dengan menulis, bagi saya menulis itu mengenang untuk keabadian, kata Pak Pram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya juga, persahabatan jauh lebih berharga daripada apapun, namun cari sahabat itu sama dengan belajar bahasa inggris, kadang saya menggunakan sistem SKSD, tapi jangan ditiru, bisa-bisa kamu digampar apalagi kalau ketemu orang angkuh, yang wajahnya saja tidak bersahabat seperti monyet misalnya. Tahukan orang Indonesia yang selalu menerapkan kecurigaan lebih dulu daripada pikiran positif jika ketemu orang baru?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Kisah sore itu, agar tak banyak ngelantur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika rapat redaksi, saya dipanggil Mathias, ternyata dia beri saya satu Dollar, dan menukarnya dengan kartu nama saya. Saya senang bukan kepalang, rasanya seperti mendapatkan ribuan kali lipat dari kenyataan, saya tidak melihat nominalnya, tapi Mathias Konsisten, janji dia tepati, saya diberi kenangan berarti dan berharga, saya janji akan simpan itu, siapa tahu Mathias selesai kuliah di Bonn University Jerman kelak jadi Presiden menggantikan Horst Köhler,yang sekarang menjabat Presiden Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Horst Kohler lahir 22 Februari 1943 Köhler Pemilihan Presiden Jerman 2004 Pemilihan_Presiden_Jerman 2004 Bundesversammlung (Jerman) Sebelum terpilih, Köhler mempunyai karier yang cemerlang di dunia politik dan sebagai pegawai negeri. Paling akhir ia menjabat sebagai kepala di Dana Moneter Internasional&lt;br /&gt;Mathias pintar dia pandai bahasa Inggris dan Jerman, saya doakan kamu sukses ya le', (bule' Matheas)....Mathias Sampai Ketemu...Saya Tunggu Kamu di Bumi Borneo dan di Borneo Tribune lagi...kita main futsall ya...saya tak tahu saya bisa ke tempat mu atau tidak.Gusti Ora Sare...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-2460215174593144644?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/2460215174593144644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=2460215174593144644' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/2460215174593144644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/2460215174593144644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2009/03/matheas.html' title='Matheas...'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/ScDMMPuhm0I/AAAAAAAAAUU/QwlhxKdg950/s72-c/DSC06515.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-4178561659611495738</id><published>2009-03-09T02:21:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T03:28:43.597-07:00</updated><title type='text'>Suatu Kebodohan?</title><content type='html'>Pagi itu otak saya error. Saking errornya tidak ada persiapan ketika berangkat memburu berita, padahal banyak yang bisa ditulis. kalbar besar, kemiskinan pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai. belum lagi illegal logging, perampokan kian menjadi, tata pemerintahan tidak jelas karena legislatif dan eksekutif berebut kuasa, masing-masing tidak mau kalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini lahan buat wartawan," kata teman suatu ketika.&lt;br /&gt;Pertikaian bisa dibesarkan dan dikecilkan tergantung kelihaian wartawan memainkan situasi, pun kalau wartawannya cerdas &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SbTtGxKuFdI/AAAAAAAAAUM/JmPPaUACNaE/s1600-h/DSC09555.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311130561109956050" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 204px; CURSOR: hand; HEIGHT: 167px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SbTtGxKuFdI/AAAAAAAAAUM/JmPPaUACNaE/s320/DSC09555.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kadang saya juga tak suka dengan profesi ini, namun karena panggilan dan hobi, pusing bagaimanapun tetap saya jalankan. Bukan apa, hanya benci sama diri sendiri saja, ide kadang hilang, pas tidur atau diatas motor seribu ide muncul untuk meulis apa saja, termasuk menulis yang ( maaf) jorok-jorok tentang lawan jenis babi jantan, ditempat pemotongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;agak tak nyambung, Pagi itu saya berangkat berburu. Pulpen, buku dan kamera serta perlengkapan tempur lainnya sudah menyatu di Tas pemberian Pertamina. Tas kerja itu setia berpagut di punggung setiap hari, tanpa komentar mencium bau keringat yang kadang tak sesuai selera penciuman normal.&lt;br /&gt;saya melaju di jalanan, perut keroncongan, semadi nam saya singgah di Pak Tea, karena malamnya, Pak Sarimin, Guru SLTP saya meminta ke rumah. Dia bawa oleh-oleh dari Darit, Mempawah Hulu, Landak. Ini...ni... sangsang babi, wuih enak sekali-sekali enak.&lt;br /&gt;Tanpa banyak cing-cong saya makan hampir tak ditawar sama orang rumah, niat makan hampir bersamaan dengan tawaran. Pak Tea yang seprofesi dengan saya sebagai pemburu menyirap daging babi yang sebelumnya dipotong sagola.&lt;br /&gt;Enak sekali rasanya makan pagi itu...saya tak tengok kiri kanan...saya makan karena saya lapar.&lt;br /&gt;sambil menunggu Pak Tea mandi, saya nonton metro TV, iklanya berturut-turut Jusuf Kala dengan golkarnya, saya ogah nonton, namun ketika pindah di chanel lain, sama saja, iklan parpol mulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari sebelumnya, saya hilang selera meliput JK yang datang ke Pontianak, dalam rangka kunjungan sebagai Ketua DPP Golkar, tugas itu saya limpahkan ke senior, agak tak sopan memang...tapi bagaimana, saya paling alergi dengan ketatnya pengamanan Paspampres, sampai-sampai ditegur wartawan pun paspampres tak mau nyahut, wajahnya pun terkesan tak bersahabat, saya malas dan pulang saja dari Zamrud Khatulistiwa. Di hati sudah hilang niat meliput JK, jengkel juga..."Tak tahu aslinya JK akrab tidak sama rakyat kecil, kan dia anak saudagar?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa jahat ya orang Kalbar, sampai paspampres kayak gitu? gumamku. JK-kan dipilih rakyat, meski dia datang sebagai DPP Golkar, Rakyat tetap menganggapnya sebagai Wapres, Rakyat Kalbar ingin ketemu langsung dan mengeluhkan setiap kesengsaraannya pada pemimpin yang mereka pilih langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman Pak Karno, Pengamanan tak segitunya, beliau bebas berjalan dipematang sawah, ngobrol dengan rakyat di mana saja. Beliau tahu persis bagaimana kehidupan rakyat. Di malam gelap pun rakyat hafal dengan suara pak Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahu saya, Pak Karno itu presiden Indonesia yang merakyat, kebapakan dan berkarakter sehingga banyak politikus yang menyertakan gambar Pak Karno dalam balihonya, padahal politikus tersebut sifatnya bertolak belakang dengan Pak Karno, boleh uji? apalagi soal karakter. Ah... jadi ngelantur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berangkat dari rumah, rencana mau ke Hotel Santika, liputan paeran pendidikan internasional, namun sudah selesai, kasihan deh. muka dua orang tanpa dosa keluar...dan membayar parkir, berlalu ke Jalan Ampera ketemu Deputi Direktur walhi, Blasius Hendi Candra, mau wawancara apa saj yang menjadi isu terhangat dari walhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumahnya di jaan Ampera, lewatnya Jalan Danau Sentarum, saya ditanya sama Pak Tea..."Ini lurus kah?"&lt;br /&gt;"Lanjut?" kataku, padahal tak tahu dimana arah jalan Ampera.&lt;br /&gt;eh...ternyata kami sudah sampai di Sungai Jawi...saya memang tak tahu mana jalan danau sentarum, apalagi Jalan Ampera.&lt;br /&gt;Namun sok tahu saja, kan baru tiga bulan di Pontianak...mana bisa cepat menghafal jalan ruwet kota ini, apalagi menghafal kios liar di tepi jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami nyasar...Pak Tea yang biasanya kalau marah jenggotnya tambah panjang tak bisa marah karena dia juga lama tak di Kalbar. Kami bingung, balik lagi ke jalan awal, nyari rumah Hendi. Aku hanya komentar " Tanyak Kelik Selubang namanya..." &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-4178561659611495738?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/4178561659611495738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=4178561659611495738' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/4178561659611495738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/4178561659611495738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2009/03/suatu-kebodohan.html' title='Suatu Kebodohan?'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SbTtGxKuFdI/AAAAAAAAAUM/JmPPaUACNaE/s72-c/DSC09555.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-4081554351520797570</id><published>2009-02-16T00:24:00.000-08:00</published><updated>2009-03-09T03:37:05.068-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Sebuah Puisi hadiah Valentine</title><content type='html'>Ku tuliskan sebuah puisi kerinduan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SZklVXcQeCI/AAAAAAAAATs/suKQD6Xejdc/s1600-h/DSC08922.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303311085205485602" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 77px; CURSOR: hand; HEIGHT: 83px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SZklVXcQeCI/AAAAAAAAATs/suKQD6Xejdc/s320/DSC08922.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam bayang kubelai lembut jemarimu&lt;br /&gt;Ingin sekali kubelai saat ini&lt;br /&gt;Angin membisik anganku tuk selalu bersamamu... Sebait puisi, sengaja kutulis untuk Valentine Day kita berduaMenjaga benang kasih sayang yang saat panjang terbingkai &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SZklViuHQMI/AAAAAAAAAT0/smoWU7rRDTE/s1600-h/DSC09018.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303311088233169090" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 87px; CURSOR: hand; HEIGHT: 85px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SZklViuHQMI/AAAAAAAAAT0/smoWU7rRDTE/s320/DSC09018.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Meski letih mendera...tak akan ku hiraukan kerikil beradu dengan tapak kakiku..&lt;br /&gt;Melangkah menggapai keabadian yang telah kita ukir berdua...&lt;br /&gt;Apa kau merasakannya di sana...getar rinduku kadang membuat air mata tak terasa menetes...Happy Valentine Day...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-4081554351520797570?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/4081554351520797570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=4081554351520797570' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/4081554351520797570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/4081554351520797570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2009/02/sebuah-puisi-hadiah-valentine.html' title='Sebuah Puisi hadiah Valentine'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SZklVXcQeCI/AAAAAAAAATs/suKQD6Xejdc/s72-c/DSC08922.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-7626397100326324866</id><published>2009-02-11T04:30:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T05:03:52.358-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laporan Perjalanan'/><title type='text'>Melestarikan Tenun Sambas (1)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SZLJ01zi8jI/AAAAAAAAATk/nbe9KApWfiY/s1600-h/Emi+Purnima,+Pelestari+Tenunan+Sambas-hentakun+(11).JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301521621002154546" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 238px; CURSOR: hand; HEIGHT: 186px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SZLJ01zi8jI/AAAAAAAAATk/nbe9KApWfiY/s320/Emi+Purnima,+Pelestari+Tenunan+Sambas-hentakun+(11).JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Borneo Tribune, Sambas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Asyiknya menenun itu, bila sudah hampir selesai, motifnya bagus," ujar Emi Purnima kepada saya sembari tersenyum. Dia pun menyambut dengan ramah.&lt;br /&gt;Ruang yang tidak begitu besar, di rumah yang terletak di Jalan Pendidikan Kota Sambas, terletak seperangkat alat tenun manual hampir memenuhi ruang berukuran 4x4 meter itu. Di jendela rumah, tampak pemandangan jembatan kayu seakan memotong tenangnya arus Sungai Sambas.&lt;br /&gt;Peralatan tenunnya licin mengkilap pertanda sering dipakai pengunanya. Emi Purnima, generasi ketiga pelestari tenun Sambas yang terkenal itu.&lt;br /&gt;Gerimis sore yang mengiringi perjalanan saya menuju kediman Emi. Karena hanya gerimis, saya pun tidak mencari tempat berlindung. Saya langsung menuju rumah yang persis berhadapan dengan SDN 4 Sambas. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya sengaja singgah di rumah itu karena ingin bersilaturahmi dengan penghuni rumah, mereka dulu guru SMPN Balai Berkuak, Kecamatan Simpang Hulu, Ketapang tempat saya bersekolah.&lt;br /&gt;Irianto dan Emi Purnima, sejak tahun 2003 kembali ke tanah kelahirannya di Sambas, mengabdi sebagai guru juga. Irianto megajar di SLTP Sejangkung, sedangkan Emi Purnima mengajar di SLTP Semberang, semuanya di wilayah Kabupaten Sambas.&lt;br /&gt;Malam itu, kami berbincang-bincang mengingat ketika saya menjadi siswa dan mereka yang menjadi guru saya. Setiap kenangan kami utarakan tak ada habisnya, mereka antusias sekali.&lt;br /&gt;Sejak lulus D III Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura 1986, setahun kemudian, Irianto bertugas di Balai Berkuak menjadi guru Bahasa Indonesia, sedangkan Emi Purnima, istrinya menyusul setahun kemudian mengajar bidang studi yang sama.&lt;br /&gt;Pahit manisnya hidup, mereka rasakan sewaktu menjadi "Oemar Bakri" di Balai Berkuak, dengan gaji golongan dua waktu itu Rp56.000, beras 10 kg, kalau digabung, gaji mereka berdua hanya cukup untuk kebutuhan keluarga sebulan.&lt;br /&gt;Sementara menurut Irianto, setiap dua bulan salah satu mereka harus ke Sambas menjenguk putra-putrinya, Andika dan Mega yang masih kecil tinggal dengan kakek neneknya bersekolah di Sambas. "Waktu itu serba sulit, gaji segitu beh tak cukup untuk ke Sambas," kenang Pak Irianto dengan logat Sambas yang kental.&lt;br /&gt;Tahun pertama Irianto dan Emi Purnima di Balai berkuak, Jalan Trans Kalimantan belum ada, transportasi lewat Sungai Kualan. Kalau mau ke Sambas harus ke Pontianak dulu. Perjalanan ditempuh sekitar empat hari baru sampai di Sambas.&lt;br /&gt;Itu pun harus menunggu kalau ada motor orang Tionghoa ke Pontianak membawa karet. Waktu tempuh motor air dari Balai Berkuak-Pontianak dua hari, istirahat satu hari di Pontianak menunggu bis ke Sambas, hari berikutnya baru sampai di kota yang terkenal dengan bubur pedasnya itu.&lt;br /&gt;Irianto menambahkan, untuk mencukupi kebutuhan dan biaya transportasi ke Sambas dengan menjual hasil tenunan istrinya. Karena hobi tadi, ketika pindah ke Balai Berkuak, dia membawa serta peralatan tenunnya. Hasil penjualan dua helai kain tenun ketika itu bisa mencapai Rp160.000.&lt;br /&gt;Sedang asyiknya kami bercerita, mata saya tertuju pada kain tenun yang dibingkai tergantung rapi di ruang tamu. Menurut Emi--begitu dia akrab dipanggil, tenunan tersebut hasil karyanya sendiri, yang pernah dipamerkan di even pameran kabupaten ketika masih di Balai Berkuak.&lt;br /&gt;Emi pandai menenun, keahlian tersebut didapatnya dari sang ibu, Fatimah Ahmad yang juga seorang penenun. Dia belajar menenun dengan sang Ibu sejak kelas 4 SD tahun 1976. Putri sulung Abdul Kadir, mantan Kepala Desa Jagur, Sambas ini menganggap menenun itu hobi dan tradisi turun temurun keluarga, dia generasi ketiga penenun, sehingga perlu dilestarikan. "Ini tradisi Sambas, saya ikut melestarikannya," ujarnya. (Bersambung)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-7626397100326324866?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/7626397100326324866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=7626397100326324866' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/7626397100326324866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/7626397100326324866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2009/02/melestarikan-tenun-sambas-1.html' title='Melestarikan Tenun Sambas (1)'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SZLJ01zi8jI/AAAAAAAAATk/nbe9KApWfiY/s72-c/Emi+Purnima,+Pelestari+Tenunan+Sambas-hentakun+(11).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-5514491403054398546</id><published>2009-02-06T22:49:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T23:13:42.479-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laporan Perjalanan'/><title type='text'>Ha...ha...Aku Mengajar Lagi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SY0yzuslI4I/AAAAAAAAATM/9cMlC_jbLJ4/s1600-h/Borneo+Tribune+Go+To+School-+SMA+Bonaventura+Sambas-+Hentakun+(22).JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299948200774673282" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 293px; CURSOR: hand; HEIGHT: 226px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SY0yzuslI4I/AAAAAAAAATM/9cMlC_jbLJ4/s320/Borneo+Tribune+Go+To+School-+SMA+Bonaventura+Sambas-+Hentakun+(22).JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; "Borneo Tribune beritanya padat ya," ujar Kepala Sekolah SMA St. Bonaventura kepada saya, yang ditemani bagian pemasaran Harian Borneo Tribune, wilayah Kabupaten Sambas, Amrul, Selasa (3/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, saya mengontak teman lama, Oka, lewat telepon seluler. Oka, alumni Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Ia sekampus dengan saya, hanya beda angkatan dan jurusan. Dia jurusan Bimbingan Konseling, saya Pendidikan Sejarah. Dia masuk 2000, saya tahun 2001.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pernah bertemu, ketika mendampingi siswa SMP/SMA dalam latihan kepemimpinan yang diselenggarakan YPPN di Rumah Doa Rivotorto, Lembah Sarikan, Kecamatan Toho, tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya mendapat tugas dari kantor ke Sambas, teringat kalau ada alumni Sanata Dharma mengajar di SMA St. Bonaventura. Sambas daerah baru bagi saya. Sehingga teman yang saya kenal pun hampir tak ada. Kalau bukan Amrul, bagian pemasaran harian Borneo Tribune, siapa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amrul setia menemani saya, selama beberapa hari di Sambas. Dia juga yang mengantarkan saya bersilaturahmi ke kediaman guru SLTP saya, di Jalan Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, saya menelepon Oka, dia baru sampai di Sambas, siangnya dari Singkawang. Kemudian sore harinya, dia mengajar muatan lokal di SMA St. Bonaventura. Kebetulan saya di Sambas. Oka meminta saya memberi materi Jurnalistik di kelas 10 C di lantai II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena waktunya mendadak, saya mencoba sebisanya. Untungnya, di Flash Disk masih ada copian materi Jurnalistik dari Aleksander Mering. Itu yang dipakai. Saya mencoba menjelaskan kepada siswa dengan alokasi waktu 1 jam pelajaran, untuk menjelaskan bagaimana membuat berita straight news, menulis feature dan artikel di media massa. Saya sekaligus mengenalkan harian Borneo Tribune, sebagai Koran Pendidikan di Kalbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa nampak antusias, walau sore biasanya mengantuk menyerang. Oka pun tak ketinggalan. Dia menanyakan, bagaimana menerapkan 5W+1H dalam sebuah tulisan. Sayangnya, waktu yang diberikan ke hanya satu jam. Sehingga yang dijelaskan hanya bersifat umum mengenai hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lantai dasar, Suster Kepala sudah menunggu kami berdua. Suster berterima kasih karena bersedia memberikan materi. Suster berharap, Borneo Tribune mau bekerja sama dengan SMA St. Bonaventura, untuk membantu siswa belajar jurnalistik, dan guru-guru juga butuh ruang ekspresi untuk menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu menunjukan 14.55 Wib, walau di luar hujan deras. Kami harus pulang ke kantor biro harian Borneo Tribune, nun di Jalan Kartiyasa, Sambas.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-5514491403054398546?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/5514491403054398546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=5514491403054398546' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/5514491403054398546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/5514491403054398546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2009/02/hahaaku-mengajar-lagi.html' title='Ha...ha...Aku Mengajar Lagi'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SY0yzuslI4I/AAAAAAAAATM/9cMlC_jbLJ4/s72-c/Borneo+Tribune+Go+To+School-+SMA+Bonaventura+Sambas-+Hentakun+(22).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-3073744131286768962</id><published>2009-02-01T06:47:00.000-08:00</published><updated>2009-02-01T06:53:28.467-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Gaya Gesek</title><content type='html'>Gaya Gesek, adalah gaya yang bekerja pada benda dan arahnya selalu melawan arah gerak benda. Gaya gesek hanya akan bekerja pada benda jika ada gaya luar yang bekerja pada benda tersebut. Untuk menjaganya agar tetap bergerak, kita harus tetap mendorong (memberikan gaya). Jika dicermati dengan saksama, anda akan menyimpulkan bahwa benda-benda yang bergerak secara alami akan berhenti dan sebuah gaya diperlukan agar untuk mempertahankannya agar tetap bergerak.&lt;br /&gt;Pada abad ketiga Sebelum Masehi, Aristoteles, seorang filsuf Yunani pernah &lt;span class="fullpost"&gt;menyatakan bahwa diperlukan sebuah gaya agar benda tetap bergerak pada bidang datar. Menurut Aristoteles, keadaan alami dari sebuah benda adalah diam. Oleh karena itu perlu ada gaya untuk menjaga agar benda tetap bergerak. Ia juga mengatakan bahwa laju benda sebanding dengan besar gaya, di mana makin besar gaya, makin besar laju gerak benda tersebut.&lt;br /&gt;Setelah 2000 tahun kemudian, Galileo Galilei “menggesek” pandangan Aristoteles. Galileo mengatakan bahwa sama alaminya bagi sebuah benda untuk bergerak mendatar dengan kecepatan tetap, seperti ketika benda tersebut berada dalam keadaan diam. Untuk memahami pandangan Galileo, bayangkan jika kita mendorong sekeping uang logam pada permukaan lantai yang sangat licin. Setelah anda berhenti mendorong, keping uang logam tersebut akan meluncur jauh lebih panjang (dibandingkan ketika mendorong di atas permukaan lantai kasar). Jika dituangkan minyak pelumas atau pelicin lainnya pada permukaan lantai tersebut, maka keping uang logam akan bergerak lebih jauh, dibandingkan dengan percobaan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya gesek tidak hanya dalam ilmu Fisika, namun dalam politik apalagi politik kekuasaan terjadi juga gaya saling menggesek, yang mengorbankan salah satu pihak yang lainnya aus tidak mamu menahan gesekan. Dalam sebuah perusahaan atau lembaga bila terjadi gaya gesek antar pimpinan yang dikorbankan bawahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama hal misalnya penetapan caleg berdasarkan suara terbanyak, membuat caleg harus bersaing ketat, tidak tertutup kemungkinan terjadi kampanye saling menjelek-jelekkan atau black campaign antar-caleg, apalagi tidak menggunakan minyak pelumas seperti gaya gesek yang dikemukakan ilmuwan fisika, sehingga menimbuklan aus “soak” salah satunya. Berbeda dengan gesekan “Yoyo”nya Megawati terhadap Presiden SBY, ketika Rakernas PDIP di Solo bulan lalu, yang sempat memanaskan telinga Anas Urbaningrum dan bahkan Sang Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya gesek bahaya, apalagi “saling bergesekan” tak tentu rudu karena ambisi, namun bukan hal tabu dan harus ditakuti dalam politik praktis, meski yang dikorbankan adalah masyarakat yang disuruh memilih, tergantung bijak atau tidak menyikapi gesekan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang bergesekan mesti tahu, masyarakat kadang tidak mengetahui siapa yang dia pilih, yang masyarakat tahu adalah apa yang dijanjikan kandidat yang dipilih, sehingga masyarakat ujung-ujungnya hanya sapi perah juga, bayar pajak terus. Masyarakat juga yang dipilih menjadi dewan pun masih terus bergesekan tampa berfikir solusi untuk kemajuan masyarakat yang mestinya ia perjuangkan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-3073744131286768962?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/3073744131286768962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=3073744131286768962' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/3073744131286768962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/3073744131286768962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2009/02/gaya-gesek.html' title='Gaya Gesek'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-4717481198326815485</id><published>2008-12-15T02:29:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T04:17:44.270-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><title type='text'>Pak, Salam Buat Tuhan</title><content type='html'>Awalnya saya diminta Mering mengantar undang acara workshop Borneo Tribune ke Florus, Yadi, Kris. Atok serta Pastor Rubini di Sekolah Tinggi Teologi Pastor Bonus Jalan 28 Oktober Siantan, karena rumah mereka kecuali Yadi, searah dengan saya yang juga numpang di rumah kakak di Siantan. Undangan untuk Yadi saya bacakan saja lewat telpon memang agak kurang sopan, untung Yadi yang sudah memegang jabatan direktur &lt;span class="fullpost"&gt;sebuah LSM di Pontianak bisa maklum dengan keteledoranku, Krist. Atok adalah Kandidat doktor di Universitas Kebangsaan Malaysia dia sederhana murah senyum dan sangat menghargai orang lain (maaf pak ini Fakta menurut saya), sedangkan Florus itu yang saya kenal penulis hebat dan cerdas, saya suka tulisannya, menggelitik dan logis,  Mering adalah mentor saya di Borneo Tribune, saya banyak belajar menulis dari dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya surat itu harus saya beri sehari sebelumnya, namun malam itu harus menyelesaikan beberapa konsep berita buat besoknya jadi tidak enak kalau singgah di rumah orang larut malam. Undangan itu jadinya baru diantar sore 4 Desember, karena acaranya tanggal 7, jadi masih memenuhi syarat untuk sebuah undangan resmi di Indonesia yang biasanya H-3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, selesai deadline saya pulang dari Purnama melewati jalan jalan Veteran karena saya pikir sudah sore pasti tak ada razia peralatan motor seperti kaca intip, lampu belok dan plat nomor yang tak jelas, maklumlah motor pinjaman dan butut lagi. Saya melewati Tanjungpura, sampai di perempatan terlihat kendaraan menyemut pertanda mcet yang tak terbendung, makum sore atai pagi tepat itu seperti tak bisa lewat, padahal sudah ada jembatan dibuat baru di hulunya biasa disebut kapuas dua, jarang dilewati karena jauh dan terlalu memutar, selain itu orang banyak takut melewatinya karena sekrup jembatan tersebut banyak dicuri sama setan, karena kalau manusia kan tak doyan makan besi. Saat-saat macet apalagi kalau tengah ghari ingin motor kita itu punya sayap dan berubah jadi helikopter biar bisa terbang mendahului orang-orang yang asyik bermain klakson motor dan mobil, tapi apakan daya, Om Yes tak menciptakan daya magic yang menyamai dia pada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari macet yang memakan waktu hapir 200 menit, saya masuk ke sebuah biara namanya Sekolah Tinggi Teologi Pastor Bonus, yang mencetak calon pria lajang sejati dan kata mereka proses melajang tersebut tak lepas dari campur tangan Tuhannya orang katolik bernama Yesus Kristus, saya biasa menyebutnya Om Yes tapi jangan di tiru ya karena saya pernah dibilang tak sopan sama nenek di kampung ketika menyebut kata itu sewaktu mengakhiri doa yang penggalan kalimatnya ada kata Yesus, saya hanya sebut Om Yes, karena lebih enak diucap dan simpel. saya pikir Diakan maha tahu, tak perlu kita bersembunyi dari apa adanya kita, karena sudah banyak orang taat agama bertopeng, yang setiap hari ke tepat ibadah kemudian korupsi atau mencuri maupun menipu orang alias berbuat jahat, tak terkecuali berfikiran jorok kala melihat wanita seksi naik motor di perempatan, sampai lupa kalau lampu pengatur lalu lintas warna hijau menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat itu asri, hijau dan banyak pohn akasia tubuh di sana tertata rapi, saya setengah kaget karena selama ini Pontianak sudah tidak ada lagi ruang publik yang ada hutan, eit maaf tempat yang barusan saya sebut bukan ruang publik, itu biara. Biara STT Pastor Bonus tak pernah singgah sebelumnya dalam pikiran saya. Penataan letak gedung satu dan lainnya menggambarkan kalau itu dikerjai arsitek dan tata ruang yang berfikir seni artistik tak heran tempattempat indah seperti itu diperkhususkan untuk orang melajang sampai mati, karena hal duniawi sudah didapat dengan melihat pemandangan indah dan sejuk di sekitar rumah, berbeda dengan masyarakat awam seperti saya yang tidak ada apapun di halaman rumah sehingga pikiran ke yang indah-indah terus termasuk anda yang membaca (mungkin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situ, saya bertemu Pastor Sutadi untuk mengantar undangan buat pstor Rubini, Pastor Rubini adalah pastor yang kami kenal di Tribune Institute, dia orang Tiong Hoa yang mau juga melajang mungkin sampai akhir hayat. Namun sore itu, Pastor Rubini tidak ada ditempat, ke jakarta kata pastor sutadi. pastor Sutadi adalah mantan pastor paroki Santo martinus Balai Berkuak tahun1998 sebelum dia sekolah lagi ambil gelar Doktor di Gregoriana University di Roma, sekarang Sutadi menjadi Rektr di STT pastr Bonus. gayanya simpel ramah, dulu Pastr Sutadi berkumis, sekarang sudah tidak lagi, saya tidak ptahu apa sebabnya apakah karena tak mau dibilang mirip suami Inul Daratista yang ratu ngebor itu atau memang sudah bosan menggunakan kumis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah mengetahui Pastor Rubini tidak ada di tempat, surat itu saya titip ke Pastor Sutadi, agar di sampaikan ke Pastor Rubini. Gerimis sore menetes menyiram bunga dan pepohonan yang ikut mendengar pembicaraan kami berdua di beranda Rumah Pastor Sutadi. kami bernostalgia mengenai Balai Berkuak sewaktu saya pernah jadi putra altar semasa SLTP, waktu itu Jumat Agung untuk memperingati hari kematian Om Yes eh maksud saya Yesus Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan kami sampai ke saya menduduki bangku SLTA, saya mengatakan ke dia kalau waktu di SLTA saya menjabat wakil ketua mudika Santa Gemma Keuskupan Ketapang. Sutadi akrab dengan saya, dulu ketika bertugas di Balai Berkuak sering berkunjung ke rumah, karena stasi kami Bunda Pengharapan Suci di Kangking yang gerejanya belum jadi sampai sekarang adalah binaan dia. Romo Sutadi juga kenal dengan rang tua saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita panjang kami sampai pada studi saya waktu di Jgja, tembakannya langsung pada tugas akhir saya, lalu saya menceritakan kalau tugas akhir saya itu bercerita tentang Komunis di Indonesia, di tahu kalau bercerita tentang itu pasti yang menceritakan jarang menjenguk ke gereja atau minimal ngisi buku tamu malaikat surga. Saya pun mengakui, dia hanya tertwa naun dibalik itu agak jengkel nampaknya karena tak seharusnya karena ilmu yang dianut lalu merubah kepercayan yang dipeluk selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya tidak mengklaim sebagai seorang Marxsis karena bahaya di negeri ini kalau ada orang mengakui dirinya seperti itu, bisa digantung sama negara, saya yakin orang sekelas Profesor pun tak akan berani mengakui dia Marxsis di negara yang katanya merdeka tapi masyarakatnya tidak memahami arti kemerdekaan, kita bisa melihat fenomena yang ada, banyak pencekalan atas nama agama, saya tidak tahu apakah beberapa tahun lagi negara ini akan menjadi negara sekuler, karena masyarakatnya menggunakan agama hanya sebagai topeng untuk mencekal kebebasan orang lain, banyak orang yang rajin sembayang tapi biadab, keji dan tidak memahami perbedaan, mungkin tujuannya beribadah mempersempit ruang ortaknya melakukan penalaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastor Sutadi hanya tertawa mendengar penjelasan saya, dia maklum karena saya masih muda, masih harus banyak belajar tentang hidup tapi untuk urusan cari cewek saya tak perlu belajar dengannya karena dia tak tahu, matanya tak bebas seperti saya, akrena mata Pastor Sutadi hanya ada Tuhan Yesus Kristus Juru Selamat Dunia yang akan menyelamatkan orang-orang seperti saya mengingkari agama yang dianut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tidak langsung Pastor yang selagi berkumis mirip dengan wajah bapak saya itu meminta saya sembayang. Saya mengalihkan pembicaraan dengan menelpon Karel yang sekarang sudah menjadi Frater di Pastor Bonus, dia menempuh S 2 di pastor Bonus agar kelak kalau berhasil ditabis jadi Pastor. karel, teman saya SLTA Yohanes Ketapang tahun 1998-2001. Namun setelah selesai dia menetap di Seminari St. Laurensius Ketapang untuk ikut taupang dan saya kuliah di Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, satu kebanggaan karena saya bisa memenuhi cita-cita untuk bertemu dengan G. Moedjanto, sejarawan terkenal itu. Namun ketika skripsi saya di ACC dia, Tuhan tidak setuju saya dibimbing Bapak itu, sehingga pak Moedjanto duluan di panggil ke surga, karena parkinson yang dia derita. Ketika di semayamkan di Kampus Mrican, saya sempat memegang tangan dan mengelus wajahnya, dalam hati saya berbisik " Pak, Saya Penerusmu, doakan saya biar berumur panjang, bapak istirahat yang tenang ya, salam buat Tuhan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karel sudah tiba dari asramanya yang berhadapan dengan Rumah Pastor Sutadi, menggunakan sepeda, Kami bertiga ngobrol, hari hampir gelap, karel menjelaskan aktivitas sehari-harinya di Pastor Bonus, ada Futsal lapangan rumput di samping kiri jalan masukke komplek gedung bagian depan. saya senang sekali suatu saat bisa main futsal di situ, karena saya senang menonton dan main sepak bola, pernah waktu di Jogja saking senangnya nonton bola lupa kalau itu malam minggu, pacar saya ngambek, saya mau diputusin sama dia, saya cuek aja biar diputusin yang penting nonton bola tidak putus, akhirnya pacar saya mengalah, paling dia tahu diri kalau kalah cantik dengan bola. Pacar saya baik dia sering mengajak saya ke gereja mungkin dia ingin kami pacaran sehat, karena dia tahu saya jahil, pacar saya ingin Tuhan menyikat otak saya sampai bersih dari pikiran kotor, tapi kayaknya tak pernah bersih, mungkin sudah alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastor Sutadi mengharapkan saya agar Sembahyang ke Kapel mereka, saya mau pamit ketika menyinggung tentang saya mau sembayang atau tidak, namun hati kecil saya menangis, untung Tuhan maha baik, dia mengirimkan pastor Sutadi, sebuah wahyu agar mengucapkan sesuatu yang sebenarnya sudah lama saya rindukan, yaitu "menyuruh ke gereja". Saya sebenarnya malu tapi mau bagaimana, Pastor tahu kalau saya sejak kuliah jarang ke gereja, kegereja pun kalau sama pacar itupun dipaksa-paksa, lagian pacar saya cantik, jadi ga malulah kalau diajak ke gereja, setidaknya bisa menutup jeleknya penampilan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum menjawab oke dengan ajakan kedua sahabat Om Yes itu sampai sekarang, saya hanya minta pulang lebih cepat dari hadapan mereka, namun Pastor Sutadi minta saya setidaknya main futsal dengan mereka, dan sekalian membawa perlengkapan mandi dan pakaian, harapannya kalau sudah main futsal mandi di situ trus ke gereja. Saya hanya tersenyum...kapan ya saya bisa begitu tentu saya dalam keadaan sulit mencari alasan agar menepis ajakan itu, karena Om Yes Sudah menguncinya. Tunggu ya Pastor kalau saya berubah pikiran, dan kalau sudah tidak ada lagi pastor Gendong di dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-4717481198326815485?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/4717481198326815485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=4717481198326815485' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/4717481198326815485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/4717481198326815485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/12/pak-salam-buat-tuhan.html' title='Pak, Salam Buat Tuhan'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-2701325162155750211</id><published>2008-11-15T03:31:00.001-08:00</published><updated>2008-11-15T03:36:16.359-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><title type='text'>Sepenggal Cerita Pagi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SR6zwVdxZQI/AAAAAAAAASI/nFotuUiWr_k/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268846257047168258" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 164px; CURSOR: hand; HEIGHT: 185px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SR6zwVdxZQI/AAAAAAAAASI/nFotuUiWr_k/s320/untitled.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi 15 November 2008, saya kesiangan, panas sudah menusuk sela-sela jendela. Saya terbangun, baring lagi, bangun lagi, baring lagi, bangun lagi, langsung menuju kamar mandi di lantai satu dengan masih menggunakan underwear, bagian atas tanpa dibalut sehelai kain pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ssssssssssssssssssssssst……air hujan tunggal tercurah, bersumber dari antara kedua pahaku. Aku lagi malas melihat kebawah,dilihatpun dia tidak akan berekspresi, masih tidur lagi, jadi kuputuskan saja pipis sambil pejam mata.&lt;br /&gt;‘Aaah...bagai disurga’ bisik benak liarku.&lt;br /&gt;Ku timba air ‘cruuuup...’ kusiram closed jongkok warna pink yang barusan berubah menjadi danau kuning bagian tengahnya.&lt;br /&gt;Aku bergumam, “ Kencingku kok kuning sekali, perasaan tadi malam aku tidak minum apapun yang berwarna kuning”.&lt;br /&gt;“Ah…mane duli…” timba kuletakan..&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, ketika kuliah tahun 2001 aku pernah mengalami gangguan ginjal, berkat terapi air putih, aku bisa sembuh, sampai sekarang pantang meminum suplemen merek apapun, padahal itu minuman kesukaanku. Apa boleh buat, biar umur panjang aku rela berpantang&lt;br /&gt;‘Kluntung...!!!” timba jatuh,akupun reflek menendang timba itu, dia tersungkur ke dinding toilet. Andai bisa mengaduh, mungkin sudah berteriak, memaki, mengumpat. Namun aku tidak mendengar itu, karena timba itu sudah berdosa melihat setiap orang yang buang hajat dan mengguyur hujan lokal dari ujung talang pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya naik ke lantai dua menuju kamar. Inginnya tidur kembali, waktu sudah menunjukkan pukul 06.lewat sedikit, saya harus mengantar kedua anak buah saya ke sekolah.&lt;br /&gt;Bergegas memasang celana yang bolong selangkangannya, kemudian memakai jaket tebal tapa baju dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirku “Biar panas, kan setelah itu mandi”.&lt;br /&gt;Belum keluar kamar, badanku seperti ada yang merubungi.&lt;br /&gt;‘oooh...ternyata...Semut manis merubungiku”&lt;br /&gt;Kulihat ada sebiji permen Relaksa yang mengental di bagian dalam jaket. Aku tidak tahu darimana asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Huuuu…” Aku buka jaket itu, kemudian dibuang ke sudut ruangan. Gantinya sehelai jaket kulit, dielakangnya ada tulisan Kawasaki, dikerahnya sudah ada jamur keringat entah punya siapa.Aku pakai saja, dan berangkat deh mengantar dua anak buah ke sekolah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-2701325162155750211?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/2701325162155750211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=2701325162155750211' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/2701325162155750211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/2701325162155750211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/11/sepenggal-cerita-pagi.html' title='Sepenggal Cerita Pagi'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SR6zwVdxZQI/AAAAAAAAASI/nFotuUiWr_k/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-3505111552542308943</id><published>2008-09-14T19:31:00.000-07:00</published><updated>2008-09-14T20:15:38.273-07:00</updated><title type='text'>KETIKA HUKUM RIMBA JADI PILIHAN</title><content type='html'>Tanpa bermaksud melecehkan, meski Saudara Sumanto sudah bertobat, namun  kita bisa mengajukan permohonan lagi tenaganya sebagai eksekutor para pelaku kriminal, atau Ryan sang penjagal manusia dari Jombang. Ada pertimbangan khusus untuk tidak memakai Ryan karena dia tidak memakan hasil eksekusinya tetapi hanya di mutilasi lalu di kuburkan, berbeda dengan bapak kita yang satu ini sehingga masuk akal memilih dia karena pertimbangan kalau sudah di eksekusi jadi tidak perlu di kuburkan lagi, dan tanah kita yang di sebut Koes Plus tanah surga tidak tercemar oleh darah dan daging haram mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SM3NgC2duwI/AAAAAAAAANI/zw9emNTgSmY/s1600-h/Sumanto.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 192px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SM3NgC2duwI/AAAAAAAAANI/zw9emNTgSmY/s320/Sumanto.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246075091361315586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ketika hukum formal sudah bukan hal yang menakutkan lagi maka hukum rimba akan menjadi satu-satunya jalan membuat para pelaku kriminal baik yang berkerah putih maupun yang kriminal pasaran jera dan bukan hanya jera tetapi ini akan menjadi trend baru bagi masyarakat yang jenuh dengan kemunafikan petinggi negara untuk dijadikan profesi baru dan tidak menutup kemungkinan berbagai universitas akan membuka jurusan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriminal kerah putih misalnya koruptor, pencuri uang negara, perdagangan manusia atau traficking dan lain-lain, sedangkan kriminal pasaran seperti maling ayam, copet, rampok, garong, tukang ngutip di jalan, pasar rakyat dan kriminal kelas rendahan lainnya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari kuantitasnya, kriminal kelas atas atau kriminal kerah putih biasanya main dengan jumlah milyaran rupiah bahkan sampai triliunan dan wilayahnya pun antar negara, sedangkan yang pasaran biasanya mainnya paling tinggi jutaan, wilayahnya hanya tempat kelahiran atau daerah lain yang masih dalam satu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Hukum Formal bukan hal yang menakutkan bagi pelaku kriminal, maka hukum rimba akan menjadi pilihan terakhir, jadi bukan hanya efek jera saja yang akan di dapat, juga mengurangi populitas manusia di dunia yang berperilaku merugikan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tunggu apalagi ayo...kami orang kampung ingin damai, karena hanya itu yang membuat kami puas dan uang pemerintah yang kami bayar lewat pajak tiap bulan juga bisa utuh sampai ketangan kami.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-3505111552542308943?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/3505111552542308943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=3505111552542308943' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/3505111552542308943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/3505111552542308943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/09/ketika-hukum-rimba-jadi-pilihan.html' title='KETIKA HUKUM RIMBA JADI PILIHAN'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SM3NgC2duwI/AAAAAAAAANI/zw9emNTgSmY/s72-c/Sumanto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-5147369243696743778</id><published>2008-09-12T18:49:00.001-07:00</published><updated>2008-09-12T21:34:20.630-07:00</updated><title type='text'>KEPAHLAWANAN PANG SUMA VS PENYUNGKUPAN KORUPTOR MASA KINI</title><content type='html'>John F. Kennedy mengatakan "jangan tanya apa yang negara sudah berikan padamu, namun apa yang sudah kau berikan untuk negara?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Ir. Soekarno pernah mengatahan bahwa: "Bangsa Yang Besar adalah Bangsa Yang menghargai jasa para pahlawannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan di atas sering kita dengarkan saat kita sekolah terutama sebelum pelajaran Sejarah Perjuangan Bangsa ketika jaman orde baru masih jaya. Bahkan konon negara ini memiliki jumlah pahlawan nasional terbesar di seluruh dunia. Tetapi mengapa kita masih belum dapat menjadi Bangsa yg besar?. Kasus belum diangkatnya Bung Tomo menjadi pahlawan nasional, sakitnya Bapak Jusuf Ronodipuro (pembaca teks Proklamasi untuk disiarkan ke seluruh dunia) telah menunjukkan kenapa bangsa ini tidak menjadi bangsa yang besar. Prosedur pengangkatan pahlawan nasional yg harus melalui pengajuan Lembaga Non Pemerintah (NGO) atau pihak keluarga pahlawan kepada pemerintah membuat kita semua bertanya sebenarnya yang kita anggap pahlawan nasional selama ini ternyata bukan pahlawan tetapi hanya mitos pahlawan saja, atau yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan bukanlah pahlawan sebenarnya mengingat unsur politik juga mempengaruhi pemberian predikat pahlawan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rosihan Anwar salah seorang tokoh pers mengatakan kalau dia belum dapat dikatakan Wartawan Perang karena dia tidak meliput perang 10 Nopember 1945 meski dia sedang berada di Surabaya. Sehingga bila ada yg mengatakan Rosihan Anwar adalah wartawan perang kemerdekaan itu hanyalah mitos. Kita juga kuatir apabila pahlawan sebenarnya malah sekarang mengalami diskriminasi karena berseberangan dengan politik kelompok yg berkuasa, dan fakta itu sudah banyak terjadi dan terbongkar. Susah kalau hidup di negara yang tidak memisahkan urusan agama dengan negara, sehingga agama cenderung turut campur menentukan kebijakan negara yang mestinya ditentukan untuk kepentingan universal rakyat menjadi kepentingan kelompok agama tertentu. Tidak menutup kemungkinan kalau suatu saat tinggal Jawa saja yang akan menjadi negara Indonesia, karena pulau-pulau lainnya di wilayah Indonesia akan menjadi negara sendiri. Perlu diingat bahwa pulau-pulau seperti Kalimantan, Bali, Sulawesi, Papua memiliki penduduk asli, mereka juag memiliki hak untuk menjadi tuan di tanah sendiri, sementara sekarang mereka selalu mengalah, diancam komunis atau makar apabila mencoba mengaktualisasikan diri sebagai bangsa pribumi. Kesannya sekarang banyak yang beranggapan kalau kita sedang dijajah oleh bangsa Jawa. Di Aceh misalnya, mereka sendiri menrasa dijajah oleh orang Jawa, ketika saya mendaratkan kaki di Aceh Jaya, sering saya dengar lontaran kata-kata tersebut dari mulut sebagaian besar masyarakat pribuminya. Tidak menutup kemungkinan di daerah di luar pulau jawa banyak yang layak menjadi Pahlawan tetapi tidak pernah di lihat hanya karena dia mungkin orang kafir/pedalaman atau hanya perjuangannya hanya bersifat komunal, bukan bukan istanasentris, atau rajasentris. Seperti contoh: Pang Suma yang tergabung dalam Angkatan Perang Majang Desa yang bermarkas di pedalaman kecamatan Meliau sekarang Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau dalam perjuangan melawan Jepang, mereka berhasil membunuh banyak Tentara Jepang salah satunya Takeo Nakatani, yang kepalanya diserahkan kembali ke pemerintahan Jepang pada tanggal 30 Juli 1981. Perang Majang Desa adalah sebuah nama dari suatu Organisasi perjuangan kemerdekaan yang pertama kali berpusat dan bermula di Kunyil, Kelurahan/Ketemenggungan Embuan Kecamatan Meliau Kabupaten anggau Kalimantan Barat. Organisasi Angkatan Perang Majang Desa adalah organisasi perjuangan rakyat dalam pergolakan melawan dan mengusir penjajah jepang di Kalimantan Barat. menurut Frans Layang (1981) Nama Angkatan Perang Majang Desa diambil dari Paduan nama yaitu 1. Majang, 2. Desa. Majang, nama yang diberikan oleh masyarakat Kapuas bangian Hilir (Sanggau, Pontianak, Sambas, Ketapang dan lain-lain) kepada suku-suku Daya yang datang dari hulu sungai Kapuas seperti Sintang dan khususnya Putussibau dan bahkan termasuk yang datang dari Serawak. Sedangkan Desa, adalah nama dari suku Daya yang mendiami beberapa daerah di kecamatan Meliau dan Tayan di Kabupaten Sanggau. Menurut tulisan Frans Layang, Angkatan Perang Majang Desa terbentuk ketika beberapa tokoh masyarakat Daya yang sudah tidak tahan lagi melihat kekejaman Jepang banyak tokoh masyarakat dari berbagai etnik di Kalimantan Barat yang menjadi korban kekejaman Jepang dalam penyungkupan dan pemancungan di Mandor kemudian dibuatlah monumen daerah, di Singkawang malah sekarang terkenal dengan nama Mungguk Pancung, Kemudian di Kabupaten Ketapang tepat di samping Lembaga Pemasyarakatan namun sayang tidak terawat lagi, Suatu saat kalau hukum di negara ini semakin tidak bertaring, maka tempat-tempat tersebut bisa di pakai kembali untuk pemancungan atau penyungkupan pejabat-pejabat negara yang nakal, korupsi, sering mangkir ketika jam dinas dan aparat-aparat negara yang selalu minta sopoi di jalanan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Adalah Temenggung Mandi alias Pang Dandan yang bergelar Orang Kaya beserta beberapa orang anak buahnya menyusun rencana dan mengatur siasat. Mereka menghubungi rombongan-rombongan pekerja yang berasal dari Kapuas Hulu dan Serawak pada perusahaan kayu milik Jepang, khususnya yang bermukim sementara di Durian Pampang Sansat di sebelah hilir Pulau Tayan, serta yang berada di Sekitar Kunyil dan Embuan. Awal bulan Maret 1944 dipanggillah secara rahasia beberapa orang diantara mereka yaitu: Burung, Jap alias Rejap dan Sulang. Pertemuan yang sangat rahasia tersebut memperoleh kata sepakat untuk membentuk dan menghimpun untuk kekuatan rakyat untuk melawan pemerintahan Jepang. Mereka menyebut dirinya sebagai Angkatan Perang Majang Desa. Keanggotaannya terbuka untuk siapa saja yang mau berjuang bersama-sama melawan Jepang khususnya dan penjajah umumnya. Anggota utamanya dalah sebagian besar masyarakat Kalimantan Barat, khususnya yang berada di sekitar kabupaten Sanggau seperti orang Daya, Melayu, Cina, Bugis dan lain-lain yang simpati dan dapat bekerja sama dalam mengusir penjajah untuk mencapai kemerdekaan. Setelah adanya kata sepakat antara Temenggung Mandi dengan mereka, maka rencasna perlawanan terhadap pemerintahan Jepang, telah disusun secara rahasia. Smbil menunggu saat yang tepat, maka keris pusaka orang Daya desa memberi isyarat kurang menguntungkan. Tidak hanya itu, berbagai macam cara yang menunjukan bahwa waktu itu juga orang Daya sudah menyatu dengan alam dan sangat percaya dengan tanda-tanda alam, meramalkan atau menentukan keadaan yang menguntungkan. Mereka menentukan waktu yang paling baik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keris pusaka Pang Dandan yang merupakan Temenggung yang sangat berpengaruh dalam Angkatan Perang Majang Desa tersebut memberi petunjuk baik, merekapun memberitahu kepada seluruh masyarakat dan pekerja aga menyimpan segala persiapan makanan untuk kebutuhan perang. Kemudian mereka secara terang-terangan menyatakan perang kepada pemerintahan Jepang, Senjata Tradisional Daya seperti Mandau/Parang, Tombak, Sumpit, Senapan Lantak supaya diadakan dan diperbanyak.Perlawanan terhadap pemerintahan Jepang Oleh Angkatan Perang Majang Desa pun terjadi. Perlawanan-perlawanan seperti peristiwa Suak Garong Peristiwa ini bermula dari pekerja-pekerja perusahaan kayu Jepang yang di sebut dan di kenal oleh masyarakat dengan singkatan "KKK" dengan sebuah cabangan di Sungai Posong anak sungai embuan yang bernama SKK (Sumito Shokusan Kabushiki Kaisha). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pekerja yang sebagian besar penduduk daerah situ dan beberapa pendatang diberi upah yang tidak layak. Namun ada beberapa penjilat yang akhirnya bisa menjadi Mandor kemudian di peralat untuk memata-matai buruh kasar yang diindikasi akan melawan. Kehidupan masyarakat Daya waktu itu tidak berubah sampai sekarang terutama dalam bidang ekonomi yang masih bergantung dengan alam, mereka 99% memanfaatkan alam untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga apabila alam dirusak maka hati mereka akan bergejolah marah dan mandau akan mendarat di leher siapapun apabila ekosistem mereka diganggu (tunggu saja satnya tiba kalau belum percaya)&lt;br /&gt;YAMAMOTO yang digelar masyarakat meliau sebagai Tuan Pentong berkedudukan di Kunyil Embuan sebagai pimpinan perusahaan KKK mambawa keraninya Atet ke Suak Garong. Lisi sang pekerja yang diindikasi melawan dicari oleh Tuan Pentong. namun Tidak ditemukan sehingga dia menyiksa orang-orang yang ada di kampung Embuan. Kebetulan Tuan Pentung bertemu Pang Rontoi suami Istri yang sudah tua. Yamamoto masuk ke rumah dan meraih martil yang ia jumpai di atas tempat duduk Rontoi. Namun Pang Rontoi luput dan martil tersebut mendarat di kening Atet sang kerani Jepang. Peristiwa itu membuat Yamamoto marah dia menyerang Pang Rontoi alias Caya dengan membabi buta. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dibalik rasa takut Pang Rontoi timbul keberanian, kemudian menangkis serangan Yamamoto, bukti sabarnya orang pribumi dalam mendapat tekanan mereka belum berfikir untuk menyerang, mereka hanya berfikir menghindar dan menjauh mereka dasarnya tidak mau konflik, dalam pikiran mereka mengalah lebih baik yang penting tidak konflik, namun apabila sampai mau mencelakakan ya apa boleh buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naluri Indong Rontoi yang sedang menumbuk padi, tidak tega melihat suaminya diserang bertubi-tubi, dengan nekad diayunkan alu ke kening Yamamoto sehingga membuatnya terhuyung-huyung, kemudian Pang Rontoi meninju mata Yamamoto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yamamoto alias Tuan Pentong mengalami patah tangan dan muka berdarah, dia pulang sambil menunjuk-nunjuk dengan tanganya yang belum patah itu ke arah Pang Rontoi sekeluarga bernada mengancam atau dia akan datang lagi, Tunggu saja.&lt;br /&gt;Pang Rontoi melaporkan kejadian tersebut ke Temenggung Mandi alias Pang Dandan di Kunyil. Kemudian Pang Dandan membagi masyarakatnya menjadi tiga kelompok yang dipimpin oleh masing-masing seorang Panglima. Kelompok satu dipimpin oleh Pang Suma alias Menera, Kelompok II dipimpin oleh Pang Linggan alias Ajun dan Kelompok III dipimpin oleh Andreas Timbang. Sambil mereka menunggu komando dari Pang Dandan, mereka bersemadi dan bertapa di Balai Keramat Tiang Lima Bambu Kuning Suak tiga Belas Sungai Belansai yang sekaligus merupakan pusat pertemuan dari seluruh rakyat yang datang dari berbagai pelosok dan daerah Kalimantan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan untuk Pembaca: Mengenai Perlawanan Angkatan Perang Majang Desa selanjutnya akan saya tulis lagi, karena masih panjang sama seperti kisah di Ponegoro dijamin lebih menarik dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisasi Sosial&lt;br /&gt;Mungkin benar istilah "Arwah para pahlawan murka" karena anak bangsa semakin hari semakin serakah menzolimi uang dan harta kekayaan negara yang semestinya itu untuk kepentingan rakyat banyak, malah di santap sendiri atau secara berkelompok. Belum lagi selesai kasus Suap di BI yang melibatkan besan SBY, sekarang muncul lagi kasus pengadaan dan pemasangan fire alarm di Istana Negara dan Bina Graha dengan nilai kontrak sebesar Rp 12 miliar lebih. http://tv.kompas.com. Uniknya media pun mengemasnya secara bertele-tele dan penyelesaiannyapun bertele-tele sehingga masyarakat dibuat tidak mau lagi menjadi saksi dalam setiap perkara dan pemutusan perkarapun terkesan selalu menguntungkan terdakwa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-5147369243696743778?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/5147369243696743778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=5147369243696743778' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/5147369243696743778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/5147369243696743778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/09/arwah-pang-suma-marah.html' title='KEPAHLAWANAN PANG SUMA VS PENYUNGKUPAN KORUPTOR MASA KINI'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-7492499849860254571</id><published>2008-09-02T00:53:00.000-07:00</published><updated>2008-09-11T03:03:36.891-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='broken book'/><title type='text'>senja dan buku harian usang</title><content type='html'>...Aku ingin menuliskan senja! Tapi sekian kali kucoba, sekian kali pula tak kudapat. Satu kalimat, terhenti, diam lama, dan putus asa&lt;br /&gt;Suatu hari kujalani senja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam menatapnya menghilang berganti gelap malam. Di tanganku selembar kertas dan sebuah pulpen bersih tak bertulis. Senja telah hilang, aku pulang lengang. Di hari yang lain, kutelusuri jalanan senja yang riuh. Hanya angin debu dan asap knalpot yang kutemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku ingin menuliskan senja dari teras rumah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja yang dingin dan kelabu. Secangkir teh hangat, pot bunga, dan kursi roda, secangkir teh manis yang menemaniku dalam bayangan sore itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SMjp30Fx_2I/AAAAAAAAANA/ZOX771mH2oQ/s1600-h/DSC00400.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 172px; height: 241px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SMjp30Fx_2I/AAAAAAAAANA/ZOX771mH2oQ/s320/DSC00400.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244698911157911394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gerimis sore menyisakan genangan air mata menetes di pipi namun tak lagi dipedulikan karena diseka pun terus saja mengalir seperti sungai di lembah kerinduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hati mencoba tuk raih seberkas senyum yang hadir dalam benak, namun seketika juga hilang dan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa tak lagi mengurai kata yang semestinya kuukir di atas kertas putih yang selama ini langka ku nikmati lagi karena berbagai kesibukan.&lt;br /&gt;Sebuah buku usang yang dibalut debu tersandar menangis di pojok ruang kamarku, sengaja kubersihkan sore itu. Ku coba membuka lembaran lama yan kutulis setiap senja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ada yang menahan lajunya liran darahku senja itu. Aku mulai membaca lembaran demi lembaran buku usang yang berisi setiap rekaman jalan hidup yang sudah ku tempuh, dalam hatiku selalu timbul sebuah dendam akan kejamnya hati dan hilangnya kasih sayang yang semestinya kunikmati seperti semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjuang sendiri dalam gelap sampai matahari pun tak lagi memihakku. Aku menyusuri gurun gersang tak satu pun oase yang datang sembari bersujut meneteskan air kehidupan untuk diriku. Aku pergi dan berkelana sampai pada jalan yang selalu ditumbuhi oleh tajamnya duri ilalang. Ya…tanah itu gersang selagi aku belum mampu menggarapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kan mungkin dapat kulihat hamparan daun hijau yang menghadirkan senyum padaku meski bulan tak lagi bersinar, bintang tak lagi berkelip dan kata tak lagi terlontar dari mulut yang setiap hari mengumbar kedengkian pada diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan kusentuh sebuah halaman yang membawaku pada serpihan kenangan, pada hari-hari kecilku ternyata langkanya untuk mendapatkan sebuah senyum.&lt;br /&gt;Harus lagi ku bertanya siapa yang akan memberi sebuah senyum yang mengakhiri kehausan diriku akan sebuah belaian kasih sayang, sementara padang gersang selalu menungguku untuk siap kutempuh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SMixd1zRQkI/AAAAAAAAAM0/gZtmYqBpON4/s1600-h/agenda.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244636892289385026" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 209px; height: 230px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SMixd1zRQkI/AAAAAAAAAM0/gZtmYqBpON4/s320/agenda.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oase yan bertepuk tangan menyaksikan letihnya diriku menyusuri jalan setapak, oase juga bertepuk tangan menyaksikan darah mengalir pada kakiku yang terluka ah..dia tidak mengusapnya seperti Yesus yang diusap wajahnya oleh wanita yang tak ku kenal (Veronika.), ketika menjalani hukuman mati oleh tirani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus berjalan menyusuri jalan hati merentang dan menentang mimpi menuju cahaya yang tak ku jumpai selama ini.&lt;br /&gt;Aku seperti manusia yang baru lahir… hanya bisa meneteskan air mata jika lapar, meneteskan air mata saatku akhiri tulisan ini… karena tak kuasa lagi untuk menyibak setiap tetesan peluh…peluh hati yang sudah terasa asin… menetes di sela pori-pori pipi ku…aku buka lagi lembaran itu sembari terus menerawang “aku masih ingin hidup".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku seka setiap debu yan membalutnya. Kuletakkan kembali, tak kuasa juga membukanya sampai halaman terakhir, karena justru halam terakhir itu yang menyiksa batinku..Ah…aku malas untuk mengingatnya…Aku benci buku harianku…aku benci semuanya...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-7492499849860254571?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/7492499849860254571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=7492499849860254571' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/7492499849860254571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/7492499849860254571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/09/senja-dan-buku-harian-usang.html' title='senja dan buku harian usang'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SMjp30Fx_2I/AAAAAAAAANA/ZOX771mH2oQ/s72-c/DSC00400.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-1658019832083348076</id><published>2008-08-03T21:42:00.000-07:00</published><updated>2008-08-22T23:54:15.986-07:00</updated><title type='text'>SINKA ISLAND</title><content type='html'>Sebaiknya aku melupakanmu saja&lt;br /&gt;walau waktu yang kau berikan begitu indah untuk ku&lt;br /&gt;namun... &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SJaNOSewlyI/AAAAAAAAALM/ZUBHahY0tlU/s1600-h/DSC03901.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230523293855946530" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 267px; height: 196px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SJaNOSewlyI/AAAAAAAAALM/ZUBHahY0tlU/s320/DSC03901.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;hanya ilusi perasaan&lt;br /&gt;Yang membungkus kemunafikan rasa hatiku&lt;br /&gt;Saat ini...&lt;br /&gt;Harus kulupakan dengan pedih...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semua waktu yang telah kita ukir&lt;br /&gt;Dalam kenangan senja itu&lt;br /&gt;Di teluk MAK JANTU' aku berlalu dan pergi...&lt;br /&gt;Membawa bayang senjamu...sore itu...&lt;br /&gt;Aku melangkah pergi...&lt;br /&gt;Tak ku pedulikan lagi air matamu yang menetes membasahi pipimu...&lt;br /&gt;Kau tangisi perpisahan ini...&lt;br /&gt;Aku  berlalu berlalu meninggalkanmu yang masih tersendu...&lt;br /&gt;Aku tahu...ini semua tentangmu...ya...tentangmu...&lt;br /&gt;Dan...&lt;br /&gt;Tak ku lihat lagi kamu berjalan diatas jembatan itu...&lt;br /&gt;SINKA ISLAND...ah...aku seperti bermimpi sore itu...&lt;br /&gt;kini telah berlalu...&lt;br /&gt;Namun tersisa dalam setiap mimpiku...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-1658019832083348076?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/1658019832083348076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=1658019832083348076' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/1658019832083348076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/1658019832083348076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/08/sinka-island.html' title='SINKA ISLAND'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SJaNOSewlyI/AAAAAAAAALM/ZUBHahY0tlU/s72-c/DSC03901.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-7449594595556819106</id><published>2008-07-11T00:08:00.000-07:00</published><updated>2010-01-25T00:32:29.234-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laporan Perjalanan'/><title type='text'>Harta Terpendam di kaki Gunung Merawa</title><content type='html'>Tanggal 5/7, saya ditelpon dari Yoyakarta yang mengatakan ada saudara sakit maag akut, masuk rumah sakit Bethesda, sebuah salah satu rumah sakit terbesar di kota gudeg itu letaknya berhadapan dengan &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SIQ3Kf0Dh8I/AAAAAAAAAK8/Xa-QAUMyhVQ/s1600-h/DSC03312.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225362121134671810" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SIQ3Kf0Dh8I/AAAAAAAAAK8/Xa-QAUMyhVQ/s320/DSC03312.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Galeria Mall di Jalan Solo.&lt;br /&gt;Berapa kali saya ditelpon bernada panik. Mengatakan saudara saya sudah sakit sejak malam sebelumnya. Menurut cerita ditelpon, ketika dibawa ke Rumah Sakit PKU Muhammadyah yang tidak jauh daru kawasan Malioboro, dokter yang memeriksa memperbolehkan saudara saya itu pulang Tak tahu kenapa, pagi 5 Juli itu saudara yang kuliah di Universitas Wangsa Manggala jurusan teknologi pertanian itu, muntah-muntah dan setiap diberi makan atau minum selalu dimuntahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, ia dibawa temantemannya ke Rumah Sakit Bethesda untuk di cek lab. Saya tidak tahu persis apa itu cek lab, karena saya sebagai orang Dayak tinggal di pedalaman lagi, tidak mengenal apa yang namanya cek lab. Saya lebih mengenal dukun sebagai tabib orang Dayak dalam menyembuhkan penyakit apapun tanpa proses cek lab (diagnosa), karena persyaratan berobat, menurut saya mudah, tanpa mengunakan Askeskin, bersahabat, karena tidak dipersulit kalau kita yang berobat adalah orang tidak mampu secara ekonomi, yang pasti tidak akan di jadikan kelinci percobaan sehingga menimbulkan mala praktek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami Masih Percaya Dukun dan Tanda Alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukun di daerah kami sub suku Dayak Kualan lebih terkenal dibandingkan tenaga medis sekelas dokter sekalipun. Dukun di daerah kami terbagi dua, dukun biasa dan dukun boretn. Dukun biasa melakukan ritual penyembuhan tanpa mengunakan media roh penyembuhan yang di sebut “sobat”,&lt;span class="fullpost"&gt; lebih layak disebut sebagai doa permohonan kepada “duata inek-duata akek” (Yang Maha Kuasa) agar bebas dari berbagai ancaman penyakit dan kesialan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukun biasa ini tidak hanya melakukan penyembuhan terhadap penyakit, juga melakukan ritual buang sial, totak buyok, ngareja apet, batanuah, baibu prabini, ngobat podi, ngujet, baibu monta, baibu mosak dan beberapa ritual memohon kesembuhan dan keselamatan dari ancaman bahaya sial karena alam marah. Semua permohonan ritual ditujukan kepada alam semesta dan duata inek-duata akek, kita tahu kalau orang dayak yang tinggal di kampung, lebih dekat dengan alam, mereka lebih percaya dengan tanda-tanda alam yang mereka buat daripada sajian analisa BMG mengenai cuaca. Di Desa Merawa, masyarakat setempat percaya dengan tanda-tanda alam yang ditunjukan langit di sekitar gunung Merawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lambai 39, pertanda yang ditunjukan Gunung Merawa tidak meleset. Misalnya pertanda akan kelaparan, ditandai adanya nyala api di puncak gunung. Hasil panen akan melimpah, maka intan yang sebesar kambing jantan muncul dan bercahaya pada malam hari. Mengenai cuaca, kalau di sekitar merawa tidak mendung, meskipun daerah lain mendung, maka hujan tidak lama biasanya tidak hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukun Boretn, melakukan ritual penyembuhan, ritual permohonan dengan mengunakan media roh gaib yang disebut “sobat" benda itu berupa "komang” (Dayak Kanayatn menyebutnya Kamang). Roh gaib, masuk raga Boretn untuk media penyembuhan. Boretn di daerah kami terbagi tiga aliran. Ada Dewa, Komang Tubak, dan Gobakng, namun yang terakhir sudah jarang digunakan, karena tingkat kesulitan yang cukup tinggi untuk menjadi boretn-nya dan menjadi pelayan (pabayu) boretnya. Boretn Gobakng hanya bisa ditemukan di dusun Nek Rompe. Salah satu dusun yang menjadi wilayah Desa Merawa. Sedangkan Dewa dan Komang Tubak masih sering digunakanan untuk media ritual penyembuhan dan ritual permohonan ampun kepada duata inek dan duata akek, begitu Yang Maha Kuasa sering disebut di sana. Lalu mengapa orang Dayak di daerah kami lebih memilih dukun daripada tenaga medis yang lebih profesional?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah bertanya mengenai hal itu kepada orang Dayak di sana. Ukir 54, mengatakan bahwa, “Berobat pada dukun lebih cepat sembuh dan lebih mengena, penyakitnya langsung bisa diketahui lewat media roh gaib yang biasa disebut sobat yang masuk dalam tubuh dukun tersebut”. Cirink 35, mengatakan”Dukun lebih mudah, tidak banyak persyaratan, lebih bersahabat lagian itu tradisi kita turun temurun”. Cirink, pernah punya pengalaman pahit dengan tenaga medis, saya yang menjadi saksi hidupnyaKetika tahun 2007, anaknya sakit keras, menurut kepercayaan orang kami (Dayak Desa Merawa), Niko 17, anak Cirink, ikut gotong royong memikul kayu belian (ulin) untuk bahan rumah salah satu penduduk di Dusun Kangking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan yang mereka lalui untuk mengambil kayu tersebut lebih banyak melalui tebing curam dan banyak batu. Mereka iseng menggulingkan sebuah batu besar, batu tersebut tidak sampai ke bawah di bawah ada sungainya. Batu yang digulingkan tersangkut di sebuh pohon besar. Setelah pulang dari gotong royong itu, Niko mendadak sakit dada, beberapa kali pingsan, beberapa kali memanggil tenaga medis, mereka hanya datang dan menyuntikan obat penahan rasa sakit/nyeri sampai beberapa hari, tidak menunjukan tanda kesembuhan. Waktu itu saya berada di sana berlibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga yang sakit minta tolong saya untuk memanggil tenaga medis. Kebetulan yang sakit masih keluarga. Saya ke Kota Kecamatan Balai Berkuak untuk memanggil tenaga medis tersebut. Ada 1 orang bidan, 1 orang Mantri, dan 2 orang Dokter,namun malangnya, dari keempat tenaga medis itu, satupun tidak ada yang bisa padahal mereka santai. Saya memohon kepada kaum borjuis yang kebetulan menangani bidang kesehatan itu, namun mereka meminta pasiennya di bawa ke Puskesmas, biar bisa di diagnosa seraya tertawa-tawa kecil bernada menyepelekan. Menurut saya cukup masuk akal, tenaga medis lupa kalau tempat dia bertugas adalah desa yang belum tersentuh pembangunan infrastuktur, seperti jalan yang memudahkan akses apapun, lagipula pasien tidak bisa naik kendaraan, karena kalau terkena getaran, dadanya sakit. Dua dokter kejam itu tamatan perguruan tinggi ternama di tempat saya studi itu, akhirnya tegas-tegas menolak karena alasan istirahat, sudah sore dan sebagainya, tanpa sedikitpun tersentuh dengan kondisi orang kampung yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pulang menyimpan geram, sambil berfikir apakah membakar Puskesmas itu atau mengerahkan massa mendemo mengusir tenaga medis itu keluar dari daerah kami. Namun ah... sudahlah…karena saya tidak tahu sumpah profesi mereka makanya saya diam dan di atas motor yang sudah menderu saya masih berfikir untuk pemberdayaan orang kami, agar jangan sampai dibodohi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di kampung, saya menceritakan hal itu ke mereka apa adanya, banyak yang marah, namun masih bisa diredam, ada yang mau melakukan demo dan pembakaran. Sudahlah masih ada dukun, kenapa tidak baboretn saja?” Tanya saya. Untungnya merekapun tanggap dan langsung mempersiapkan peralatan dan mengundang boretn Dewa namanya Tenda 45, dan Semin 60 untuk melakukan ritual tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil juga dua orang pabayu, Koyai 45 dan Catan 37(tukang tembang) yang barayah (di lengkapi sebuah gendang dan gong, mereka menyanyikan lagu pujian agar boretn bisa kerasukan sobat) mengelilingi taman yang terbuat dari bambu (aur hijau) dihiasi pernak-pernik daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam suntuk ritual tersebut dijalankan namun tidak membuat saya mengantuk, sampai menjelang ritual puncak yaitu pencabutan konapm (simbol penyakit yang berhasil diambil dari tubuh pasien dapat berupa ulat, batu, taring dan sebagainya tergantung apa yang menyebabkan si pasien sakit) dari konapm tersebut dapat di tentukan apa yang menyebabkan si pasien sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa penasaran seisi kampung terobati setelah boretn mengatakan bahwa yang menyebabkan Niko sakit dada, karena dia ikut-ikutan menggulingkan batu di curam terjal tempatnya di “siling kek jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niko terkena “punan” batu tersebut mengenai dada roh halus penunggu Siling Kek Jantun. Sehingga diperintahkanlah dua temannya yang kemarin ikut menggulingkan batu sehingga menyebabkan sakit. Untuk memindahkan batu tersebut sehingga tidak menimpa dada akan roh halus. Setelah dipindahkan, entah karena kebetulan atau apa, Niko mendadak sembuh, seakan-akan tidak pernah sakit, sambil pulang ke rumah saya bergumam fenomena apalagi ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut orang Dayak Kualan, rang bisa terkena punan karena, ketika mau bekerja atau bepergian kita tidak jadi makan atau minum padahal sudah ditawarkan atau direncanakan, maka nasi dan sayur harus di colek sebagai simbol “posak” karena ki&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SIlYnco_NFI/AAAAAAAAALE/BPmOmjZYUO8/s1600-h/DSC03257.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226806277266420818" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 241px; height: 320px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SIlYnco_NFI/AAAAAAAAALE/BPmOmjZYUO8/s320/DSC03257.JPG" width="308" border="0" height="320" /&gt;&lt;/a&gt;ta belum bisa mencicipi hasil alam yang sudah di sajikan tersebut sehingga alam tidak marah dan mencelakai kita. Tradisi tersebut secara turun temurun digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendadak Pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menerima telpon temannya saudara saya yang sakit itu. Saya yang mau menuju ke kantor Tribune Institute di Purnama dalam nomor 02, langsung berbalik arah, kembali ke Siantan. Kebetulan roda depan motor yang saya kendarai bermasalah, saya langsung singgah di dealer kecil untuk menggantikan peralatan motor yang rusak. Sambil menunggu, saya menelpon teman dekat abang sepupu yang kuliah di Universitas Tanjungpura Pontianak jurusan studi Ekonomi Pembangunan. Saya menawarkannya menemani pulang kampung, menyampaikan perihal saudara saya itu. Karena kalau bukan saya siapa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuala Randau, Desa Semandang Hulu, tempat tinggal orang tua saudara saya itu, tidak terjangkau signal ponsel secara menyeluruh. Kalau menyampaikan berita, lewat RRI. Itupun kalau masih pagi dan orang di Kampung meng-online-kan radio-nya. Yang kedua, lewat telpon PASTI. Namun setelah ada ponsel maka PASTI tidak pernah digunakan lagi karena tidak terjangkau oleh dompet kebanyakan orang kampung. Kalau mau menelpon menggunakan HP, mereka harus ke dataran tinggi dekat lapangan bola di kampung itu, baru ada signal Telkomsel, itupun masih byarpet sama seperti listrik kita. Teman dekat abang sepupu bersedia diajak ke kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak berprasangka buruk akan hal ini, maklumlah, mungkin pertemuan mereka beberapa hari yang lalu belum cukup mengobati rasa rindu. Saya hanya berfikir dia baik. Mau mengorbankan kendaraannya untuk urusan keluagra kami. Tidak terbayang, kalau saya harus naik ojek, membayar Rp.1.000.000,- ke kampung. Sementara saya belum menghasilkan apa-apa dari kerja saya selama ini, mau pakai uang dari mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pergi ke Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk mengambil sisa tabungan yang semakin menipis. Saya ambil dan telpon dari teman dekat abang sepupu saya itupun berdering. Dia menunggu di rumah dan siap berangkat bersama supranya. Kami berangkat pukul 11.30 dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abang ipar saya sendirian menggunakan motor RX King. Kami masuk di Jalan Tanjung Hulu, menuju ke wilayah kabupaten Ketapang. Singgah sebentar untuk mengisi BBM irek. Perjalanan kami lanjutkan, dengan Road Header-nya aban ipar saya. Sampai di ujung aspal sekitar Desa Pancaroba Sui Ambawang, kami tukaran motor, karena Supra yang saya kendarai membonceng teman dekat abang sepupu saya itu terlalu kuat bergetar, ban belakangnya terlalu kecil, rawan bocor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak mau terjadi apa-apa dengan motor pinjaman itu. Jadi saya dengan Abang Ipar saya itu tukaran, dia sendirian menggunakan motor bebek dan saya berboncengan mengunakan RX King.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berjalan menyusuri ruas-ruas yang kadang menimbulkan getaran dan gejolak hati, karena tidak jarang menemukan kendaraan lain berjalan dengan ugal-ugalan, sehingga harus ekstra hati-hati. Kami sempat singgah di bengkel di pinggir jalan ujung Desa Pancaroba, untuk mengencangkan rantai motor yang saya pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N73 Hilang&lt;br /&gt;Sampai di Tayan, kami langsung menuju penyeberangan Piansak. Saya sempat memotret peninggalan sejarah berupa keraton kerajaan Tayan yang mayoritas terbuat dari kayu ulin dan masih berdiri gagah walau sudah ratusan tahun. Sayangnya cagar budaya yang bernuansa melayu dan dianggap sebagai peninggalan sejarah, yang berdiri di tepi Sungai Kapuas tersebut sepi pengunjung dan terkesan kurang terawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya berfikir, apakah di Tayan orang-orang masih ingat akan sejarah nenek moyangnya. sambil menaiki kapal motor penyeberangan ke Piansak pikiran itu sementara waktu berlalu, walau terbalut rasa penasaran dengan isi dan sejarah Keraton yang malang itu. Saya hanya diam di motor air yang menyeberangkan kami bertiga dan dua buah motor itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abang ipar saya sibuk menelpon koleganya, saya keluar mendekati sepeda motor dan teman dekat abang sepupu saya agar dia bisa memotret saya dia atas motor air. Paling tidak saya pikir moment ini hanya ada di pulau-pulau di luar jawa, karena di jawa sudah mayoritas ditembusi jalan bagus, sungai-sungai besar sudah berjembatan permanen. Itulah fenomena ketimpangan pembangunan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di Piansak, kami ke darat menunggu sepeda motor kami diturunkan dari motor penyeberangan. Saya melihat abang ipar saya melamun memeluk tiang warung, sepertinya dia tidak sadar kalau di sekitar itu banyak orang yang melihat tingkah lakunya, abang ipar saya yang satu ini memang rada aneh. Jarang saya melihat dia berfikir normal. Saya yang melihat kejadian itu tidak sampai berfikir kalau HP N 73-nya masih ketinggalan di motor air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sepeda motor kami ke daratan, kami pun melanjutkan perjalanan menuju kecamatan Simpang Hulu yang akan ditempuh kurang lebih empat jam lagi. Jalannya rusak dan licin. Jalan bagus biasanya hanya ditempuh sekitar dua jam saja ditambah satu jam untuk sampai ke Desa Kuala Randau. Kehilangan N 73 tersebut baru sadar ketika sampai di ujung aspal (bukan Pondok Gede) di desa Lumut Kecamatan Toba, sekitar tiga kilometer dari Piansak. Abang Ipar saya memutuskan kembali dan saya bersama teman dekat abang sepupu saya itu melanjutkan perjalanan menggunakan Supra Fit, kami tukaran lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari hampir gelap, ban belakang kami bocor di area perkebunan sawit sekitar kampung Empasi, saya tidak bisa berbuat apa-apa, karena satu alat-pun kami tidak membawa, apalagi ban serap. Kami memaksakan motor kecil itu berjalan dengan kondisi ban belakang bocor. Kami tetap menaikinya, kasihan juga saya pikir, tetapi mau bagaimana lagi, kalau orang yang saya bonceng itu jalan kaki sementara saya naik motor, ginama rasanya, karena kami tidak tahu jarak untuk mencapai bengkel berapa kilometer lagi. Kalau motornya kami tuntun, perjalanan kami menjadi semakin lama, mungkin bisa tengah malam atau bahkan menginap di jalan. Jadi terpaksa motor yang gembos itu kami naikan berdua, dengan tersendat-sendat menempuh jarak sekitar dua kilometer sampailah di warung sekaligus bengkel motor tepat di simpang jalan menuju Desa Nek Ayoh, kecamatan Meliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil meminum sebotol Pocary Sweet, saya menatap kebun sawit yang terhampar luas sambil memotret kebun sawit tersebut. Satupun tidak ada yang mengomentari, hanya saja beberapa orang yang ada di warung itu memainkan senapan lantak, bergerombol tidak jauh dari tempat saya memotret, kemudian saya dekati, karena saya juga pecinta senapan tradisional khas Dayak yang sudah digunakan sejak jaman nenek moyang tersebut, paling tidak pada perang Pang Suma melawan Fasisme Jepang tahun 1945. Orang di area kebun sawit tersebut menggunakan senapan lantak untuk membunuh binatang liar seperti babi hutan, dan rusa (menjangan), karena kerap kali ditemui secara sengaja mengganggu tanaman sawit mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ban motor diganti, teman dekat abang sepupu saya itu membisikan, kalau yang barusan datang menggunakan motor Jupiter MX warna hitam itu adalah teman kami, yang bertugas sebagai mantri kesehatan di Loko desa Kualan Tengah Kecamatan simpang Hulu. Desa Loko terisolasi, jalan darat ke sana ditempuh sekitar tiga jam melewati Tahak, dusun kalam, Uwa, Nek Rompe, Sombok dan simpang ke Loko belum sampai di RT Dangko dibawah bukit Mangilas sejajar dengan Gunung Merawa, wilayah paling ujung desa kelahiran saya, desa Merawa, sementara alternatif lain mudik menyusuri sungai Kualan untuk menuju desa Loko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Andre, biasa dipanggil An, sama seperti nama pegawai PPL pertanian yang tinggal dengan orang tua saya di kampung Kangking, yang ketika saya pulang ini belum sempat bertemu, belakangan saya dengar dia ke Ketapang untuk mengambil gaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar dua kilo meter dari desa Kuala Labai, ban belakang motor kami bocor lagi, namun saya tidak tahu pasti apa yang mernyebabkan kebocoran itu, hingga saya harus menukar boncengan saya dengan boncengan Mantri karena lebih ringan. Kami memaksakan motor tersebut berjalan menuju Kuala Labai. Sampai di ujung jembatan ada bengkel yang hampir tutup, maklum hari sudah gelap, namun atas lobi Mantri, bapak punya bengkel mau mengganti ban motor yang saya pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, kami melanjutkan perjalanan ke Ibu kota Kecamatan Simpang Hulu, jam 19.30 kami sampai di sana. Mantri dan kawannya melanjutkan perjalanan ke Loko, namun menurut informasi dari mereka, malam itu mereka menonton keramaian yang ada di Mungguk Rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan Malam dan Tawaran Politik&lt;br /&gt;Jam 19.30, kami singgah di rumah makan milik mantan supir bus Marus jurusan Pontianak-Balai Berkuak. Bapak yang etnis Tiong Hoa tersebut mengenal saya, jadi kami berdua makan di situ mendapat diskon, namun karena terlalu capek, saya makan sedikit, lapar yang sudah terlalu lama ditahan membuat selera makan hilang. Disebelah rumah makan tersebut, saya lihat banyak bapak-bapak sedang minum kopi, sebagian saya kenal, karena ada yang menjadi teman bapak saya. Saya mendekati mereka dengan alasan meminjam korek api untuk menyalakan rokok L.A. Saya yang belum habis satu bungkus sedari Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kaget dan menanyakan pada saya kapan pulang? Kok baru jam segini sampai di Balai, siapa yang di bawa dan sebagainya. Karena terlalu banyak pertanyaan saya hanya menjawab, “Saya pulang mendadak, karena ada saudara saya yang sakit, dan saya harus memberitahu orang tuanya Agaknya mereka pun tidak begitu peduli dengan apa yang saya katakan, salah satu dari mereka yang sangat saya kenal, mengatakan "Besok 2009, bantu saya untuk mengkoordinir Desa Merawa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tanggap, ” Jadi Bapak maju lagi ni?” ujar saya setengah bergurau. “Iya, ini benar-benar ditangani serius, saya harus dapat kursi 2009.” ucap bapak tersebut yang sudah sejak lama saya ketahui bernaung di bawah salah satu parpol terbesar negeri ini. “lha, bukannya anak bapak juga mau maju dari partai lain tahun 2009, nanti bagaimana, kok keluarga pecah gitu, anak bapak tu dekat dengan pejabat parpol di tingkat satu?” sanggah saya lagi "Dia belum bisa, sedekat apapun dia, tidak bisa langsung, mau dapat uang dari mana, dia harus menjadi pengurus dulu, dia harus berpengalaman dulu” jawab bapak itu rada sewot. Saya lihat mukanya memerah "Oke saya siap, tapi bapak bisa bayar berapa dengan saya, saya bisa dengan mudah kampanye di desa saya, dan saya ja&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SIQ3KHOc0AI/AAAAAAAAAK0/CDFQYLq0bz8/s1600-h/DSC03236.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225362114534494210" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 349px; height: 255px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SIQ3KHOc0AI/AAAAAAAAAK0/CDFQYLq0bz8/s320/DSC03236.JPG" width="193" border="0" height="155" /&gt;&lt;/a&gt;min bisa lima puluh persen suara, bagaimana?” tawar saya lagi.&lt;br /&gt;“Kalau bicara masalah uang saya tidak punya, cuma sekarang tergantung merekalah yang mau memilih wakil yang benar-benar memperjuangkan nasib mereka, lihatlah selama ini dewan(DPRD) yang mewakili daerah sini mana ada yang ingat lagi” ujarnya berargumen. Saya pikir ini benar-benar politikus idealis namun konyol, dia tidak berfikir kalau masyarakat butuh makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berjalan butuh bensin dan uang saku dan yang dia hadapi adalah masyarakat pedalaman yang mudah terprovokasi, masyarakat pedalaman sangat percaya pada pemimpin, mereka menganggap pemimpin adalah dewa yang dipuja, jadi seharusnya pemimpin Dayak itu serba bisa, bukan sebatas bisa berkoar, tetapi bisa juga merasakan apa yang masyarakatnya rasakan. saya tidak sampai mengatakannya pada bapak itu. Pembicaraan kami hentikan, karena waktu yang tidak mau menunggu lagi. Saya membayar makanan, kami berdua langsung melanjutkan perjalanan menuju Desa Semandang Hulu, yang jarak tempuhnya sekitar dua jam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar beberapa menit kami berjalan, tepatnya di ujung kampung Tahak ada sebuah meting panjang. Meting adlah jembatan darurat yang dibuat dari beberapa keping kayu di atas badan jalan becek. Ujung meting tersebut juga becek karena lumpur. Saya tidak tahu kenapa, mungkin karena terlalu capek, atau jalannya memang licin ataupun karena ban luar motor kami polos, sampai di ujung meting yang sudah kami lewati tersebut kami terjatuh dan lumpur pun memenuhi badan kami berdua, untung saja laptob yang di bawa di belakang tidak terbentur, amanlah saya pikir, walaupun lengan kanan saya sampai sekarang agak nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengangkat motor tersebut. Dalam kegelapan malam saya lihat ada sesosok laki-laki yang mau menolong, namun cepat saya sergah karena saya tidak mau ketahuan kalau yang jatuh adalah anak Pak Takun dan seorang cewek, kalau saya menampakkan diri pasti beritanya tersebar ke mana-mana karena di kampung Tahak semua orang mengenal saya dengan baik. Dari pada malu, saya cepat-cepat menstarter motor dan langsung pergi. Sambil berjalan saya menanyakan pada teman dekat abang sepupu saya itu, ternyata dia mengatakan tidak apa-apa, sayapun lega dan tenang melanjutkan perjalanan meski hanya diterangi lampu motor yang pas-pasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir Kehabisan Bensin Sampai di Dusun Langkar Desa Balai Pinang, ada jalan becek, saya pun berfikir, berarti ini mandi lumpur lagi. Ternyata di sisi sebelah kiri ada jalan kering, saya melewati jalan itu, tetapi saya lihat ada motor yang jatuh ke kubangan tengah jalan. Setelah saya dekati dan saya sorot dengan lampu motor ternyata seorang bapak yang tidak bisa mengangkat motornya ke atas jalan, karena terjatuh ke kubangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayapun turun dan membantu bapak yang malang tersebut, lalu saya bertanya dalam bahasa Dayak Kualan yang sudah di terjemahkan&lt;br /&gt;“Mau kemana?” sebentar bapak tersebut melihat ke arah saya “Oh, kamu hen, dari mana, ini saya tadi dari tempat teman yang meminjam uang sama saya tadi malam, janjinya uang tersebut bisa saya ambil di rumahnya di Balai Berkuak, ternyata sampai di sana dianya tidak ada” jelas bapak itu setengah mengomel.&lt;br /&gt;“Oooh...gitukah” jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil melihat kondisi motornya yang kurang layak untuk dikendarai di medan seperti itu malam hari. Karena selain kondisi motornya yang memprihatinkan, lampu depannya hanya menggunakan lampu senter (batrai yang diikat dengan potongan ban dalam motor di sebelah kiri stang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi selesai berbicara, mata saya secara tidak sengaja tertuju pada spedo meter motor yang saya kendarai menandakan BBM kami akan habis. Saya mencari BBM di kampung itu, karena sudah malam tidak ada yang buka, seorang laki-laki tua yang tidak saya kenal, namun beliau cukup mengenal saya dari bapak, menganjurkan kami untuk menggedor pintu rumah Pak Dasi, teman akrab bapak, sayapun langsung menuju ke tempat itu di sebelah kiri jalan dari arah Balai Berkuak, pintupun dibukakan, lalu saya ingat pada salah satu ini kitab suci “ketuklah maka kamu akan dibukakan”. Pak Dasi kaget dan menanyakan kenapa saya datang malam-malam dan mau kemana. Saya menjawab “mau ke Kuala Randau, tolong bensin kami diisi, ini kami kehabisan bensin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Dasi yang sudah kenal baik tersebut, langsung mengambil jirigen dua puluh liter dan menakarnya dalam literan kemudian mengisinya dalam tangki motor.&lt;br /&gt;“Dua Liter cukup" kemudian saya mengeluarkan uang pecahan dua puluh ribuan untuk membayar bensin itu tanpa kembalian, karena bensin tersebut perliternya sepuluh ribu rupiah. Setelah mengucapkan terima kasih kami berduapun melanjutkan perjalanan menuju Kuala Randau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengkaran Kecil yang Tak ku Pedulikan&lt;br /&gt;Setelah menempuh perjalanan yang begitu melelahkan, sampailah kami di Desa Kuala Randau, jam 21.30. Dengan penuh lumpur saya langsung masuk ke rumah, sayup-sayup saya dengan musik di rumah, tetapi setelah saya datang volumenya pun di kecilkan. Mereka kaget karena yang saya bawa adalah teman dekat abang sepupu saya. Dalam hati saya berbisik, jangan sampai ada masalah ke dua lagi. Belum lama abang ipar saya yang kehilangan N 73-nya sampai juga, dia langsung menggeleng kepala yang mengisyaratkan kalau HP kesayangannya itu tidak ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudahlah itu rejeki orang” ucap saya, sepertinya dia belum percaya dengan keadaan ini, namun segera berlalu setelah kami membersihkan diri dan motor saya naikan ke rumah. Menjelang istirahat, saya tidak peduli lagi apa yang diperdebatkan oleh abang sepupu saya dengan teman dekatnya itu, belakangan saya mendapat bocoran, ternyata abang sepupu saya yang rada posesif itu mengetahui nomor mantan kekasih teman dekatnya itu, kemudian iseng-iseng ditelpon, lucunya lagi, yan satu mengaku bapaknya dan mantannya itu mengaku pacarnya, sehingga tersulutlah pertengkaran diantara mereka, berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa memikirkan teman dekatnya yang baru datang dan capek, abang sepupu saya itupun marah-marah dan mencari hiburan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Kek Pateh Bangi yang Masih Gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangal 7 Juli 2008 sebenarnya saya ingin pulang ke Pontianak, karena saya janji akan menyelesaikan tugas saya untuk mengurus surat ijin Trinbune Institute di Diknas Propinsi. Namun niat itu saya urungkan, saya pikir mumpung pulang kampung, saya ingin memotret benda-benda peninggalan nenek moyang saya diantaranya Keramat Buang Pateh Bangi yang terletak di dusun Mengkaka Desa Merawa, Bersama keponakan saya pergi ke sana menggunakan motor adik angkat saya, saya ingin bertemu dengan Kek Ongkon, satu-satunya orang tua yan menguasai silsilah Kek Pateh Bangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sejarahnya Kek Pateh Bangi memiliki beberapa saudara seperti: Ria Niti, Pateh Jurang, Ria Nantang, Pateh Ubai, Ria Tlosai, Pateh Buntal, Domong Sudek, Mayang Tebu, Burai Bunsu. Merekalah cikal bakal Desa Sembilan Domong Sepuloh. Mereka adalah Domong Adat, yang masih akan ditelusuri lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu saya tidak bertemu dengan Kek Ongkon, kami hanya memotret Kuburan Kek Pateh Bangi dan Sandong Beruang kek Pateh Bangi yang diperbaharui tahun 2000 oleh Panglima Burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda yang hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut legendanya, Kek Pateh Bangi memiliki seekor beruang yang sangat jinak, karena jinaknya beruang tersebut, sering menjilat siapa saja yang datang ke rumah Kek Pateh Bangi. Beruang tersebut merupakan “sobat” atau kawan gaib Kek Pateh Bangi, sama siapapun dia jinak, kecuali kalau sama orang yang ingin memusuhi Kek Pateh Bangi dan keluarga. Suatu hari, istri Kek Pateh Bangi dirumah, beruang yang sudah jinak tersebut menjilat-jilat istri Kek Pateh Bangi, ketika itu Istri Kek Pateh Bangi memegang keladi (talas), talas tersebut secara tidak sengaja menyentuh kepala Beruang kesayangan Kek Pateh Bangi ketika istri Kek Pateh Bangi bermaksud membalikan badan ke arah Beruang malang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian matilah beruang tersebut, karena sangat sayangnya Kek Pateh Bangi dengan beruangnya, maka dibuatlah sandong( semestinya untuk manusia Dayak sekelas Domong adat, Pateh atau Rang Kaya yang sudah meninggal) sebagai kuburan beruang. Tepat di samping sandong tersebut dimakamkan juga Kek Pateh Bangi, anda bisa melihatnya di Dusun Mengkaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam Yang Langka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula, saya hanya ingin ngobrol dengan bapak saja, mengenai pengetahuan adat istiadat Dayak Kualan, namun beberapa orang tua hadir di rumah kami ikut juga menjelaskan mengenai seluk-beluk adat istiadat, menjelaskan silsilah kami dari awal. Ternyata saya adalah keturunan Kek Jajang yang merupakan Domong di Kangking juga. Kek Jajang menikah dengan Nek Ronai orang dari Desa Legong, sebuah desa yang belum lama dimekarkan dari Semandang Hulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ketika Kek Jajang tinggal di Legong, dia hampir dibunuh oleh mertuanya dengan cara mendorongnya dari atas pohon kayu madu ketika mereka “muar”, untungnya nasib baik masih berpihak pada Kek Jajang, sehingga ada sebuah gundukan kayu yang menyelamatkan Kek Jajang dari maut, karena apabila jatuh maka batu-batu cadas di bawah kayu madu tersebut akan menghantam seluruh badan Kek Jajang, karena tidak mau menanggung resiko dibenci tanpa sebab oleh mertua, maka Kek Jajang membawa serta Nek Ronai pulang ke Kampung Lompam (Kangking sekarang) dari situlah keturunan orang-orang kangking, termasuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tahun 1980-an di Kampung Lompam ada rumah betang yang sangat panjang, namun seiring waktu berjalan, semua itu hilang, seiring semakin individualisnya masyarakat. Malam itu juga saya mendapat banyak ilmu baru, karena saya rasa sama seperti kuliah namun di perkuliahan dulu saya tidak mendapat ilmu kearifan lokal seperti ini, semua tentang sejarah orang luar, sehingga kami terkesan menghilangkan identitas kedayakan dalam diri kami. Namun sekarang saya baru mengerti, banyak sekali yang harus saya kerjakan, mengembalikan identitas dayak yang hampir hilang ditelan jaman, salah satunya dengan melestarikan dan mendokumentasikan kearifan lokal yang tidak kalah menariknya dibandingkan dengan daerah dan suku lain di negeri heterogen ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya Pulang ke Pontianak dengan Pesimisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 Juli 2008, hilang sudah cerita untuk mengurus saudara saya yang sakit di Yogyakarta, hati saya berkecamuk, antara mau bertahan di kampung yan haus akan terbangunnya identitas, sementara orang-orang tua yang berpengetahuan di bidang itu semakin punah seiring bertambahnya umur, sepengetahuan saya, belum ada yang betul-betul bisa menguasai seluk-beluk adat-istiadat kami yang agung dulu, hampir semuanya seperti pecahan-pecahan botol yang sulit untuk di satukan, kalau tidak ada kemauan kepedulian dan kerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06.30 saya menaiki motor Vega R yang mengantar saya ke Piansak untuk kembali ke Pontianak, pikiran saya masih berkecamuk, siapa teman saya yang akan melakukan pelestarian tradisi ini dari kepunahan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pontianak, 11 Juli 2008.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-7449594595556819106?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/7449594595556819106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=7449594595556819106' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/7449594595556819106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/7449594595556819106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/07/kutulis-tentang-kearifan-negaraku.html' title='Harta Terpendam di kaki Gunung Merawa'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SIQ3Kf0Dh8I/AAAAAAAAAK8/Xa-QAUMyhVQ/s72-c/DSC03312.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-8425869223860667226</id><published>2008-06-23T03:04:00.000-07:00</published><updated>2008-06-23T04:06:40.429-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>ANTI TIDAK HARUS MEMBENCI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetangga saya namanya A Yong, seorang Mak Nyah yang super cerewet, namun baik hati. Memiliki suami semata wayang namanya A Long yang bekerja sebagai manejer pemasaran sebuah perusahaan otomitif terkenal di kota ini. A Yong, saya katakan baik hati, karena setiap pagi sebelum saya bangun, dia sudah bangun, walaupun membuat saya sedikit terganggu karena sejak pagi Mak Nyah Ayong sudah ngomel dengan suami tercinta, untungnya bagi saya karena tidak perlu menyalakan alarm HP untuk bangun pagi, lebih hemat, dan praktis tidak perlu dimatikan setelah berbunyi. Sebenarnya bahan omelan (kalau kami di Lembaga menyebutnya Lokakarya) yang disajikan oleh Mak Nyah A Yong dari pagi ke pagi hampir sama, yaitu seputar sembako, uang jajan anak, dan alat solek, yang terakhir ini paling urgent. Maklum, Mak Nyah A Yong mantan TKW yang sudah lama malang melintang di negeri Tirai Bambu, negara dimana Mao Tse Dong &lt;span class="fullpost"&gt;dan komunismenya pernah menancapkan kuku dominasinya dengan kuat. Negara tersebut juga belum lama ini menjuarai piala Tomas dan Uber, sebuah turnamen bulu tangkis yang sangat bergengsi di jagad ini.&lt;br /&gt;Omelan-omelan yang keluar dari mulut atas Mak Nyah A Yong pun terdengar begitu kasar, memang saya tidak tahu artinya tetapi dari nada ucapannya hampir sama kalau setiap orang di muka bumi ini marah. Saya pun tidak habis pikir, mengapa setiap pagi selalu terjadi seperti itu, padahal suaminya sudah bekerja dengan baik dan keras. Dari segi pendapatan tidak jauh berbeda dengan PNS golongan IV D negeri ini, belum lagi di tambah bonus kalau ada prodauknya yang laku. Menurut saya hidup di kota yang masih serba carut marut, dan barang-barang sembako masih mudah didapat, bukan alasan Mak Nyah mengomeli suami semata wayangnya, karena kerja kerasnya Mak Nyah dan anak-anaknya masih bisa melihat butiran nasi, saya tidak tahu apakah Mak Nyah pernah berpikir mengenai kaum gelandangan yang jarang mendapat sesuap nasi dalam sehari. Pengeluaran suaminya pun bisa di kalkulasi dengan sangat minimal, paling ya cuma bahan bakar kendaraan. Itu pun tidak usah diperhitungkan karena selain jarak kantor yang dekat dengan rumah, di setiap perempatan yang ada lampu trafig light (lampu lalu lintasnya) kita tidak perlu berhenti untuk menunggu warna hijau menyala, sehingga menghabiskan beberapa tetes bensin di karburator kendaraan bermotor, karena masyarakat di kota ini buta warna, dan selalu menginginkan setiap hari ada kecelakaan, seperti yang diberitaan oleh koran borneo tribune edisi kamis 19 juni 2008, pada halaman pertama, koran borneo tribune merupakan koran yang tulisannya naratif reporting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Main serobot merupakan tradisi berlalu lintas di kota khatulistiwa, mumpung petugas tidak lihat, sama dengan prilaku cukong dan investor yang main serobot lahan dan hutan adat, tanpa mengindahkan nilai luhur tradisional masyarakat adat setempat, ya, karena dalam otak para cukong itu Cuma duit, tidak ada yan lain, sehingga kelihatan tamak.&lt;br /&gt;Kita tidak bisa membedakan ada atau tidaknya aturan lalu lintas di kota ini meski patung anggota penegak aturannya selalu berdiri gagah di perempatan dekat Garuda Hotel, tidak tahu patung siapa itu, yang jelas kalau manusianya, tidak ada yang betah berdiri 24 jam penuh tanpa harus di ganti. Paling kalau panas sedikit berteduh di pos mereka, sambil mengintip siapa yan melanggar, kemudian di kejar dan di tilang serta dimintai uang, sistem seperti itu, meminjam istilahnya Mas Kelik Peli Pur Lara Wakil Presiden Republik Mimpi, yaitu KUHP alias Kasih Uang Habis Perkar&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SF-Ddxty74I/AAAAAAAAAKs/Z-9LD1gk9uk/s1600-h/ngintip.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215031441103187842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 253px; CURSOR: hand; HEIGHT: 188px" height="200" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SF-Ddxty74I/AAAAAAAAAKs/Z-9LD1gk9uk/s320/ngintip.jpg" width="258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;a.&lt;br /&gt;Ya...seperti itulah Mak Nyah A Yong yang mantan TKW ilegal, dia berpikir, sekarang saatnya suami saya yang menafkahi saya dan anak-anak saya, kalau ada uang berhenti mengomel. Dulu, saya lima tahun menafkahi mereka ketika saya menjadi TKW yang berlabel ilegal, maklum negara yang memang senang dengan sesuatu yang serba tidak jelas di segala bidang kehidupan, sampai-sampai ajaran agama pun tidak jelas, sehingga saling mengklaim, menganggap agamanya yang paling benar, tidak mau mengakui ada agama lain, anti pluralisme. Pahala besar kalau berhasil menaklukan lawan tandingnya menuju surga, padahal letak surga pun tidak tahu dimana. Frans Magnis Suseno dalam bukunya Menalar Tuhan, (halaman 64-65), Ludwig Feuerbach (1804-1872), yang mengkritik gagasan fundamental Hegel (1770-1831) yang menyatakan bahwa “dalam kesadaran manusia, Allah mengungkapkan diri”. Pernyataan ini dikritik oleh Feuerbach, menurutnya, Hegel memutar balikan kenyataan. Hegel memberi kesan, seakan-akan yang nyata adalah Allah (yang tidak kelihatan), sedangkan manusia (yang kelihatan) adalah wayangnya. Padahal yang nyata tak terbantah adalah manusia. Bukan manusia itu pikiran Allah, melainkan Allah adalah pikiran manusia. Bagi Feuerbach, manusia inderawi tidak dapat dibantah, sedangkan roh semesta hanya berada sebagai objek pikiran manusia. Inti dari kritik Feuerbach, adalah bukanlah Allah yang menciptakan manusia, melainkan sebaliknya Allah adalah ciptaan angan-angan manusia. Jadi sudah jelas, mengapa kita pusing-pusing memperebutkan surga sampai-sampai adu jotos, seperti kejadian di Monas beberapa hari lalu. Sepertinya sudah saatnya kita menisbikan teori bahwa selama ini manusia yang tidak berotak, masyarakat kecillah yang selalu adu jotos. Namun teori sekarang kita balikan menjadi, manusia berotaklah yang senang dengan adu jotos, karena sebenarnya dia justru paling tidak memiliki otak, sehingga pemahamannya dangkal terhadap sesuatu hal. Benar kata Bung Roma Irama seorang penyanyi dangdut tersohor negeri ini dalam sebuah lirik lagu,“benar kata orang lain, belum tentu kata kita, baik kata orang lain, belum tentu kata kita”.&lt;br /&gt;Kembali ke Mak Nyaaaaaaaaaaah...!!!&lt;br /&gt;Nah...Mak Nyah memiliki pemahaman yang dangkal mengenai suami, dia lebih menghargai suaminya masuk dalam organisasi (ISTI) Ikatan Suami Takut Istri. Padahal suami adalah kepala keluarga. Memang sekarang santer isu kesetaraan gender, namun Mak Nyah A Yong keterlaluan, yang dia lakukan bukan kesetaraan lagi, tetapi berusaha meninggikan derajat diri dari suaminya. Karena A Yong pikir, dia sudah lama tinggal di luar negeri, walau sebagai TKW, sedangkan suaminya keluar kota Pontianak pun mungkin jarang, maklum A Long selama kulah di Fakultas Ekonomi terkenal sangat pintar, termasuk pintar nyontek, sehingga dia lulus dalam waktu singkat dengan predikat suma cum laude, sebuah pencapaian tertinggi dalam meraih nilai di perguruan tinggi, namun ya itu tadi, tahunya Cuma bekerja dan bekerja, A Long tidak memiliki teman banyak selain para klien dan pelanggan, yang mau berteman kalau ada diskon produk perusahaan tempat ia bekerja.&lt;br /&gt;Dalm hal tinggal di luar negeri, A Yong berbeda dengan Habibi. Habibie saja sebenarnya tidak bangga tinggal di luar negeri, walaupun gajinya lebih tinggi dari gaji pejabat-pejabat besar di negeri ini. Habibie tetap low frofile, sekalipun pidato pertangung jawabannya di tolak oleh DPR, toh itu tidak mempengaruhi aset kekayaannya yang sudah di bangun sejak lama. Dalam hal menyelesaikan masalah pertengkaran suami istri, A yong tidak seperti Gus Dur yang selalu memiliki jalan terbaik dalam menyelesaikan suatu masalah, cukup mengatakan “gitu aja kok repot”, dengan sendirinya semua masalah selesai, tetapi tidak untuk masalah seteru dengan keponakannya sendiri, kalau yang ini lain lagi ceritanya. Dalam hal mengurus suami, A Yong berbeda pula dengan Ibu Megawati, meski menjadi Presiden, tetap menempatkan derajat suaminya sebagai kepala rumah tanga, sehingga sering kita lihat kalau Ibu Megawati ke mana-mana selalu ditemani suami dan anaknya Puan Maharani, mungkin yang satu ini sekaligus belajar.&lt;br /&gt;Ya... saya memang anti dengan sifat Ma Nyak A Yong, karena selain mengganggu saya untuk kesiangan pas hari libur, juga nurani saya sebagai manusia tersentuh melihat, mendengar dan ikut merasakan bagaimana hancurnya pikiran suami Mak Nyah itu. Sudah bekerja membanting tulang (padahal tidak sampai benar-benar membanting tulang), masih saja di omeli, oh ya... pernah suatu saat sampai di rumah, kaki pertama (kanan maksudnya) baru menginjak anak tangga pertama suaminya, tidak jelas ada masalah apa, tahu-tahu A Long dilempari dengan wajan yang (maaf) pantatnya sangat hitam, maklum saking pelitnya A Yong, masak pun pakai kompor minyak tanah, padahal anggaran untuk membeli gas lebih dari cukup.&lt;br /&gt;Untungnya suami A Yong dulu ketika muda pernah belajar Kung Fu, walau tidak se jago aktor film laga seperti Jet Lee, Jacky Chan, Bruce Lee, Steven Coy, Andy Lau dan sebagainya. Yaaa...untuk ngipas lalat bisa, sehingga wajan penggorengan mereka penyok di tendang suami A Yong. Sampai sekarang, wajan itu saya gantung di belakang rumah, di atasnya saya tulis “korban kekerasan dalam rumah tangga”. Tapi saya lihat tadi wajannya sudah hilang, tinggal tulisan KDRT-nya.&lt;br /&gt;Meski anti, saya tidak sampai hati membenci keluarga mereka, termasuk A Yong, itulah mereka adanya dengan segala kekurangan dan kelebihan. Saya paham betul, tidak semua anggota keluarga yang mengerti dengan posisinya di rumah, sehingga suami pun berubah menjadi istri (perannya) dan istri menjadi suami. Namun sebenarnya hakikatnya sama, yaitu membangun sebuah bahtera rumah tangga, meski dengan jalan masing-masing....jadi mengapa harus pusing...memikirkan surga...kan ada di bawah telapak kali Mak Nyah A Yong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-8425869223860667226?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/8425869223860667226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=8425869223860667226' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/8425869223860667226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/8425869223860667226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/06/anti-tidak-harus-membenci-tetangga-saya.html' title=''/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SF-Ddxty74I/AAAAAAAAAKs/Z-9LD1gk9uk/s72-c/ngintip.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-5850000320463388656</id><published>2008-06-19T05:56:00.000-07:00</published><updated>2008-06-19T08:26:47.077-07:00</updated><title type='text'>Cerita Zaenab Binti Beranyot</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Raymond tidak berpikir panjang, ketika dia pulang dari tempat pacarnya di kampung sebelah, dengan wajah lunglai masuk rumah. Suara aneh dari teras rumah memcah keheningan malam yang waktu itu hampir pukul 23.00 WIB."hei...dari mana kamu...!" Raymond berhenti, "dari apel ma" jawab Raymond dengan santainya,dia tidak berpikir kalau itu ibu yang melahirkannya alias ibu kandung.Raymond seorang pria yang setengah mereng (gila) karena belum lama ditinggal pacarnya jadi TKI ke luar negeri (negeri Jiran ga jauh-jauh amat)dan  Zainab, mahasiswa sebuah perguruan tinggi luntang lantung yang amat tersohor di kotanya.&lt;br /&gt;Masing-masing orang, waktu idealnya pulang dari tempat apel jam 23.00 WIB. maklumlah hubungan yang baru seumur jagung biasanya dipenuhi dngan nuansa romantis dan saling memuji, namun bila ada kata-kata yang terpeleset seperti Kelik Pelipur Lara sering ucapkan untuk mengocok urat tawa kita, beliau itu seorang&lt;span class="fullpost"&gt; raja plesetan dari Jogja yang sudah sangat terkenal di dunia plesetan Republik Indonesia, beliau juga sudah menerorkan beberapa buku slepetan eh salah plesetan, situasinya jadi lain, mungkin runyam atau langsung bubar. Karena antara Raymond dan pacarnya sama-sama egois...ya sangat egois, bukan hanya itu keduanya sama-sama posesif, bila salah satu dari mereka ketahuan berhubungan bukan intim dengan maka yang ada hanya rasa curiga yang dilampiaskan melalui ungkapan emosi yang kadang sangat berlebihan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Oh ya..saya hampir lupa, nama pacarnya Zainab binti Beranyut, wanita yang setahu sangat gatal dan super sok cantik, narsisme.Ah maaf terlalu memuji. Iya memang dia itu saya lihat sangat gimana gitu.bagi saya itu bukan type saya, walau harus mengomentari, karena bagi saya orang maksud saya&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; perempuan seperti itu menyalahi kodratnya sebagai ibu yang bijaksana, seperti label blog saya ini, walau saya tidak tahu bijaksana itu sebenarnya kue apaan sih...?, yang jelas, saya tidak suka dengan perempuan kasar, sok cantik dan marah kalau di ingatkan, ketika pacaran terlalu kebablasan sehingga menyebabkan gangguan kevirginan dan kehamilan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kata Bang Mering Tribune Institute, "Ikan Toman di atas batang,Nuan Tenaang". ya saya juga mencoba untuk tenang dari komentar saya yang super resek dengan wanita seperti itu. Sungguh saya benci-benci sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;saya kuatir kelak dia jadi ibu, suaminya pasti senasib dengan Mas karyo, Uda' Faisal, bang Tigor dan Pak RT &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;di komedi situasi Suami-Suami takut Istri yang ditayangkan oleh salah salah satu stasiun TV swasta Indonesia. Bahkan mungkin lebih galak dari itu, karena dalam komedi tersebut, para ibu yang super galak masih takut dengan mertua dan anak-anak mereka. berbeda dengan gambaran Zainab yang setiap hari kerjaanya bersoleh dan mendempul mukanya yang rada hitam, sehingga kelihatan paling tidak sedikit berwarna pink, dan kelihatan imut kayak cecurut (tikus got yang super bau, biasanya mencuri masuk ke dalam garasi rumah kakak saya).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SFp3d4o69TI/AAAAAAAAAKk/pyDZ2_uclwM/s1600-h/DSC02667.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 216px; height: 181px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SFp3d4o69TI/AAAAAAAAAKk/pyDZ2_uclwM/s320/DSC02667.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213610873938703666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ini memang nisbi kawan, tapi patut untuk saya sendiri renungkan, karena seorang iu yang juga berasal dari seorang gadis dulunya semestinya belajar menjadi ibu sejak pacaran, bukan mnjadi abg dan semakin abg setelah pacaran, semua laki-laki ingin istrinya bijaksana dan perhatian dan sayangsama &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;anak-anak mereka,suami sayang sama istrinya kalau sikap penyayang ada pada setiap sudut hati, hidup sederhanapun tak menjadi masalah kalau bukan dengan perempuan seperti Zainab Binti Beranyut. ah... daripada pusing mikirin zainab, mendingan tidur...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-5850000320463388656?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/5850000320463388656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=5850000320463388656' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/5850000320463388656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/5850000320463388656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/06/cerita-zaenab-binti-beranyot.html' title='Cerita Zaenab Binti Beranyot'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SFp3d4o69TI/AAAAAAAAAKk/pyDZ2_uclwM/s72-c/DSC02667.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-9045232488337650118</id><published>2008-06-05T01:21:00.000-07:00</published><updated>2008-06-19T08:04:57.267-07:00</updated><title type='text'>sepotong pertengkaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SFp0BLcMSKI/AAAAAAAAAKc/TKSShnPSYv0/s1600-h/DSC02386.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 205px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SFp0BLcMSKI/AAAAAAAAAKc/TKSShnPSYv0/s320/DSC02386.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213607082234497186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Terserahlah...kalau memang ingin mencari yang lebih. Maaf kalau saya pria miskin yang selalu mengemis sama kamu, sampai kamu tidak bisa pulang dan harus bekerjauntuk penuhi keutuhanmu, karena uangmu banyak saya pakaikan? Saya tahu, kamu menghindari saya untuk bertemu keluargamu..."&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sepenggal pesan singkat lewat telpon seluler yang saya kirim pada gadis kecil bernama Mida Anzasari yang selama ini selalu menghiasi dinding hati, sudut-sudut kabahagiaan dan penderitaan. Pagi itu aku sangat merindukannya. Seperti hari-hari lain ketika kami berdua berpisah, saya di Pontianak dan dia di Yogyakarta untuk menunaikan tugas menuntut ilmu di kampus Universitas sanata Dharma Yogyakarta, sebuah Universitas Yesuit yang memiliki motto "Memajukan keunggulan akademik dengan nilai-nilai humanistik". Kampus tersebut juga dulu menjadi almamter saya ketika kuliah di program studi pendidikan sejarah tahun 2001. Sekarang saya di Pontianak jauh meninggalkan Mida sendirian di Jogja, begitu biasanya kota pendidikan dan kota Gudeg itu akrab dipanggil. Saya di Pontianak bekerja pada Tribune Institute, senuah lembaga NGO yang berkutat pada Citizen Jurnalism atau kami di Tribune Institute menyebutnya Jurnalisme Kampung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tanggal 5 Juni 2008 sepertinya membuat saya semakin menemukan arti dari cinta seorang gadis yang sudah setahun lebih saya kenal. Saya tidak tahu persis apakah dia memang mencintai saya, sampai-sampai setiap saat hanya ada dia dalam pikiran ini. Pagi itu, saya menanyakan kepada Mida sang gadis kecil dari kampung Pereges Kabupaten Bengkayang. Lewat telpon selular yang memiliki sisa pulsa sekitar Rp.3000,-, Saya call dia untuk menanyakan kapan pulang, namun jawaban Mida, dia tidak pulang karena harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Saya langsung teringat, kalau saat ini saya belum bisa memberi uang dari hasil kerja saya. lagi pula saat ini saya benar-benar belum punya uang. saya jadi malu sendiri, semestinya kalau sudah libur saya minta Mida pulang agar kami bisa bertemu, dan yang paling penting agar Mida bisa bertemu orang tua dan adik-adiknya di kampung, sekalian saya ingin memperkenalkan diri saya pada orang tuannya, wah untuk yang satu ini saya kira terlalu berlebihan, karena saya belum mengerti karakter orang tuanya bagaimana, terutama Ayah Mida, menurut cerita beliau galak, suatu ketika ketika di Jogja, Mida pernah menceritakan itu pada saya, kontan saja, saya jawab " besok kalau saya ketemu bapakmu dan dia marah dengan hubungan kita, saya ajak duel saja, biarmatanya terbuka untuk mengetahui kekuatan cinta saya padamu.." Agak naif sih, tapi ya itu, saya dengan keluguan dan sedikit kekonyolan serta hobby menilai sesuatu dengan persfektif lucuisme, menganggap itu bukan masalah, karena saya pikir, segalak-galaknya macan tidak mungkin makan anaknya. Namun saya menganggap itu serius, karena saya menghargai perasaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ya...saya tidak punya uang untuk membeli tiket pesawat ke pontianak, jadi, saya bilang tunggu saja saya akan jual kamera digital merek sony yang saya punya, kamera itu kamera kesayangan saya, walaupun tidak semahal kameranya Bang Mering, sahabat yang sekaligus abang saya di Pontianak, beliau adalah Wakil pemimpin Redaktur Harian Borneo Tribune, dan Direktur Eksekutif Tribune Institute tempat saya bekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saya dengan diam meng-SMS teman-teman saya yang berada di sekitar pontianak untuk menawarkan mereka kamera digital saya, tapi semua memberi jawaban belum atau tidak punya uang segitu banyak, saya pun maklum, terbesit dalam pikiran saya untuk mengembalikannya ke counter tempat saya membelinya kemarin, tetapi setelah saya telpon ternyata harganya turun sekitar 50%, kemudian saya buat janji, kalau memang belum laku ke teman-teman saya dengan harga yang lebih tinggi, maka terpaksa saya kembalikan saya dengan harga segitu, yang penting Mida pulang dan bisa bertemu orang tuannya, karena saya tahu betul bagaimana kisah hidup keluarga mereka. Saya tetap bergerilya menawarkannya dalam beberapa hari ini, saya ingin punya uang dan akan saya kirimkan untuk Mida. Maklum juga saya pikir karena baru bekerja jadi belum seberapa, apalagi ini baru tahap job training atau ospeklah barangkali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;saya Ingin Mida mengajak saya untuk bertemu keluarganya, namun kata-kata itu belum pernah saya dengar dari mulutnya, Mida pernah mengatakan, kalau dia takut mempertemukan saya dengan keluarganya, terutama ayahnya, saya sungguh tidak paham dengan perkataannya yang menakut-nakuti saya dengan kegarangan ayahnya, namun saya tidak pernah memikirkan hallain, mengapa Mida menolak diajak ke tempat orang tuannya. Dengan nurani saya, ingin sekali membuatnya untuk lebih fress dalam hidup dan cinta, karena selama ini saya lihat, mukanya menyimpan sejuta keprihatinan entah hidupnya atau hidup orang lain, atau mungkin asa yang akan dia gapai kelak kalau dia sukses menamatkan studinya di kampus humanis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saya akan menjual apapun yang saya punya untuk kebahagiaan Mida...karena cinta adalah Mida dan Mida adalah nama dari cinta...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-9045232488337650118?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/9045232488337650118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=9045232488337650118' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/9045232488337650118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/9045232488337650118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/06/mida-dan-sepotong-pertengkaran.html' title='sepotong pertengkaran'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SFp0BLcMSKI/AAAAAAAAAKc/TKSShnPSYv0/s72-c/DSC02386.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-7715962490472764363</id><published>2008-06-03T23:00:00.000-07:00</published><updated>2008-06-16T23:10:55.594-07:00</updated><title type='text'>Kucing, EURO dan Bangsa Bar-Bar</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SEY6LtrMtuI/AAAAAAAAAJc/kQ-TdqRhvT8/s1600-h/DSC02307.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207913992014313186" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 162px; CURSOR: hand; HEIGHT: 155px" height="155" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SEY6LtrMtuI/AAAAAAAAAJc/kQ-TdqRhvT8/s320/DSC02307.JPG" width="124" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Genderang Kompetisi sepak bola antar negara di Benua Eropa sudah di mulai, seluruh mata di dunia tertuju kesana. Sepertinya sudah tidak sabar lagi untuk melihat para gladiator lapangan hijau mengolah sikulit bundar.&lt;span class="fullpost"&gt; Gaung perhelatan EURO 2008 bahkan tidaklagi dikonsumsi umat manusia, terutama laki-laki yang memang maniak bola, walau sudah punya bola. Animal yang memiliki instink yang paling tinggi inipun tidak ketinggalan, malah sampai tertidur &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SEY6L7dIJUI/AAAAAAAAAJs/OLrzIDyd1Ow/s1600-h/21.jpg"&gt;&lt;/a&gt;membaca berita EURO. Para narapidana di dunia binatang mengajukan remisi atau paling tidak menyediakan layar lebar di sekitar ruang tahanan mereka. Potret semacam ini menunjukan perkembangan sepak bola sudah tidak bisa terbenndung lagi. Ini mungkin bisa dimaklumi karena masalah negara yang semakin kronis akibat komplikasi mencapai stadium 4, menjadikan masyarakat termasuk binatang mencari alternatif hiburan yang memasyarakat. Sepak bola memang tiada duanya, jadi kalau pusing selalu menndengar sembako &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SEY6K6a8HoI/AAAAAAAAAJU/LPmAkb3RcaM/s1600-h/DSC01975.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207913978255908482" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 208px; CURSOR: hand; HEIGHT: 151px" height="157" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SEY6K6a8HoI/AAAAAAAAAJU/LPmAkb3RcaM/s320/DSC01975.JPG" width="230" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;naik, BBM naik, nontonlah sepak &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SEY6Lzj15VI/AAAAAAAAAJk/mk-pGsBjEeo/s1600-h/zola.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207913993594070354" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 140px; CURSOR: hand; HEIGHT: 179px" height="231" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SEY6Lzj15VI/AAAAAAAAAJk/mk-pGsBjEeo/s320/zola.jpg" width="46" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;bola, tapi ingat jangan sampai menendang tv kalau jagoannya kalah. Karena sepak bola ada aturan mainnya, dan itu berlaku juga bagi penonton, agar tidak membuat situasi tidak fair, dan salingg serang antar suporter. Sepak bola sama seperti pancasila. bedanya yang satu mendunia, yang satu mengIndonesia. Kedua hal tersebut selalu di nodai dengan sikap manusia yang tidak bijaksana. Mungkin gambar mereka ini bisa jadi refleksi manusia-manusia yang berperilaku seperti bangsa bar-bar di hari ulang tahun lahirnya Pancasila 1 Juni 2008. Sambil mengelus dada saya berkata....COBAAAN...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-7715962490472764363?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/7715962490472764363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=7715962490472764363' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/7715962490472764363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/7715962490472764363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/06/kucing-euro-dan-bangsa-bar-bar.html' title='Kucing, EURO dan Bangsa Bar-Bar'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SEY6LtrMtuI/AAAAAAAAAJc/kQ-TdqRhvT8/s72-c/DSC02307.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-2707093488077930308</id><published>2008-05-28T09:25:00.000-07:00</published><updated>2008-06-19T08:46:01.905-07:00</updated><title type='text'>AKU BERTEMU DENGAN MEREKA DAN HIDUPKU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika pesawat sudah menginjak tanah Jogja yang sudah dilapisi aspal, saya ingin berteriak, karena kota pendidikan itu ku injak kembali. Saya mengantar &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SD2TVgymTDI/AAAAAAAAAI8/jTOeD_TaGS4/s1600-h/DSC01480.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205478742098857010" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right; width: 183px; height: 146px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SD2TVgymTDI/AAAAAAAAAI8/jTOeD_TaGS4/s320/DSC01480.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yovinus (adik sepupu), biasa disebut si gendut ke Jogja untuk melanjutkan studi ke Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. kampus tempat saya menuntut ilmu kurang lebih tujuh tahun. Di Jogja saya kembali bertemu dengan Romo Baskara. Dulu sewaktu kuliah saya pernah bertemu Romo Bas, beliau adalah seorang Romo yang aneh menurutku. anehnya karena sudah mendapat gelar Doktor tetapi masih terlihat muda dan belum beruban, berjiwa muda, dan sangat menghargai orang lain yang ingin belajar, tidak terlihat sibuk walau waktu yang disediakan selama 24 jam bagi beliau mungkin kurang karena dipenuhi oleh berbagai aktivitas akademik dan kemanusiaan. Maklum beliau seorang dosen Sejarah dan program pasca sarjana di kampus humanis itu. Romo yang murah senyum tersebut saya hubungi melalui telpon selular ketika sudah sampai ditempat kami berdua menginap, yaitu rumah bapak Dalijan. Rumah Pak Dalijan adalah tempat saya indekost sewaktu kuliah.&lt;br /&gt;Sehari setelah saya sampai di Jogja, tepatnya tanggal 20 Mei 2008, bertepatan dengan hari kebangkitan nasional, saya bertemu dengan &lt;span class="fullpost"&gt;F.X. Baskara Tulus Wardaya S.J (begitulah nama lengkapnya). Mungkin karena suasana hari kebangkitan nasional, saya mendapat wejangan dari beliau. Romo Bas, begitu beliau akrab dipanggil, mengingatkan saya, kalau kami sebagai pemuda penerus generasi dan pembangunan di Kalbar harus berjuang lebih keras, karena membangun Kalbar sangat berat dan butuh orang-orang yang berjiwa fighter serta tetap memiliki nuraniLebih lanjut Romo berpesan, kalau jangan hanya mengandalkan isyu kedaerahan, dan yang perlu diingat adalah Kalimantan Barat wilayah Indonesia, dan suku Dayak yang ada di dalamnya itu orang Indonesia. Lebih jelasnya Romo Bas mengatakan "Jadilah Indonesia yang kebetulan Dayak, bukan Dayak yang kebetulan Indonesia". Kurang lebih dua jam kami ngobrol di ruang tamu Pastoran Belarminus Mrican, akhirnya saya pamit, karena adik (ini bukan adik sepupu)yang mengantar saya sudah kelihatan ngantuk. Sebelum pulang Romo Bas titip salam untuk teman-teman di Kalbar, antara lain Bang Mering dan Ani&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SD2TUgymTBI/AAAAAAAAAIs/9O2L2aI72e8/s1600-h/Buku+Romo+Bas.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205478724918987794" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right; width: 130px; height: 151px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SD2TUgymTBI/AAAAAAAAAIs/9O2L2aI72e8/s320/Buku+Romo+Bas.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ka. Rencananya Romo Bas Januari akan ke Kalimantan Barat, itupun kalau kami jadi mengundang beliau, karena diam-diam Romo Bas ingin sekali ke Kalimantan Barat rupanya.Romo Bas juga memberikan buku "Membongkar Supersemar" dan akan diberi pada saya waktu bedah buku "Indonesia Melawan Amerika" yang juga hasil karya intelektual Romo Bas. Malamnya, saya bersama adek (bukan adek sepupu), ke GOR UNY untuk menghadiri acara tersebut. Saya benar-benar mendapat hadiah buku dari Romo Bas, dan buku itu sekarang lagi di resensi oleh Bang A.A.Mering dari harian Borneo Tribune. Senangnya diriku diberi buku oleh seorang doktor,dan saya pun kembali ke tanah borneo sehari kemudian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Walaupun baru pulang dari Jogja, saya tidak merasa terlalu capek.Mungkin karena sudah terbiasa bolak-balik naik pesawat Jogja-Pontianak. Ketika sampai di Pontianak,bukannya istirahat,malamnya saya langsung mengikuti pertemuan dengan Mas Andreas Harsono dari Pantau Jakarta diikuti juga oleh Pak Kristianus Atok, Bang Yohanes Supriyadi, Bang Mering, Bang David, Bang Tanto Yakobus, ada juga Pak Flora (Sunawar Owat) dari YPB dan kawan-kawan aktivis lainnya. Dengan Andreas Harsono, saya bingung, beliau yang sudah memiliki beberapa rambut putih tersebut, lebih tepat&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SD2TVQymTCI/AAAAAAAAAI0/5B0cAuZHE50/s1600-h/1171010223_Andreas_Harsono.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205478737803889698" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right; width: 115px; height: 150px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SD2TVQymTCI/AAAAAAAAAI0/5B0cAuZHE50/s320/1171010223_Andreas_Harsono.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; saya panggil bapak, Om, Bung, Bang atau siapalah sebagai wujud penghargaan saya pada salah seorang dewa dalam dunia jurnalistik di Indonesia. Tapi kayaknya saya panggil MAs saja karena dari penampilan beliau masih terlihat muda, walau sudah memiliki putra bernama Norman Harsono (seperti yang saya baca dalam blognya http://andreasharsono.blogspot.com).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Malam itu kami diberi wejangan oleh Mas Andreas Harsono (saya mengikuti trendnya para senior aktivis seperti Bang Mering, memanggil beliau dengan sebutan "Mas". Ya ternyata enak juga dengan ungkapan tersebut, karena lebih simpel dan enak di ucap. Kebetulan juga beliau orang jawa. Saya banyak tahu tentang beliau melalui blog, saya rasa bloglah yang menebus rasa keingintahuan saya pada sosok yang hanya saya tahu dalam buku, seperti Bang Mering, dan Mas Andreas Harsono(sayang, mungkin Mas Andreas Harsono sudah lupa dengan saya, tapi tidak apa-apalah, yang penting saya sudah pernah bertemu dengan seorang Jurnalis tersohor negeri ini, yang memahami betul mengenai sepuluh elemen jurnalisme)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saya sebagai orang yang masih sangat hijau dalam dunia inteletual dan jurnalistik, masih harus banyak belajar, kebetulan Bang Mering dan disemangati oleh Pak Kris, Bang Yadi, teman-teman YPB, ELPAGAR, YPPN, dan Tribune Institute sangat mengerti dengan kesusahan hati saya sehingga merekalah yang memberi semangat hidup agar saya tetap pada jalan idealisme dan bertahan hidup di kota Khatulistiwa itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-2707093488077930308?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/2707093488077930308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=2707093488077930308' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/2707093488077930308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/2707093488077930308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/05/aku-bertemu-dengan-mereka-dan-hidupku.html' title='AKU BERTEMU DENGAN MEREKA DAN HIDUPKU'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SD2TVgymTDI/AAAAAAAAAI8/jTOeD_TaGS4/s72-c/DSC01480.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-8972367423318838958</id><published>2008-05-27T09:29:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T09:59:07.996-07:00</updated><title type='text'>SELAMAT ULANG TAHUN</title><content type='html'>Adikku&lt;br /&gt;Kau adalah matahari yang tiada lelah menyinari hati&lt;br /&gt;Kau adalah purnama yang tiada lelah menerangi kegelapan rasa&lt;br /&gt;Kau adalah segumpal salju yang mendinginkan hati pada puncak emosi&lt;br /&gt;Kau adalah adikku yang berulang tahun hari ini 28 Mei 2008&lt;br /&gt;22 tahun yang lalu engkau terlahir&lt;br /&gt;Sekarang kau mendampingiku&lt;br /&gt;Untuk bersama menggapai hidup bahagia&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau bisa semangatkan ku saat aku terpuruk&lt;br /&gt;Terluka oleh kejamnya gilasan waktu, beling yang menusuk kalbu&lt;br /&gt;Kau hadir nyata di depanku untuk memberi sebuah senyuman yang sekali lagi menjadi penyejuk hati&lt;br /&gt;Meski saat ini, jarak yang memisahkan kita, namun ku yakin Cinta sejati yang selama ini kita jalani akan mempertemukan dan Yang Mahakuasa menyatukan kita dalam mahligai nan suci.Margareta Mida Anzasari, nama yang indah selalu menghiasi dan mendapat tempat abadi dalam hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-8972367423318838958?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/8972367423318838958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=8972367423318838958' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/8972367423318838958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/8972367423318838958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/05/selamat-ulang-tahun.html' title='SELAMAT ULANG TAHUN'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-208321479632872848</id><published>2008-05-16T08:58:00.000-07:00</published><updated>2008-06-19T09:13:49.822-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catan Harian'/><title type='text'>...dan gadis kecil itu menangis lagi di depanku...</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SC29xClsxYI/AAAAAAAAAHs/pyI6zHAm7Cw/s1600-h/gadis+kecil.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201021794889024898" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 252px; height: 187px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SC29xClsxYI/AAAAAAAAAHs/pyI6zHAm7Cw/s320/gadis+kecil.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;.....&lt;em&gt;Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah...&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sore itu aku pulang kerja, sampai di rumah sudah jam 17.00 wib.&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SC29xClsxYI/AAAAAAAAAHs/pyI6zHAm7Cw/s1600-h/gadis+kecil.jpg"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti biasa, di rumah tak tampak olehku seberkas senyum, dari mulut-mulut yang seakan terkatup rapat oleh problema hidup, yang menggantung di setiap sudut pikiran penghuni rumah.&lt;span class="fullpost"&gt; Tidak ada alunan lagu &lt;em&gt;soundtrack-&lt;/em&gt;nya Keluarga Cemara hadir disana, menjadi penyejuk hati mereka yang masih dihuni oleh pikiran bar-bar. Seakan-akan hari kiamat tiba besok pagi, ketika ayam berkokok pertama kali. Suasana sore itu cukup membuat semua termenung kecuali aku, karena diriku selalu ku biasakan dengan pikiran-pikiran positif, sehingga di saat sedih-pun ekspresiku tak tampak,padahal siapa yang mengetahui kalau hatiku sudah penuh dengan borok-borok &lt;em&gt;brokenhome,&lt;/em&gt; aku cukupkuat menghadapinya ya...aku cukup kuat, karena bagiku menangis tidak ada gunanya "Hadapi saja". Dengan tatapan kosong, semua bingung dengan apa yang akan dikerjakan. Suara bass ku memecah keheningan, dengan memanggil salah satu nama penghuni rumah yang juga penghuni hatiku. "Youngman" ujarku, "apa kabarmu hari ini?" kebetulan kami hampir seharian tidak bertemu, karena kesibukan masing-masing sehingga kami punya waktu bertemu hanya sore hari, "sungguh kasihan keluarga ini, karena sibuk mencari harta duniawi, waktu untuk berkumpul dengan keluarga hanya sore hari, itu pun kadang-kadang, dan itu pun pula dalam keadaan capek" gumamku dalam hati. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SC29xClsxYI/AAAAAAAAAHs/pyI6zHAm7Cw/s1600-h/gadis+kecil.jpg"&gt;Di depan televisi yang masih menayangkan acara-acara infotainment, duduk bersandar di kursi jati, gadis kecil yang hanya terdiam, dengan muka merah penuh ekspresi dendam dan kulihat di kedua pipinya mengalir air bening yang keluar dari sudut-sudut matanya. "kenapa kamu,apa lagi yang terjadi hari ini,atas hari-hari surammu sebelumnya?" tanyaku setengah berpuisi. "Aku dimarah lagi" jawabnya tersendat. Tanpa mau peduli apa yang tadi dikatakan orang tuanya atas diri gadis kecil itu, aku menarik nafas, dalam hatiku mengatakan, sungguh anak ini malang nasibnya, setiap hari selalu dilanda kesedihan. Lalu terngiang kembali komitmenku yang memang setiap hari membisiki telingaku, "kamu hadir di sini untuk menghadirkan tawa kebahagiaan dalam keluarga mereka". Tersentak aku dengan lamunan sejenak, "oh...sudahlah tidak usah diceritakan aku sudah tahu". Karena, hari-hari sedari akhir masakuliahku selalu menghadapi femnomena rumah tangga mereka seperti itu, sehingga aku tergugah. Karena alasan mereka masih kecil dan butuh kebahagiaan dan kasih sayang dari orang tuanya, sering aku meneteskan air mata, ketika harus teringat dengan apa yang mereka buat selama ini. Hidup mereka sekeluarga sangat gelap, gelap akan kasih sayang, gelap akan cinta, gelap akan segala kebahagiaan yang semestinya mereka dapatkan dan bisa bersanding dengan harta yang mereka kumpulkan. Semua itu digelapkan oleh uang, harta dan kekayaan. Wajarlah pikirku, gadis kecil itu kebaghagiaannya tergadai, tergadai oleh ambisi orang tuanya, tergadai oleh kerakusan orang tuanya, tergadai...oleh...oleh...dan oleh....sampai nafasku kembali kutarik lagi tak selesai juga aku sebutkan daftar hitam itu. Faktor yang menghilangkan damai di bumi, kebahagian dalam keluarga, canda dan tawa gadis kecil itu. "Oke, kamu mandi sekarang kemudian belajar, sudalah jangan terlalu dipikirkan, selamamasih ada aku di sini semuanya akan baik-baik saja". Gadis kecil pun menurut kemudian masuk ke kamarnya dan mengambil peralatan mandi setelah itu menuju kamar mandi. Selesai mandi dia mengatakan "Nanti bantu saya mengerjakan PR-ya..","oke deh.." jawabku tanpa beban, karena aku ada janjian dengan teman jam19.30 malam itu. Sebelumpergi aku menghadirkan senyum lagi dalam hidupnya dan PR-nya selesai di garap tanpa mempedulikan benar atau salah, tapi aku yakin nilainya akan baik-baik saja, sama dengan harapanku akan har&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SC2_ISlsxZI/AAAAAAAAAH0/4zMUaLUK1dg/s1600-h/Hennov.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201023293832611218" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 160px; height: 224px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SC2_ISlsxZI/AAAAAAAAAH0/4zMUaLUK1dg/s320/Hennov.JPG" border="0" height="264" width="151" /&gt;&lt;/a&gt;i-hari gadis kecil itu. Gadis kecil itu, membuat hatiku tersayat karena keluguannya, ia hanya pasrah dengan apapun yang dilakukan orang tuannya, yang tidak mau mengerti akan mutiara kebahagiaan yang semestinya diterima oleh gadis kecil itu dan adiknya. Namun mungkin suatu saat adiknya akan kuceritakan dalam blog ku ini, karena mereka berdua sangat kuat menghadapi ini. Semuanya berkat keluguan mereka untuk menghadapi kegetiran dan kerasnya orang tua mereka, sungguh kalau sudah seperti ini, tidak ada gunanya menumpuk harta banyak-banyak dan membuat anak banyak-banyak bila dalam rumah hanya hadir neraka, tanpa ada setetes embun kebahagiaan pun darisudut pikiran penghuni jaman.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Seraya mengelus dada, aku hanya terdiam...dan gadis kecil itu terus meneteskan air mata penuh harapan akan hadirnya senyum di &lt;em&gt;CONGOR&lt;/em&gt; orang tuanya yang berhati BATU...!!!. Dan komitmenku untuk menghadirkan tawa bahagia diantara merekapun tak akan pernah luntur...Sampai air mata gadis kecil itu berhenti mengalir lagi di hadapanku...&lt;br /&gt;Besar harapanku agar Syair s&lt;em&gt;oundtrack&lt;/em&gt; film Keluarga Cemara menyadi kenyataan di sana. Aku dan motor pinjamanku melaju dijalan gelap...maaf aku pergi untuk sebuah janji....aku akan kembali....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-208321479632872848?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/208321479632872848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=208321479632872848' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/208321479632872848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/208321479632872848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/05/dan-gadis-kecil-itu-menangis-lagi-di.html' title='...dan gadis kecil itu menangis lagi di depanku...'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SC29xClsxYI/AAAAAAAAAHs/pyI6zHAm7Cw/s72-c/gadis+kecil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-217730953765516048</id><published>2008-05-06T02:52:00.000-07:00</published><updated>2008-05-16T10:22:07.249-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catan Harian'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;ah...ternyata cuma segitu...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kekonyolan kadang bisa menjadi sahabat. Namun kekonyolan manusia yang satu ini membawanya berurusan dengan aparat penegak hukum. Bagaimana tidak, sebagai orang yang sudah sangat mengerti dengan aturan lalu lintas di kota-kota besar, dan malah sudah diberi penghargaan berupa Surat Ijin Mengemudi type C (SIM C) oleh Polisi. Bukan menjadikan dia taat dengan peraturan lalu lintas yang berlaku.&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SC29xClsxYI/AAAAAAAAAHs/pyI6zHAm7Cw/s1600-h/gadis+kecil.jpg"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/a&gt; Salah satu aturan lalu lintas bahwa setiap kendaraan bermotor wajib menggunakan spion dobel dan standar. Spion digunakan untuk melihat kendaraan lain, jika kita mau merubah arah perjalanan kita, kekiri atau ke kanan.&lt;br /&gt;Sebut saja Banyong (bukan nama asli) salah satu pengusaha yang dulunya juga punya perusaahaan kayu di derah hulu kapuas, mengendarai kendaraan bermotor tidak memasang spion, tapi membawa spion dan dimasukan dalam jaket yang ia pakai. Sehingga ketika razia polantas di salah satu jalan Pontianak. Banyong ditilang polisi, lantaran kuda besinya tidak memiliki cermin rias yang biasa dipasang di kiri-kanan bagian depan kendaraan bermotor. Sang polisi bertanya: “Selamat siang pak, bisa ditunjukan surat-suratnya?” Banyong mengeluarkan surat-surat kendaraannya (SIM dan STNK) yang ternyata lengkap dan belum mati pajak. Namun sungguh sial, Banyong tetap ditilang, karena sepeda motornya tidak dilengkapi kaca spion. Sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, dengan sopan Polisi bertanya lagi” Maaf pak, kok motornya tidak ada spionnya?” Banyong menjawab, “oh…ada pak ini…” sambil terburu-buru mengeluarkan sepasang spion dari dalam jaket kemudian menunjukannya pada Bapak Polisi. Polisi yang meski pelindung masyarakat, juga kembali ke kodratnya sebagai manusia yang juga memiliki sifat emosi. “Bapak mestinya mengerti, kalau spion ini bukan di bawa tetapi dipasang di kendaraan, untuk itu bapak saya tilang karena melanggar peraturan lalu lintas di kota ini, motor bapak kami tahan dan bapak ikut sidang” diam sejenak, Banyong yang memang sudah hafal dengan karakteristik polisi kota ini (maklum bekas cukong) menawarkan damai dengan menitip uang sidang pada polisi tersebut. “Pak damai saja, ini uang saya kasih, yang penting saya bisa lewat, ini saya buru-buru mau ke bandara harus jemput tamu dari Jakarta”. “Bapak mencoba menyuap saya?” jawab polisi berang. “Tidak Pak, ini untuk beli rokok saja”. Perlu diketahui bahwa uang yang diberi hanya Rp. 20.000,-. Banyong segera paham maksud polisi, berarti tips yang dia beri kurang, kemudian banyong mengeluarkan uang pecahan seratus ribu dari saku celananya, kemudian satu lembar di sodorkan ke polisi. Dengan wajah malu-malu polisi menerimanya dan mempersilakan Banyong lewat. Dalam hati Banyong berkata, “ah…ternyata Cuma segitu…” kuda besipun kembali mengepul...  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-217730953765516048?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/217730953765516048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=217730953765516048' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/217730953765516048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/217730953765516048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/05/ah.html' title=''/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-740426080849641393</id><published>2008-05-06T02:11:00.000-07:00</published><updated>2008-05-06T02:49:12.775-07:00</updated><title type='text'>Suara-suara aneh dalam warnet…</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sore itu saya pulang dari kopi darat dengan tema-teman &lt;em&gt;Borneo Blogger Community&lt;/em&gt; di sebuah kedai makanan di Kota Baru Pontianak. Sepulang dari tempat itu, saya menyeberang ke Siantan lewat Pelampung Bermesin (istilah desanya), yang biasa juga kita temukan di penyeberangan Tayan-Piasak. Mengobati penasaran dan kecanduan dengan dunia maya, meski baru sebatas tahu, saya singgah di sebuah warnet di kawasan Siantan kebetulan tidak terlalu jauh dari rumah, dan kebetulan juga satu-satunya warnet yang ada di sekitar rumah, lebih hebatnya lagi warnet yang hari-harinya di isi oleh gamers-gamers cilik maupun dewasa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya agak terpaksa, karena ngebet dengan berbagai informasi yang sudah beberapa hari tidak saya akses. Karena bagi saya informasi apapun sangat penting, sehingga oke-lah saya singgah saja, siapa tahu terobati sakau internetnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selalu menjadi kebiasaan setiap orang kalau masuk pasti melalui pintu, dan saya pun memang manusia, sama seperti orang lain jadi masuk melewati pintu. Dari luar, suara aneh yang keluar dari beberapa box komputer yang diisi oleh beberapa anak kecil, dan beberapa diantaranya manusia seumuran SMU (Sekolah Menengah Uatas). Dengan masyuknya mereka main game sehingga tidak mempedulikan Box kiri-kanan sedang apa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya yang awam dengan suara berisik saat berfikir, tidak bisa berbuat banyak, karena selain warnetnya bukan punya saya, gamers-gamers yang ada di situ mestinya anak-anak orang berada dan sudah pasti diajarkan untuk menggunakan IT tidak hanya sebatas ngegame sehari suntuk apalagi kalau hari libur. Yaaaaa..... dari padabising mending pulang dan menghayal...ke jawa lagi....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-740426080849641393?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/740426080849641393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=740426080849641393' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/740426080849641393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/740426080849641393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/05/suara-suara-aneh-dalam-warnet.html' title='Suara-suara aneh dalam warnet…'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-7997013107590335800</id><published>2008-04-23T20:23:00.000-07:00</published><updated>2008-05-16T10:25:00.646-07:00</updated><title type='text'>Pontianak...Jogja...Pontianak...Joblessssss You...</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SA_-rhJ-3YI/AAAAAAAAAHM/Dznsf4Kb8Sg/s1600-h/Image001.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192648918969539970" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 84px; CURSOR: hand; HEIGHT: 114px" height="294" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SA_-rhJ-3YI/AAAAAAAAAHM/Dznsf4Kb8Sg/s320/Image001.jpg" width="222" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; Saya capek sekali....&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Saya datang ke Jogja kemudian nanti kembali ke pontianak lagi, ini saya posting di Jogja. saya kesulitan untuk posting di Pontianak, karena warnetnya lebih banyak untuk main game daripada untuk browsing, sehingga yang ada hanya ribut. &lt;span class="fullpost"&gt; Bagi saya yang awam dengan situasi berisik, mungkin teman-teman blogger di pontianak punya usulan, agar saya bisa mendapatkan warnet yang tenang untuk mencurahkan segala ekspresi saya, karena untuk bertemu teman-teman sekedar ngopi aja mungkin susah saya kira teman-teman di pontianak sibuk, lagipula saya belum hafal betul pontianak dan sekitarnya. Kemarin janjian sama Alex Mering saja belum bisa saya tepati (Maafkan saya Bung Mering, tapi kita suatu saat pasti ngopi bersama, saya belum pernah merasakan kopi Pancong). Ah...jadi bercerita, tapi benar teman-teman... &lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-7997013107590335800?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/7997013107590335800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=7997013107590335800' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/7997013107590335800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/7997013107590335800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/04/pontianakjogjapontianakjoblessssss-you.html' title='Pontianak...Jogja...Pontianak...Joblessssss You...'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SA_-rhJ-3YI/AAAAAAAAAHM/Dznsf4Kb8Sg/s72-c/Image001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-4010550594770532006</id><published>2008-03-05T19:29:00.000-08:00</published><updated>2008-05-16T10:55:12.971-07:00</updated><title type='text'>saya akan kembali lagi....</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R89p5tBd8MI/AAAAAAAAAHE/O_PT5_XEegY/s1600-h/sadhar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5174470936931201218" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 275px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px" height="171" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R89p5tBd8MI/AAAAAAAAAHE/O_PT5_XEegY/s320/sadhar.jpg" width="175" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="color:#009900;"&gt;= m E n U g G u&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Ku&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;u N t U k&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#333333;"&gt;K e M b A l I&lt;/span&gt; =&lt;/span&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#3366ff;"&gt;Awal kehidupanku di dunia akan ku mulai setelah melepas semua rutinitas di kampus yang&lt;span style="color:#009900;"&gt; berseri&lt;/span&gt; dan humanis. Untuk sekian waktu saya akan berpisah. Namun kampus &lt;span style="color:#333333;"&gt;itu tetap aku ingat karena telah&lt;/span&gt; membawaku lebih siap menghadapi kehidupan...Aku pulang....dari &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;jogja...dan teman-teman semuannya saya&lt;/span&gt; akan bertapa sejenak untuk melepas kepenatan di ruangan ini...untuk &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;itu beberapa pekan blog ini akan seperti&lt;/span&gt; ini adanya...saya akan kembali...&lt;span style="color:#339999;"&gt;bersama kalian&lt;/span&gt;...saya tidak mugkin meninggalkan dunia maya yang selalu setia menampung semua inspirasiku... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R89pbtBd8LI/AAAAAAAAAG8/3Cq-AMg5SIM/s1600-h/28-11-05_1625.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5174470421535125682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 266px; CURSOR: hand; HEIGHT: 212px" height="212" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R89pbtBd8LI/AAAAAAAAAG8/3Cq-AMg5SIM/s320/28-11-05_1625.jpg" width="239" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Aku akan kembali ke bumi Kalimantan Barat &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;yang &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;hangat&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;namun&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;tetap&lt;/span&gt; bersahabat...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Aku rindu &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;dengan keluguan masyarakatnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Aku rindu semuannya...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#336666;"&gt;&lt;strong&gt;....pertapaan sudah menungguku....&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R89pbtBd8LI/AAAAAAAAAG8/3Cq-AMg5SIM/s1600-h/28-11-05_1625.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R89pbtBd8LI/AAAAAAAAAG8/3Cq-AMg5SIM/s1600-h/28-11-05_1625.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-4010550594770532006?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/4010550594770532006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=4010550594770532006' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/4010550594770532006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/4010550594770532006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/03/saya-akan-kembali-lagi.html' title='saya akan kembali lagi....'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R89p5tBd8MI/AAAAAAAAAHE/O_PT5_XEegY/s72-c/sadhar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-4962713718347938485</id><published>2008-02-24T20:37:00.000-08:00</published><updated>2008-05-16T10:50:13.832-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><title type='text'>setelah Semenanjung Muria menjadi pro dan kontra, akankah Kalbar menjadi yang ke dua dan calon  chernobyl jilid II?...</title><content type='html'>Minggu, 24 Februari 2008&lt;br /&gt;Ajak Prancis Kembangkan Listrik Nuklir di Kalbar&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pontianak,- Deposit uranium melimpah. RPJMD 2008 rencana kembangkan listrik tenaga nuklir. Butuh pertimbangan berbagai aspek. Dalam studi pendahuluannya, &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SC3IailsxaI/AAAAAAAAAH8/lejxhPRGiEs/s1600-h/chernobyl.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201033502969873826" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 207px; CURSOR: hand; HEIGHT: 272px" height="287" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SC3IailsxaI/AAAAAAAAAH8/lejxhPRGiEs/s320/chernobyl.jpg" width="207" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Badan Tenaga Nuklir (Batan) menyarankan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kalbar, karena memiliki deposit tambang uranium. Hal ini terungkap dalam RPJMD Provinsi Kalbar 2008. Namun Kalbar harus menggaet negara maju dan memerhatikan faktor keamana&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R8JLrfIYW4I/AAAAAAAAAGk/DSP3FlvGLeg/s1600-h/cernobil1.jpg"&gt; &lt;/a&gt;n dan limbahnya. “Setuju jika Kalbar ingin memanfaatkan uranium yang ada di Melawi, tetapi harus pandai-pandai menggunakan teknologi agar kita tidak difitnah oleh negara-negara maju. Saya pikir kita harus menggaet salah satu di antara negara maju itu,” kata Dr. Thamrin Usman DEA, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Tanjungpura di Rektorat Untan Sabtu (23/2) kemarin. Dikatakan Thamrin, hal ini merupakan permasalahan mineral strategis di tingkat nasional dan internasional. Rencana pembangunan PLTN tersebut jangan sampai suatu hari nanti malah menyudutkan Indonesia karena memproduksi bom massal dari nuklir. Indonesia juga nanti yang terkena getahnya seperti yang dilakukan oleh Amerika kepada Irak dan Iran. “Secara teknologi saya pikir kita bisa merapat ke Amerika atau ke Jepang agar ada bumper (tameng, red). &lt;span class="fullpost"&gt;Suatu saat nanti kalau kita dikecam karena Indonesia menghasilkan bom masal, maka ada tameng,” kata Thamrin seraya menyebut Perancis untuk dihaet karena negara tersebut salah satu negara yang mengekspor listrik hasil produksi dari bahan bakar nuklir. Dari segi limbahnya, kata Thamrin, PLTN ini tidak ada masalah karena limbahnya bisa diamankan dengan mencampurkan beton, sehingga dapat ditanamkan dalam perut bumi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dijelaskan dia, karena potensi yang ada di Kabupaten Melawi itu adalah uranium yang sudah terukur, satu-satunya di Indonesia, oleh sebab itu reaktornya dapat &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R8JLrvIYW5I/AAAAAAAAAGs/rY7rj_YIroM/s1600-h/cernobil.jpg"&gt;&lt;/a&gt;diproduksi. “Kemudian persiapkan juga sarana transportasi produknya berupa jaringan bertegangan tinggi dari sini, saya yakin Kalbar dapat mengekspor hasil listrik tersebut ke negara jiran,” terang dia. Lebih lanjut Ketua Gema Nusa Kalbar ini mengatakan, untuk di beberapa negara maju ada teknologi yang menggunakan high security. Kecuali Indonesia tidak punya teknologinya. Tinggal bagaimana teknologi tersebut dapat diterapkan dan ditangani orang-orang dengan latar belakang tak sembarangan “Sedangkan untuk masyarakat di sana (Prancis) pun dari pengalaman negara maju biasanya juga sering dilakukan pelatihan seperti pelatihan evakuasi sistem keamanannya yang sudah terjamin. Tapi jika ada kebocoran nah itu sudah di luar kemampuan manusia. Seperti Negara Jepang memang termasuk negara yang instabil artinya tidak stabil dari segi gempa, tetapi mampu dan berani apalagi kita,” tambah dia. Sementara itu, Pemerhati Masalah Nuklir, Subanri Umun S.Si mengatakan pembangunan PLTN ini dapat memunculkan dua persoalan utama yakni faktor keamanan dan faktor limbah nuklir. “Dari sisi kemanan, kita telah melihat sejarah Negara yang sudah ahli nuklir pun pernah kecolongan. Peristiwa Cernobyl di Rusia dan Three Miles Island di Amerika, dua negara ini merupakan contoh nyata bahwa tidak ada kemampuan teknologi canggih yang mampu menjamin kecelakaan,” ungkap Subanri. Subanri menjelaskan permasalahan limbah nuklir sudah sejak dulu menjadi masalah bagi negara-negara yang telah lebih dulu menggunakan PLTN. Akhirnya negara-negara tersebut yang menjadi penghasil limbah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Limbah nuklir memerlukan penanganan rumit dan memerlukan waktu normalisasi ratusan ribu tahun. Kesalahan pengelolaan limbah nuklir tidak kalah bahayanya dengan meledakkan &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R8JIuvIYW3I/AAAAAAAAAGc/YaIsQpq66W4/s1600-h/sm1chernobyl2eps.jpg"&gt;&lt;/a&gt;bom atom di rumah sendiri,” kata Subanri. Ia berharap agar pemerintah Kalbar sebaiknya memperhitungkan untung ruginya untuk menggunakan nuklir sebagai PLTN hingga ditemukan teknologi pengolahan nuklir yang benar-benar memberi manfaat. “Walaupun Kalbar berada pada posisi yang tidak rawan gempa sehingga penyimpanan limbah nuklir dengan cara paling aman, tetap memberi resiko kerusakan akibat bencana alam dan ini harus diwaspadai,” terang dia. Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalbar Ir. Fathan A. Rasyid memaparkan soal PLTN ini di Kantor Gubernur usai acara pemaparan tentang Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2008, Senin (18/2). Potensi uranium Kalbar yang tersebar di Kabupaten Melawi, Sintang, Landak dan Sanggau, cukup besar. Batan merekomendasikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Kalbar dapat mengembangkan proyek listrik berkekuatan 1000 megawatt dari nuklir.&lt;br /&gt;“Menurut mereka (Batan, red) sebaiknya PLTN tersebut dibangun di Kalbar karena memiliki kandungan deposit tambang uranium. Kalbar juga dianggap sebagai daerah yang stabil dan tidak termasuk dalam episentrum gempa. Kemudian termasuk salah satu provinsi yang jumlah penduduknya belum banyak,” kata Fathan. (ian)&lt;br /&gt;Dari: &lt;a href="http://www.equator-news.com/"&gt;http://www.equator-news.com/&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-4962713718347938485?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/4962713718347938485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=4962713718347938485' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/4962713718347938485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/4962713718347938485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/02/setelah-semenanjung-muria-akankah.html' title='setelah Semenanjung Muria menjadi pro dan kontra, akankah Kalbar menjadi yang ke dua dan calon  chernobyl jilid II?...'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SC3IailsxaI/AAAAAAAAAH8/lejxhPRGiEs/s72-c/chernobyl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-1346244791705398324</id><published>2008-02-17T18:56:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T19:48:41.064-08:00</updated><title type='text'>aku sudah membacanya, kamu kapan...?</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;"...Senang sekali dapat pesan dari penulisnya...meski belum pernah bertemu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Sang Penulis buku Romo Baskoro dengan murah hati mau membalas email saya...Terima kasih Romo Bas..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Hendrik yang baik,&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Apa kabar? Semoga baik-baik dan sehat selalu. Salam kenal. Banyak terima kasih atas emailnya. Saya mohon maaf bahwa kamu mencari-cari saya, tapi tidak pernah ketemu. Saya memang pos utama-nya di Pasca dan IRB, tapi masih tetap mengajar di S-1 Sejarah. Biasanya kalau di Pasca, kalau saya tak ada di tempat bisa tanya ke Sekretariat dan mereka tahu di mana saya berada. Bisa juga saya ditemui di PUSdEP, di lantai dua Realino Utara, dekat Beringin Sukarno.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Saya sudah lihat blog-mu dan ternyata menarik. Paparan maupun foto-foto di sana tampak mengesankan. Petualang juga kau ternyata. Hebat! Oya, terima kasih sudah mau baca "Chicago, Chicago." Semoga dapat menjadi inspirasi ala kadarnya. Belum punya bukunya ya? Saya tidak tahu apakah saya masih punya, tapi kalau ada waktu silakan mampir ke kantor PUSdEP. Nanti kalau ada saya beri satu, entah untuk sendiri atau untuk temanmu.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Semoga  kamu tetapi rajin berusaha dan berjuang, dan semoga tak lama lagi segera mendapatkan tempat yang sesuai.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Sekian, sampai ketemu suatu saat nanti. GBU&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Salam,&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Baskara&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-style: italic;"&gt;dikutip dari pesan email : jalomo_hen@yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca email itu, saya yang belum punya kemampuan meresensi buku seperti&lt;br /&gt;Pak J. Sumardianta seorang peresensi yang handal dari Jogja yang juga mengajar di SMU De Britto. Saya mencari tahu apakah buku itu sudah di resensi, dan dugaan saya benar ternyata sudah dan saya temukan di http://www.ruangbaca.com miliknya Koran Tempo, isi resensinya seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;Di Amerika, Kutemukan Oase Kemanusiaan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul: Chicago-Chicago: Cinta, Politik, dan Kemanusiaan di Negeri Paman Sam&lt;br /&gt;Penulis:Baskara T. Wardaya&lt;br /&gt;Cetakan: I, 2006&lt;br /&gt;Tebal: 278 hlm.&lt;br /&gt;Penerbit: Galang Press, Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Diresensi oleh:&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt; AFTHONUL AFIF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mahasiwa Psikologi Sekolah Pascasarjana UGM Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap kali me&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R7j2SPIYW1I/AAAAAAAAAGM/KKvqKxP37ZM/s1600-h/Chicago-cinta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R7j2SPIYW1I/AAAAAAAAAGM/KKvqKxP37ZM/s320/Chicago-cinta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168151365567404882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;nyaksikan seseorang dengan gigih menyuarakan kebajikan, setiap kali pula kehidupan ini niscaya masih punya masa depan. Kalimat itulah yang barangkali pantas untuk menggambarkan pesan yang hendak disampaikan dalam buku ini.&lt;br /&gt;Ibarat kristal, kehidupan memancarkan banyak warna: ada cinta, ketulusan, ketabahan, kesederhanaan, juga sebaliknya: ada kebencian, amarah, juga ketamakan. Adalah Romo Baskara, anak manusia yang tetap gigih meniti hidupnya dalam jalan pelayanan dan cinta. Melalui buku yang ditulisnya ini, ia memendarkan suara lain, suara yang bersumber dari hati nurani, suara yang dipenuhi dengan cinta kasih, yang hendak mengingatkan kita semua bahwa kehidupan masih memiliki masa depan, kehidupan itu harus tetap diafirmasi.&lt;br /&gt;Di tengah pragmatisme dunia yang semakin kuat, di mana sangat sedikit pribadi yang bersedia berbagi dalam keikhlasan, kehadiran buku ini ibarat sebuah oase yang menyejukkan kehidupan. Pengalaman menimba ilmu di negeri Paman Sam selama kurang lebih sepuluh tahun, serta perjumpaan dengan pribadi-pribadi yang mengesankan, menjadi bahan renungan yang sangat berharga bagi penulis sehingga reportase kemanusiaan dalam buku ini sanggup mengantarkan pembacanya menelisik palung-palung kehidupan.&lt;br /&gt;Ternyata, bukan hanya dari narasi-narasi besar manusia dapat belajar tentang makna dan nilai-nilai kemanusiaan, tapi juga dari serpihan kejadian sehari-hari—keagungan nilai-nilai kemanusiaan itu menyibakkan dirinya. Nilai-nilai kemanusiaan yang tertorehkan dalam buku ini muncul dari beragam rupa momen kehidupan yang terlihat begitu lumrah.&lt;br /&gt;Sungguh mengesankan, ketika sang Romo menggambarkan kekagumannya pada keindahan dan kecantikan teman perempuan bulenya di akhir tulisan “Di Tepian danau Michigan”. “Misty, tentunya kau masih ingat, sore itu kita mau mengunjungi gereja tua di atas bukit sana. Di tengah jalan, saat kita berhenti untuk membeli bahan bakar, tiba-tiba salju turun. Kau keluar sejenak dari mobil dan dengan kedua tangan tengadah menyambut sang salju. Seserpih salju menempel di rambutmu yang panjang. Indah sekali. Kau pun tersenyum manja. Sore yang sangat mengesankan.” Membaca tulisan itu, saya kemudian teringat dengan religiositas Romo Mangun yang kerap diwarnai oleh decak-kagum pada kecantikan dan keindahan perempuan. Para seniman di zaman renaisans sering menempatkan keelokan rupa tubuh perempuan sebagai medium bagi upaya memburu keindahan dan keagungan yang bersumber dari kesucian sang Ilahi.&lt;br /&gt;Kemanusiaan sang Romo tidak hanya tampak dalam mengagumi keindahan, atau khususnya kecantikan perempuan. Di tengah-tengah kesibukan penelitiannya, sang Romo tidak luput dari kancah pergumulan hak-hak asasi manusia (HAM) sedunia, yang seringkali mengambil AS sebagai gelanggang. Di sana ia berjumpa dengan Li Lu, seorang veteran gerakan mahasiswa Cina yang luput dari pembantaian massal di Lapangan Tienanmen, tanggal 4 Juni 1989. Sebagai anggota delegasi Indonesia, sang Romo pertama kali berkenalan dengan Li Lu dalam konferensi PBB tentang HAM di musim panas 1992 di Wina, Austria. Sesudah itu, keduanya berpisah lama dan tidak berkomunikasi. Tiba-tiba, ia membaca tulisan di majalah The New Yorker, bahwa di bulan Mei 1996, Li Lu, si pejuang demokrasi dari Cina itu, telah lulus dari Columbia University dengan tiga gelar sekaligus: sarjana muda di bidang ekonomi, sebuah gelar di bidang hukum, dan MBA. Suatu prestasi yang luar biasa.&lt;br /&gt;Berangkat dari kisah Li Lu di atas, reportase kemanusiaan sang Romo tergores apik dalam tulisan “Kisah Pilu Kawan Li Lu”. Dengan semangat yang pantang menyerah dan berbalut visi kemanusiaan, hambatan sekokoh batu karang pun akan mampu dirobohkan. Dengan tekad kuat untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih demokratis di negerinya, Li Lu akhirnya berhasil mengatasi kesulitan-kesulitan hidup dalam pengasingan, bahkan ia menorehkan prestasi yang tidak biasa. Kisah tentang Li Lu ini telah memberikan inspirasi bagi sang Romo dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaannya.&lt;br /&gt;Sebuah perjumpaan yang tak kalah mengesankan adalah ketika sang Romo untuk kali pertama bertemu dengan sastrawan kondang Pramoedya Ananta Toer di New York dalam sebuah sesi wawancara yang kemudian dikemas dalam tulisan “Pram, Ayam, dan Segenggam Dendam. Pengakuan Pram tentang kehidupannya semasa ditahan di pulau Buru benar-benar telah membenamkan sang Romo pada penghayatan betapa pentingnya semangat untuk betahan hidup dan kemampuan berdamai dengan sejarah pahit penindasan.&lt;br /&gt;Bayangkan, hanya dengan bantuan telur-telur dari ayam peliharaannya, Pram mampu melahirkan Tetralogi Pulau Buru yang masyhur itu. Juga perlakuan keji dari pemerintah orde baru ternyata tidak membuat Pram larut dalam balutan dendam. Bahkan dari hal itu, Pram telah meninggalkan pelajaran berharga bagi generasi sesudahnya bahwa untuk tetap lestarinya nilai-nilai kemanusiaan, dendam pribadi terhadap sejarah harus ditanggalkan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melahirkan pribadi-pribadi yang memiliki visi peradaban, yang mampu melihat horizon kehidupan dalam cakrawala pandang kemanusiaan, bukan berdasar pada egoisme yang mengerdilkan.&lt;br /&gt;Banyaknya pengalaman penulis yang mengesankan dengan orang-orang AS yang secara umum dikategorikan sebagai “orang Barat”, membuat ia mempertanyakan kembali dikotomi “orang Barat versus orang Timur” yang sering ia baca dalam buku-buku pengantar antropologi. Dalam tulisan “Adat Barat Kultur Timur”, penulis menegaskan penilaiannya bahwa tak selamanya orang Barat itu lebih individualis, kasar, egoistis, bila dibandingkan dengan orang Timur. Dalam taraf tertentu, orang Timur yang konon terkenal ramah justru sering menunjukkan agresivitas yang lebih tinggi. Contoh terdekat adalah kondisi masyarakat Indonesia akhir-akhir ini yang sangat mudah disulut amarahnya, sehingga konflik-konflik sosial mudah terjadi.&lt;br /&gt;Memang strereotip tentang orang Timur yang halus, yang ramah tamah, dan suka menolong sesamanya, yang selalu dikontraskan dengan stereotip tentang orang Barat yang kasar, yang individualistis, dan yang tidak suka menolong sesamanya, sudah saatnya dibuang jauh-jauh dari skema kognitif kita.&lt;br /&gt;Seperti umumnya buku reportase perjalanan, buku ini juga menghadirkan cerita-cerita unik yang hanya terjadi dalam momen-momen tertentu. Barangkali yang membedakan dengan buku lainnya adalah adanya niat kuat dari penulisnya untuk menghadirkan sesuatu, tidak hanya mendiskripsikan fakta secara linear. Sang Romo dengan penuh ikhtiar berusahan memoles setiap kejadian yang dijumpainya dengan spirit religiositas dan visi humanisme, sehingga kejadian-kejadian sederhana sehari-hari hadir dalam nuansa keagungan dan keutamaan. Bagi sebagian pembaca, pembacaan sang Romo mungkin terkesan berlebihan, terlalu berbaik sangka, tidak kritis, sehingga kebusukan hidup sehari-hari luput dari pengamatan.&lt;br /&gt;Ada catatan yang perlu diberikan terhadap kumpulan reportase penulis buku ini. Sebagai rohaniawan, kemungkinan besar ia bergerak dari lingkungan satu ke lingkungan lain, di mana semua kebutuhan hidupnya yang dasar mulai dari sandang, pangan, papan, sudah dipenuhi oleh orang lain, khususnya kongregasinya. Sebab tidak selamanya, Paman Sam begitu ramah kepada orang-orang dari Dunia Ketiga yang ingin menuntut ilmu di sana.&lt;br /&gt;Kesaksian betapa Paman Sam tak selamanya menyuguhkan keramahan disampaikan oleh George Junus Adijtondro dalam kata pengantar buku ini. Pada waktu ia menerima beasiswa Hubert H. Humphrey dari Pemerintah AS tahun 1981/2 ia menemukan kecurangan-kecurangan yang justru dilakukan oleh para dosennya di Universitas Cornell. Para penerima beasiswa diwajibkan menempati sebuah apartemen miskin fasilitas tapi dengan harga selangit yang dikelola oleh para dosen dengan maksud hendak mendaur ulang uang beasiswa yang telah diberikan. Barangkali motif dari praktik-praktik kecurangan itu bersumber dari kekerdilan berpikir bahwa uang beasiswa itu toh pada dasarnya bersumber dari pajak rakyat Amerika sendiri.&lt;br /&gt;Apapun yang disampaikan Romo Baskoro dan George J. Aditjondro hanyalah serpihan kisah dari kompleksnya dinamika kehidupan masyarakat AS. AS adalah negara besar yang memanggul sekian banyak atribut--negara dengan kemajuan teknologi yang tiada duanya, simpul dari sekian banyak praktik kebudayaan, laboratorium nyata bagi praktik demokrasi, dan medan subur bagi praktik-praktik budaya massa. Maka dari itu, kesan yang diperoleh atas kehidupan di AS sangat tergantung dari siapa yang menilainya.&lt;br /&gt;Pertanyaan mengapa buku ini hanya menyuguhkan cerita-cerita manis seputar kehidupan masyarakat AS tentunya tidak bisa dilepaskan dari siapa penulisnya. Pertama, penulisnya adalah seorang rohaniawan yang memang ditugaskan tidak sekedar untuk belajar, melainkan juga melayani masyarakat. Memanggul tugas pelayan inilah yang mengkondisikan penulis buku ini untuk selalu berpikir positif atas segala sesuatu, juga terhadap hal-hal yang mungkin tidak menyenangkan. Kedua, hampir sebagian besar waktu penulis dihabiskan di Milwaukee dan kota-kota kecil di negara bagian Wisconsin di mana masyarakatnya masih cukup kuat memegang tradisi dan nilai-nilai keagamaan. Barangkali, kejadiannya akan berbeda bila penulis tinggal di New York atau Los Angeles, yang saban waktu dipenuhi dengan kemaksiatan (baca: hiburan) dan angka kriminalitas yang tinggi.&lt;br /&gt;Lantas mengapa Chicago yang kemudian dipilih menjadi ikon buku ini, seakan-akan cerita yang dibangun berlatar belakang di kota raya itu. Alasannya sederhana, di samping lebih dikenal orang awam, Chicago adalah kota besar terdekat dari Wilwaukee (tempat penulis menimba ilmu di Universitas Marquette) yang sering dikunjungi oleh penulis untuk keperluan riset studinya.&lt;br /&gt;Terlepas dari semua itu, buku ini pantas diapresiasi--buku yang tak hanya sekedar catatan personal, melainkan juga sebagai rekaman sejarah pergulatan hidup, di mana manusia ingin membangun peradaban yang semakin manusiawi.&lt;br /&gt;dari :http://www.ruangbaca.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-1346244791705398324?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/1346244791705398324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=1346244791705398324' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/1346244791705398324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/1346244791705398324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/02/aku-sudah-membacanyakamu-kapan.html' title='aku sudah membacanya, kamu kapan...?'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R7j2SPIYW1I/AAAAAAAAAGM/KKvqKxP37ZM/s72-c/Chicago-cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-6058391843362869146</id><published>2008-02-05T18:59:00.000-08:00</published><updated>2008-02-05T19:29:49.459-08:00</updated><title type='text'>Yogyakarta, gadis kecil, malaikat dan tanah kelahiran...</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;---Di Persimpangan Jalan keduniawian kita bisa bingung dan bimbang. Tetapi bersamaNya kita telah tahu jalan mana yang akan kita lalui. Tinggal dimana engkau letakan mata hatimu---&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 255, 51); font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Anton Pasaribu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ketika kulangkahkan kaki menuju tangga pesawat yang akan membawaku pulang menuju tanah kelahiranku, ada yang seketika menggilas pikiranku untuk sejenak menoleh kota yang akan ku tinggalkan dalam waktu yang mungkin cukup lama entah sampai kapan...?&lt;br /&gt;Kota yang penuh kenangan, kota yang menurutku hangat khasnya &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R6koLnUb1BI/AAAAAAAAAEw/YlqqLq244RE/s1600-h/pesawar+temputku.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R6koLnUb1BI/AAAAAAAAAEw/YlqqLq244RE/s320/pesawar+temputku.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163702627755349010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;senyum penduduknya ketika menyapa setiap orang. Penduduknya ramah...ya...ramah...Panas namun tetap bersahabat sehingga sulit bagi siapapun yang datang kepadanya untuk mencoba mengucapkan selamat tinggal..&lt;br /&gt;Namun...sayup-sayup  tanah kelahiranku memanggil, gunung tempatku selalu bertapa mencari inspirasi, namun belum pernah kudaki juga meneriaki ku, "...kamu harus pulang...!!". Setapak demi setapak kakiku menaiki tangga pesawat komersial itu, tatapanku kosong hingga seorang gadis berseragam mengucapkan selamat datang pun tidak ku hiraukan, aku masih asyik dengan tatapan kosongku. Pandangan terus menerawang, disatu sisi sedih untuk meninggalkan kota yang indah tempatku menggali, mengenal diriku dan seluruh kejelekan sikapku, keluhan dari mulutku yang hampir kuucapkan setiap saat. Kenapa ini cepat berlalu...padahal sudah enam tahun aku di sini menimba air kehidupan untuk ku bekal kelak, agar tidak kehausan dalam belantara.&lt;br /&gt;Ketika ku tersentak mendengar teguran bahwa kursi yang akan kududuki disamping jendela, sehingga aku punya kesempatan lagi untuk menoleh keluar, menatap lagi apa yang akan ku tinggalkan untuk sekian waktu.&lt;br /&gt;Oh...ya...gadis kecil itu...gadis kecil itu yang selalu membawaku pada pengharapan, menatap hai depan yang kuharapkan juga cerah. gadis itu membuat langkahku berat untuk menapaki asa yang akan ku jalan. Asa menuju tanah kelahiranku yang selalu membisikan,"...jangan tinggalkan aku..." membisikanku agar jangan meninggalkan pertapaanku, karena dari situ aku lahir, dari situ aku tumbuh dan menjadi manusia meski tidak sempurna. Mudah-mudahan nabi bisa diterima di tanah kelahirannya yang terus memanggil.&lt;br /&gt;Ah...aku bukan nabi...&lt;br /&gt;Terngiang bisikan mala&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R6koL3Ub1CI/AAAAAAAAAE4/2QNZz_sfiWs/s1600-h/28-11-05_1624.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 260px; height: 195px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R6koL3Ub1CI/AAAAAAAAAE4/2QNZz_sfiWs/s320/28-11-05_1624.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163702632050316322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ikat berjenggot, ia seakan-akan selalu membisikan itu. Ya...malaikat itu...bukan malaikat pencabut nyawa, malaikat berjenggot yang mengajarkan aku tentang bagaimana merentang jalan, menembus gelombang kehidupan, berfikir positif dalam keterpurukan dan keterasingan, membuka jalanku untuk meraih setitik cahaya dalam kegundahan. ya...itulah malaikat itu...guru yang selalu menamparku...agar aku tidak selalu tertidur dan menyerah dengan keadaan, inspirator dan segala macamnya...&lt;br /&gt;Asa yang kupunya memang kadang membeku, obsesiku hanya ingin hidup di metropolitan, namun Bisikan untuk mengabdi selalu mendorong perahu hidupku untuk kembali bertapa...merentas kegelapan...menuju cahaya harapan...Selamat datang Masa Depan...Selamat Datang Dunia Nyata...mudah-mudahan aku siap untuk kalian semua...Bertarung demi kejayaan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-6058391843362869146?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/6058391843362869146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=6058391843362869146' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/6058391843362869146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/6058391843362869146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/02/yogyakarta-gadis-kecil-malaikat-dan.html' title='Yogyakarta, gadis kecil, malaikat dan tanah kelahiran...'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R6koLnUb1BI/AAAAAAAAAEw/YlqqLq244RE/s72-c/pesawar+temputku.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-1725067779750979750</id><published>2008-01-31T20:22:00.000-08:00</published><updated>2008-01-31T20:44:30.136-08:00</updated><title type='text'>hidup adalah sebuah karya seni. kita melukisnya melalui tindakan, pikiran dan kata-kata....(gede prama)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AKU PERGI...UNTUK MENGABDI..&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R6KhFnUb0-I/AAAAAAAAAEY/KmM0n7hEojo/s1600-h/21-10-05_1649.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 266px; height: 202px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R6KhFnUb0-I/AAAAAAAAAEY/KmM0n7hEojo/s320/21-10-05_1649.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161865240746120162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bukan...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Untuk Meninggalkan Kenangan Kita…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Untuk meninggalkan Canda&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; dan Tawa Kita…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Untuk meninggalkan sepenggal kisah hidup yang pernah ku tanam disini…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Untuk Meninggalkan Segala Kebencian Yang Pernah aku Ukir Dalam Hati..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Oh..Yang Satu ini, kalian semua sudah ku maafkan dengan segala egoku dari dulu…Karena Aku Ingin Kamu Jadi Saudaraku dan Saling Mencintai Sesama Dengan Tulus...&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R6KhFnUb0_I/AAAAAAAAAEg/cacfUKm3JQI/s1600-h/28-11-05_1625.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R6KhFnUb0_I/AAAAAAAAAEg/cacfUKm3JQI/s320/28-11-05_1625.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161865240746120178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Setulus Hati…Setulus Kecintaan Kita Pada Rumah Yang Indah ini…Tempat Kita Berbagi Cerita…Canda…Tawa…Cinta…dan Mungkin Kesedihan yang pernah kita lalui dalam hidup…Kuliah...Kisah Cinta Yang kadang membuat hati kita terkoyak...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sahabatku...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saat Mulutku Terkatup Ruang Pikiran ku Terkunci...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Karena Air Mataku Sudah membasahi.... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tak Tertahankan lagi....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ah...Biarkan ia menetes membasahi semua kenangan Dalam hatiku...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mengapa aku yang Sekejam ini bisa menangisi kepergianku sendiri....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mungkin...&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R6KhFXUb09I/AAAAAAAAAEQ/qX6Ue3hhuGA/s1600-h/pinggir+rocker.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 291px; height: 224px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R6KhFXUb09I/AAAAAAAAAEQ/qX6Ue3hhuGA/s320/pinggir+rocker.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161865236451152850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Karena aku meninggalkan Sahabat-Sahabatku...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Orang yang mengerti akan kehidupanku...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Maafkan...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Waktu Yang Membuatku Pergi...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Aku Pulang Untuk Mengabdi...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Aku Titipkan Sepenggal Kisah Menarik Untuk kalian...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada Seluruh Penghuni Hati...Rasa...Ketulusan...akan Pengabdian...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Dedicated to PUJANGGA78&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-1725067779750979750?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/1725067779750979750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=1725067779750979750' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/1725067779750979750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/1725067779750979750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/01/hidup-adalah-sebuah-karya-seni-kita.html' title='hidup adalah sebuah karya seni. kita melukisnya melalui tindakan, pikiran dan kata-kata....(gede prama)'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R6KhFnUb0-I/AAAAAAAAAEY/KmM0n7hEojo/s72-c/21-10-05_1649.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-5808873346339531689</id><published>2008-01-21T17:42:00.000-08:00</published><updated>2008-01-21T18:16:07.002-08:00</updated><title type='text'>Botuh...Daya...Botuh Daya....Botuh Daya...Botuh Daya...Botuh Daya...</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;b style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Gunung Batu Gantang/Batu Daya (Botuh Daya)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"...Botuh...Daya...Botuh Daya....Botuh Daya...Botuh Daya...Botuh Daya...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ujai gesah neh...Kek Pansau ngobik botuh...dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; dorik...Rubang Kijang...nak sabar Ujo...di nongu Parodam...di Kuala Simpang...". &lt;/span&gt;Itulah sepenggal bait lagu bahasa Dayak Simpakng ciptaan Tomas Tion, yang dipopulerkan artis Sangkalatn Thung Lie dengan judul Botuh Daya, Lagu tersebut menceritakan keindahan bukit botuh Daya (Batu Daya).&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; Bila Anda ke Kabupaten Ketapang untuk melihat aneka keindahan alamnya, &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;maka tak kalah menariknya adalah keunikan "Gunung Batu Daya". Gunung Batu yang mirip deng&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R5VP-6Ls1xI/AAAAAAAAADw/upwSCJLaK3o/s1600-h/gantang3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 231px; height: 174px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R5VP-6Ls1xI/AAAAAAAAADw/upwSCJLaK3o/s320/gantang3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158116890411587346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;an bukit Kelam di kabupaten Sintang ini terletak di Kecamatan Laur.&lt;br /&gt;Gunung batu ini merupakan salah satu obyek wisata Ketapang yang belum banyak digarap. Gundukan batu raksasa tersebut merupakan fenomena keajaiban alam.&lt;br /&gt;Masyarakat Kec. Laur menamakan gunung ini dengan nama "Gunung Gantang" karena bentuknya mirip gantang yaitu alat penyukat (penakar) padi. Ada juga yang menyebutnya "Bukit Daya" karena bila dilihat dari sisi yang lain sering berubah-ubah sehingga kita terpedaya, maka disebutlah dengan bukit daya.&lt;br /&gt;Banyak misteri yang belum terungkap dari bukit batu ini, proses kejadian dan geologis dari batu ini memang belum banyak terungkap. Selain itu tak kalah menariknya keanekaragaman flora maupun fauna di kawasan ini sangat menarik untuk diteliti.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R5VP-qLs1wI/AAAAAAAAADo/1SJ0PmzzB-I/s1600-h/gantang2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 236px; height: 157px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R5VP-qLs1wI/AAAAAAAAADo/1SJ0PmzzB-I/s320/gantang2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158116886116620034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menurut Catatan KIPDE di Dunia international maupun tingkat nasional, terutama para pemanjat tebing, sudah lama mengenal bukit ini dengan "Bukit Unta" karena bentuknya mirip dengan punggung unta, berpunak-punak. Dengan tingkat kemiringan yang terjal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pemanjat tebing, oleh karena itu di tingkat nasional dan international kawasan ini sudah termasuk dalam daftar agenda mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menuju ke daerah ini Anda dapat melalui kendaraan air dengan speed boat melalui Kec. Simping Hilir dan Sungai Melano. Selain itu juga dapat melalui jalan darat, baik dari Arah Kendawangan maupun melalui Kec. Tumbang Titi, ataun lebih dekat dari Kecamatan Simpang Hulu (Balai Berkuak melalui rute jalan Tran Kalimantan).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R5VP-aLs1vI/AAAAAAAAADg/ivCfJZ45Z88/s1600-h/gantang1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 258px; height: 204px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R5VP-aLs1vI/AAAAAAAAADg/ivCfJZ45Z88/s320/gantang1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158116881821652722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Fasilitas lain penujang bagi pelancong memang masih terbatas, letak nya di kecama&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;tan terpencil sehingga fasilitas penginapan dan restoran belum ada. Namun kar&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ena sudah dikenal di dunia, maka tidak terlalu sulit bila kita menjual nama bukit ini untuk para turis, terutama peminat panjat tebing, pencita alam dan para peneliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah daerah juga mulai memperbaiki sarana jalan ke daerah ini, beberapa jalan lintas juga sedang dikerjakan untuk menuju ke kecamatan ini, sehingga akan memperpendek jarak. Memang masih perlu bertahap, karena masih banyak yang harus ditangai pemkab. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;dari: http://students.ukdw.ac.id/&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;heran saya, kok mereka tahu padahal mereka di Jawa)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(51, 204, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-5808873346339531689?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/5808873346339531689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=5808873346339531689' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/5808873346339531689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/5808873346339531689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/01/botuhdayabotuh-dayabotuh-dayabotuh.html' title='Botuh...Daya...Botuh Daya....Botuh Daya...Botuh Daya...Botuh Daya...'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R5VP-6Ls1xI/AAAAAAAAADw/upwSCJLaK3o/s72-c/gantang3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-5279191795133936566</id><published>2008-01-17T19:53:00.000-08:00</published><updated>2008-01-17T20:08:49.561-08:00</updated><title type='text'>Keindahan Borobudur yang selalu ingin dikunjungi oleh siapapun</title><content type='html'>&lt;div&gt;Alam memang selalu menyajikan keindahan dirinya untuk kita tonton, tidak hanya lekukan tubuh wanita yang eksotis dan montok saja (khusus kaum adam). Dunia ini memang unik, dia selalu menyajikan panorama untuk kebutuhan manusia, hanya saja manusia kadang &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R5AlI6Ls1tI/AAAAAAAAADQ/Rivl1UcV-RQ/s1600-h/09-12-05_1407.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156662408326731474" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 223px; CURSOR: hand; HEIGHT: 148px" height="148" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R5AlI6Ls1tI/AAAAAAAAADQ/Rivl1UcV-RQ/s320/09-12-05_1407.jpg" width="208" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;susah untuk mengerti. Sehingga tidak sedikit alam menjadi korban ketamakan dan keserakahan mereka. Borobudur yang terletak di Jawa Tengah tepatnya di Kabupaten Magelang, hampir saja pupus keindahannya, kalau bukan kita-kita yang selalu mengunjungi secara legal. Tanpa melompat pagar. Seperti manusia yang satu ini dia adalah pengunjung yang patut diteladani. Namanya Helwin, sekarang mengajar di SMP negeri I Simpang Hulu, hobinya bertualang di Pulau Jawa, untuk mengunjungi situs-situs sejarah seperti Borobudur, Prambanan, Mesjid Demak, Mesjid Kudus, selain di Jawa dia juga ke Bali, Lombok dan Papua untuk mengunjungi saudaranya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-5279191795133936566?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/5279191795133936566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=5279191795133936566' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/5279191795133936566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/5279191795133936566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/01/keindahan-borobudur-yang-selalu-ingin.html' title='Keindahan Borobudur yang selalu ingin dikunjungi oleh siapapun'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R5AlI6Ls1tI/AAAAAAAAADQ/Rivl1UcV-RQ/s72-c/09-12-05_1407.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-5985813207780380272</id><published>2008-01-07T10:14:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T09:58:08.094-08:00</updated><title type='text'>Nun...Di Balik Gunung...</title><content type='html'>Ayo...menyambut tahun 2008 dengan berbagai harapan hidup, kita jalan-jalan...&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R4Jsa6Ls1nI/AAAAAAAAACg/H551Wy1buUk/s1600-h/busu22.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152800133215999602" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R4Jsa6Ls1nI/AAAAAAAAACg/H551Wy1buUk/s320/busu22.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jalomo Adventure 2007, menujukan bagaimana menikmati keindahan alam, dengan tidak merusaknya sedikitpun. Cukup dinikmati saja. Karena Indonesia tidak mau menjadi padang pasir yang gersang...Antisipasi nyata global warming tidak harus dengan berkoar-koar pidato demonstrasi. Coba datangi, nikmati dan resapi...indahnya hutan Kalimantan Barat tapi, yang dipedalaman lho...rasakan bedanya...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-5985813207780380272?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/5985813207780380272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=5985813207780380272' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/5985813207780380272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/5985813207780380272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/01/nundi-balik-gunung.html' title='Nun...Di Balik Gunung...'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R4Jsa6Ls1nI/AAAAAAAAACg/H551Wy1buUk/s72-c/busu22.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-1336795486260977015</id><published>2008-01-07T08:58:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T10:03:08.761-08:00</updated><title type='text'>Masih di Jalomo Adventure 2007</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R4JdsaLs1jI/AAAAAAAAACA/E-QuI9U_4wA/s1600-h/M0n!3_Q%C3%B93(295).jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Mungkin belum anda lihat...keindahannya jika anda belum datang kepadanya, sebuah panorama alam Kalimantan Barat tepatnya di Desa Merawa di dusun Giet. Merawa, nama desa yang dipakai untuk menamakan blog ini. Merawa diambil dari nama sebuah gunung yang terletak seolah-olah sebagai pelindung desa yang berada di sekitarnya. Seperti Desa Merawa, Kualan Hulu, Kualan Tengah. Yang paling penting adalah Gunung Merawa merupakan nadi Kecamatan Simpang Hulu. Gunung Merawa sampai Group dengan melakukan adventure singkat tahun 2007 memberikannya untuk anda. Panas Namun tetap Bersahabat...tul gak...?!&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-1336795486260977015?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/1336795486260977015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=1336795486260977015' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/1336795486260977015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/1336795486260977015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/01/masih-di-jalomo-adventure-2007.html' title='Masih di Jalomo Adventure 2007'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-1378062323417120917</id><published>2008-01-07T07:43:00.001-08:00</published><updated>2008-01-10T08:41:07.297-08:00</updated><title type='text'>Indahnya Pedalaman Kalimantan Barat</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R4JmIqLs1kI/AAAAAAAAACI/DJblry-eMXw/s1600-h/busu+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152793222613620290" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R4JmIqLs1kI/AAAAAAAAACI/DJblry-eMXw/s320/busu+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Siapa bilang hutan Kalimantan sudah habis? Anda ingin tahu dimana hutan pedalaman Kalimantan Barat yang masih perawan?. Hutan yang belum disentuh oleh tangan manusia dan kejamnya pembangunan. Layak kita nikmati sebagai penyegar otak yang selalu dibebani target hidup yang tidak kunjung selesai. Ini asli, bukan dibuat oleh manusia. Kami ingin menyajikannya untuk anda, siapa tahu suatu saat anda bisa pergi ke tempat ini. Percaya deh, tidak membuat dompet tipis, walau cukup melelahkan, namun sang&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R4JmI6Ls1lI/AAAAAAAAACQ/jGE604Y3Lq0/s1600-h/busu+jy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152793226908587602" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R4JmI6Ls1lI/AAAAAAAAACQ/jGE604Y3Lq0/s320/busu+jy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;at mengasyikan. Anda akan merasakan bahwa antisipasi global warming dimulai dari sini, dari kita semua membiarkan hutan tetap perawan, dan menikmati keindahannya, menikmati hasil alam tanpa harus merusaknya. Desa Merawa bisa menyajikannya untuk anda, melalui perjalanan singkat Jalomo Adventure penghujung 2007 yang diawaki oleh John Arnaz, HenTakun, Yovi Banyong...walau sederhana tapi kami yakin asyik untuk dilihat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-1378062323417120917?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/1378062323417120917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=1378062323417120917' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/1378062323417120917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/1378062323417120917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2008/01/indahnya-pedalaman-kalimantan-barat.html' title='Indahnya Pedalaman Kalimantan Barat'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R4JmIqLs1kI/AAAAAAAAACI/DJblry-eMXw/s72-c/busu+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-6364958547435297854</id><published>2007-12-20T06:33:00.001-08:00</published><updated>2008-01-07T10:49:45.264-08:00</updated><title type='text'>mungkin sebaiknya kita perlu menyelami...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jika anda ingin berbicara tentang sikap anti komunis sekarang ini", kata George F. Kenan, duta besar pertama AS untuk USSR, " Anda harus memulai dengan menjawab pertanyaan: Sikap anti komunis yang mana? Komunis dari Karl Marx, atau Lenin, Stalin atau Mao, atau Gromulka, dan bahkan Tito? Mereka berbeda. Bahkan bagi kaum komunis sendiri. Sengkapnya baca buku KISAH PARA DIKTATOR Biografi Politik Para Penguasa Fasis, Komuis, Despotis, dan Tiran. karangan Jules Archer terbitan Narasi tahun 2004.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-6364958547435297854?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/6364958547435297854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=6364958547435297854' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/6364958547435297854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/6364958547435297854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2007/12/mungkin-kita-sebaiknya-perlu-menyelami.html' title='mungkin sebaiknya kita perlu menyelami...'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-6854780754773562797</id><published>2007-12-20T06:15:00.001-08:00</published><updated>2008-01-07T10:06:13.173-08:00</updated><title type='text'>LIBURAN  PUSING...!!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R4Jpx6Ls1mI/AAAAAAAAACY/7B76eXc06bo/s1600-h/26-12-07_1349.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152797229818107490" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R4Jpx6Ls1mI/AAAAAAAAACY/7B76eXc06bo/s320/26-12-07_1349.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jangan pusing kalau liburan jauh dari keluarga atau orang-orang yang kita cintai. Saya punya tips sederhana untuk menghilangkan kejenuhan. Coba anda main ke warnet dan buka situs atau chat disana kita banyak dapat teman walau didunia maya tak jarang mereka mau kopi darat alias ketemuan. Dan lebih mengasyikan lagi kita jalan-jalan ke tempat sepi dan menulis isi hati kita lewat goresan pena diatas agenda harian kita. Percaya deh dua tips itu aja pasti membuat anda menjadi diri anda sendiri. Dan dengan sendirinya kita merasakan kenyamanan tanpa harus menyiksa diri dengan narkoba, dan segala macamnya. Petik sunyi sebuah potret lamunan penuh harapan...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-6854780754773562797?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/6854780754773562797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=6854780754773562797' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/6854780754773562797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/6854780754773562797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2007/12/liburan-pusing.html' title='LIBURAN  PUSING...!!!'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R4Jpx6Ls1mI/AAAAAAAAACY/7B76eXc06bo/s72-c/26-12-07_1349.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-1537792806021971770</id><published>2007-12-18T10:32:00.000-08:00</published><updated>2008-01-07T10:32:32.517-08:00</updated><title type='text'>Kesederhanaan menunjang kita untuk berfikir Bijaksana</title><content type='html'>MAJU TERUS PANTANG MUNDUR HADAPI HIDUP DENGAN OPTIMIS...!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-1537792806021971770?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/1537792806021971770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=1537792806021971770' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/1537792806021971770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/1537792806021971770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2007/12/hidup-susah-jangan-tambah-susah.html' title='Kesederhanaan menunjang kita untuk berfikir Bijaksana'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883166187798631138.post-1417178262802540136</id><published>2007-12-18T09:39:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T09:07:39.546-08:00</updated><title type='text'>SEJARAH ADALAH GURU KEHIDUPAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R4OtjqLs1pI/AAAAAAAAACw/vfTdj0d3hU0/s1600-h/27-12-07_1602.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5153153226772371090" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R4OtjqLs1pI/AAAAAAAAACw/vfTdj0d3hU0/s320/27-12-07_1602.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Historia Magistra Vitae Est...sejarah adalah guru kehidupan, jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Seperti yang dikatakan oleh pemimpin Besar Revolusi Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno. Teriakan khas orasi beliau selalu terngiang, ditelinga jiwa-jiwa merdeka, yang seakan-akan mengandung pesan "wariskan itu wahai kaum muda...belajarlah dari sejarah untuk membangun bangsa yang besar, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya...".&lt;br /&gt;Ironis sekali dijaman yang serba instan seperti sekarang ini, masyarakat terkesan apriori dengan sejarah, apalagi kaum muda yang kebanyakan menganggap bahwa pelajaran sejarah itu tidak ada gunanya lagi. Untuk apa mempelajari masa lalu, kan tidak ada gunanya. Sebenarnya kata-kata tersebut dipengaruhi oleh budaya instan yang ingin serba cepat, serba enak, dan serba mengasyikan, setelah itu dilupakan, tanpa bekas dan budaya instanpun semakin merajalela mengalahkan kesederhanaan dan kebijaksanaan.&lt;br /&gt;Bangsa yang sedang sakit ini membutuhkan figur orang yang bijaksana, memiliki idealisme tinggi dan memiliki nasionalisme agar bangsa Indonesia bisa dia bawa ke arah persatuan dan persatuan. MERDEKA...!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883166187798631138-1417178262802540136?l=merawa82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://merawa82.blogspot.com/feeds/1417178262802540136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5883166187798631138&amp;postID=1417178262802540136' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/1417178262802540136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883166187798631138/posts/default/1417178262802540136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://merawa82.blogspot.com/2007/12/sejarah-adalah-guru-kehidupan.html' title='SEJARAH ADALAH GURU KEHIDUPAN'/><author><name>HENTAKUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14132854122752763089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/SLfGYgzME3I/AAAAAAAAAMA/hDwsQXCBSns/S220/Foto(136)_edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T1lvz88HNoc/R4OtjqLs1pI/AAAAAAAAACw/vfTdj0d3hU0/s72-c/27-12-07_1602.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
